TIM Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah menggalakkan gerakan ibu menanam di lingkungan rumah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Gerakan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin.
Sebagai bentuk nyata, PKK Jawa Tengah membuat demplot (lahan percontohan) di kawasan kantor PKK, Jalan Sriwijaya Nomor 29 A, Kota Semarang. Hasilnya menunjukkan perkembangan signifikan, di mana berbagai tanaman yang ditanam sejak tiga bulan lalu kini telah memasuki masa panen.
Dorong Ketahanan Pangan Keluarga
Kegiatan penanaman lahan sekitar ini juga untuk mendukung dan mendorong program kehatanan pangan yang dimulai dari keluarga. Beragam komoditas berhasil dipanen, mulai dari sayuran seperti kacang panjang, sawi, terong, hingga kangkung. Selain itu, juga ditanam empon-empon dan umbi-umbian yang tumbuh subur di lahan tersebut.
“Dari contoh yang kita tanam di lahan sekitar kantor PKK, panen perdana hasilnya sangat baik. Dalam waktu tiga bulan sudah bisa dipanen. Ini yang ingin kita dorong agar ibu-ibu memanfaatkan lahan di sekitar rumah, sekaligus mendorong ketahanan pangan keluarga,” ujar Nawal.
Bagian dari Program RABU PON dan AKU HATINYA PKK
Menurut Nawal, gerakan ini merupakan implementasi program unggulan PKK Jawa Tengah periode 2025–2026, yakni RABU PON (Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon) dan AKU HATINYA PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman).
Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan yang diusung oleh Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Ia mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk mulai memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah sebagai sumber pangan mandiri.
“Dengan menanam sendiri, kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi tanpa harus selalu membeli di luar,” katanya.
Beragam Tanaman Pangan, Obat, dan Buah Ditanam
Ketua Bidang Ketahanan Pangan Keluarga PKK Jawa Tengah, Silvia Hanung, menjelaskan bahwa demplot tersebut ditanami berbagai jenis komoditas.
Untuk tanaman sumber karbohidrat, terdapat ubi kayu, jagung, ubi jalar, pisang, hingga sukun. Sementara kategori sayuran meliputi cabai, tomat, seledri, kemangi, kacang panjang, sawi, kangkung, bayam, hingga daun singkong.
Selain itu, tanaman obat keluarga juga menjadi bagian penting, seperti jahe, lengkuas, serai, kencur, kunyit, temulawak, hingga pandan. Untuk buah-buahan, terdapat mangga, pepaya, dan pisang.
Jadi Percontohan bagi Kader PKK
Ketua Pokja III PKK Jawa Tengah, Erni Boedyo, menambahkan bahwa demplot ini dirancang sebagai sarana edukasi dan percontohan bagi kader PKK.
Proses penanaman dimulai sejak Februari, meliputi penataan lahan, pembuatan bedeng, pengolahan tanah, pemupukan dasar, hingga pembibitan. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait di bidang pertanian.
“Demplot ini menjadi contoh penggunaan varietas unggul, pupuk, dan teknik yang tepat agar hasil maksimal. Harapannya bisa diterapkan di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.
Gerakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan berbasis rumah tangga.
*Ikuti media sosial kami.
