Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Atasi Antrean Jantung dan Stroke, Kemenkes Genjot Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Atasi Antrean Jantung dan Stroke, Kemenkes Genjot Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah
JatengNasional

Atasi Antrean Jantung dan Stroke, Kemenkes Genjot Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah

Afifah Anis CH
Last updated: 30 Januari 2026 10:19
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Pacu dokter spesialis
Kementerian Kesehatan RI terus memacu penambahan dokter spesialis hingga ke daerah. (dok. PemprovJateng)
SHARE

KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia terus memacu pemerataan dokter spesialis di rumah sakit kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Upaya ini difokuskan pada layanan prioritas seperti jantung, stroke, dan kanker, seiring masih panjangnya antrean pasien dan terbatasnya akses layanan di daerah.

Contents
  • Indonesia Masih Kekurangan 1.165 Dokter Spesialis Prioritas
  • Kemenkes Buka Jalur Pendidikan Spesialis Berbasis Rumah Sakit
  • Pemprov Jateng Apresiasi Kolaborasi Pusat dan Daerah
  • Program Kesehatan Jateng Dinilai Efektif Sepanjang 2025

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Hotel Mercure Solo, Kamis (29/1/2026).

Menurut Menkes, konsentrasi layanan penyakit katastropik di rumah sakit besar menjadi persoalan serius, terutama karena penanganan jantung dan stroke sangat bergantung pada golden period yang hanya berlangsung dalam hitungan jam.

“Kalau layanan hanya ada di rumah sakit besar, tentu kasihan pasien. Padahal penanganan jantung dan stroke tidak bisa menunggu lama,” tegas Budi.

Indonesia Masih Kekurangan 1.165 Dokter Spesialis Prioritas

Budi mengungkapkan, hingga saat ini Indonesia masih kekurangan 1.165 dokter spesialis dengan kompetensi tambahan untuk menangani penyakit jantung, stroke, dan kanker. Padahal, setiap tahun sekitar 500 ribu orang meninggal dunia akibat tiga penyakit tersebut.

Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan fasilitas penunjang layanan, khususnya alat kesehatan untuk penanganan jantung dan stroke di rumah sakit daerah.

Meski demikian, Kemenkes menargetkan terobosan besar. Pada tahun 2027, alat kateterisasi jantung ditargetkan sudah tersedia di seluruh kabupaten dan kota, sehingga pasien tidak lagi kehilangan waktu emas akibat rujukan berjenjang yang terlalu panjang.

Kemenkes Buka Jalur Pendidikan Spesialis Berbasis Rumah Sakit

Untuk mengejar ketertinggalan jumlah tenaga medis, Kemenkes membuka jalur pendidikan dokter spesialis melalui Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan RSUD Prof Margono Soekarjo Purwokerto, RSUD Dr Moewardi Surakarta, serta Universitas Diponegoro.

Kerja sama ini mencakup pembukaan pendidikan spesialis bedah saraf, bedah anak, dan mikrobiologi.

“Tujuan utama kerja sama ini adalah agar kita bisa memproduksi lebih banyak dokter spesialis, lalu menempatkannya di rumah sakit yang selama ini belum memiliki layanan tersebut,” ujar Budi usai acara.

Kemenkes menargetkan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dapat diselesaikan dalam waktu 5 hingga 10 tahun, bahkan diupayakan lebih cepat melalui percepatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor.

Pemprov Jateng Apresiasi Kolaborasi Pusat dan Daerah

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi atas sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah di sektor kesehatan.

Menurutnya, Rakontek yang diikuti seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah agar program kesehatan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Forum ini penting untuk memastikan kebijakan pusat dan daerah bisa berjalan seirama dan saling menguatkan,” ujarnya.

Program Kesehatan Jateng Dinilai Efektif Sepanjang 2025

Sumarno menambahkan, sepanjang tahun 2025 sejumlah program kesehatan di Jawa Tengah menunjukkan hasil positif, di antaranya Spelling dan Cek Kesehatan Gratis yang dinilai langsung menyentuh masyarakat.

“Semoga evaluasi ini menjadi pijakan agar program kesehatan di Jawa Tengah pada 2026 bisa berjalan lebih baik, lebih merata, dan lebih berdampak,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Dimulai 21 September 2026, Denda Dihapus
Resmi Berseragam Singo Edan, Ilham Rio Fahmi Dipinjam Arema FC hingga Akhir Musim
Tinjau Tanah Gerak di Tegal, Ahmad Luthfi Perintahkan Huntara dan Relokasi Dipercepat
BPJS Kesehatan Buka Gerai Layanan JKN di Alun-alun Banjarnegara
Kepesertaan JKN Tembus 98,62 Persen, BPJS Kesehatan Catat Lebih dari 725 Juta Layanan
TAGGED:dokter spesialis
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Owabong Purbalingga Anda Harus Tahu, Ada 7 Fakta Menarik Dari Owabong Purbalingga
Next Article Wagub Jateng bakal cek MBG Kudus Dugaan Keracunan Program MBG di Kudus, Pemprov Jateng Turun Tangan Lakukan Evaluasi

Berita Terbaru

Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.