Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Gelombang Laut hingga 4 Meter Mengancam, BMKG Minta Nelayan Waspada
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Nasional > Gelombang Laut hingga 4 Meter Mengancam, BMKG Minta Nelayan Waspada
Nasional

Gelombang Laut hingga 4 Meter Mengancam, BMKG Minta Nelayan Waspada

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 5 Oktober 2026 11:07
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter, Ini Daftar Perairan yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter, Ini Daftar Perairan yang Perlu Diwaspadai. (dok.ilustrasi Meta AI)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Contents
  • Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah
  • Daftar Perairan yang Berpotensi Gelombang 2,5-4 Meter
  • Gelombang Sedang 1,25-2,5 Meter Juga Mengintai
  • BMKG Ingatkan Batas Aman Kapal dan Nelayan
  • Masyarakat Pesisir Diminta Tetap Waspada

Peringatan tersebut berlaku mulai 4 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, masyarakat pesisir, serta pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang dan angin yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakirawan BMKG Ryan Pambudi menjelaskan, potensi gelombang tinggi dipengaruhi oleh pola angin yang berkembang di wilayah Indonesia.

Di wilayah utara ekuator, angin umumnya bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 6-26 knot.

Sementara di selatan ekuator, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 7-24 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Banten, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku,” jelas Ryan Pambudi dalam laporan BMKG.

Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.

Daftar Perairan yang Berpotensi Gelombang 2,5-4 Meter

BMKG memprakirakan gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Samudra Hindia barat Bengkulu dan Lampung.
  • Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah tersebut perlu mendapat perhatian karena gelombang dengan ketinggian hingga 4 meter dapat meningkatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal berukuran kecil.

Gelombang Sedang 1,25-2,5 Meter Juga Mengintai

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memperkirakan gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan.

Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut antara lain:

  • Selat Malaka bagian utara.
  • Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai hingga NTT.
  • Selat Karimata bagian selatan.
  • Laut Jawa bagian tengah dan timur.
  • Laut Bali dan Laut Sumbawa.
  • Selat Makassar bagian tengah dan selatan.
  • Laut Seram dan Laut Maluku.
  • Laut Arafuru bagian timur, tengah, dan barat.
  • Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat hingga Papua.

Kondisi gelombang tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan pola angin dan cuaca di masing-masing wilayah.

BMKG Ingatkan Batas Aman Kapal dan Nelayan

BMKG juga memberikan sejumlah indikator keselamatan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.

Untuk perahu nelayan, kondisi mulai berisiko tinggi ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter.

Sementara kapal tongkang dinilai berisiko tinggi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Adapun untuk kapal feri atau penyeberangan, risiko meningkat ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Masyarakat Pesisir Diminta Tetap Waspada

BMKG meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir agar tidak mengabaikan peringatan dini tersebut.

Nelayan dan operator kapal juga diimbau mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut atau melakukan perjalanan.

Informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca dan gelombang laut dapat dipantau melalui kanal informasi resmi BMKG.

Kewaspadaan diperlukan karena kondisi laut dapat berubah dengan cepat, terutama ketika terjadi peningkatan kecepatan angin di sekitar wilayah perairan.

Ahmad Luthfi Kejar Dry Port Jawa Tengah Rampung 2 Tahun, Tekan Ketergantungan Logistik ke Jakarta-Surabaya
17 Gubernur Hadiri Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sekda Jateng Ajak Warga Muliakan Tamu
Resmi Berseragam Singo Edan, Ilham Rio Fahmi Dipinjam Arema FC hingga Akhir Musim
Beasiswa Santri Jateng 2026: Kuliah Gratis hingga Luar Negeri, Ini Fasilitas Lengkapnya
Ahmad Luthfi Pacu Investasi Jateng, Buka Rute Internasional Semarang–Singapura dan Malaysia
TAGGED:BMKGcuaca lautgelombang 4 metergelombang tinggigelombang tinggi Indonesianelayanperairan Indonesiaperingatan dini BMKG
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Polres Banjarnegara saat menggelar patroli malam Cegah 3C dan Gangguan Kamtibmas, Polres Banjarnegara Gelar Patroli Skala Besar
Next Article Warga Desa Kebutuhjurang melakukan do bersama usai melaksanakan salat istisqa Kemarau 5 Bulan, Warga Kebutuhjurang Banjarnegara Gelar Salat Istisqa

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.