SUASANA berbeda terlihat di depan Markas Polresta Cilacap, Kamis (19/2/2026) sore. Saat arus lalu lintas mulai padat menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah personel kepolisian berdiri di tepi jalan membagikan takjil.
Sebagian pengendara sempat mengira akan ada razia. Namun yang terjadi justru sebaliknya—polisi membagikan takjil gratis kepada warga yang melintas.
Pengendara motor, sopir mobil, hingga ojek online tampak menerima paket berbuka dengan wajah sumringah. Momen tersebut menghadirkan kejutan sekaligus kebahagiaan di tengah perjalanan mereka.
Ramadan Jadi Momentum Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat
Kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari aksi sosial selama bulan Ramadan. Kepolisian memanfaatkan momen bulan suci untuk menghadirkan pendekatan yang lebih hangat kepada masyarakat.
Alih-alih melakukan penindakan atau pemeriksaan kendaraan, petugas memilih berbagi kepedulian kepada warga yang masih berada di jalan saat azan magrib semakin dekat.
Kasi Humas Polresta Cilacap, Galih Soecahyo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Pembagian takjil ini wujud kepedulian Polri kepada masyarakat di bulan Ramadan. Kami ingin menghadirkan kebersamaan dengan masyarakat melalui kegiatan berbagi ini,” ujarnya.
Bagi Takjil Selama Ramadan, Sasar Warga yang Masih di Perjalanan
Menurut Galih, pembagian takjil akan dilakukan secara rutin selama Ramadan. Sasaran utamanya adalah warga yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka atau masih beraktivitas di luar rumah saat waktu berbuka tiba.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran polisi di jalan tidak selalu identik dengan operasi penegakan hukum. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat sisi pelayanan dan pengayoman.
Bangun Kedekatan Emosional dan Kepercayaan Publik
Aksi berbagi takjil ini juga menjadi bagian dari strategi membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat. Interaksi langsung di jalan dinilai efektif mencairkan jarak dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Di tengah suasana Ramadan yang sarat nilai kebersamaan, kegiatan sederhana tersebut menjadi simbol bahwa pelayanan publik dapat diwujudkan melalui langkah nyata yang hangat dan menyentuh hati warga.
Bagi masyarakat Cilacap, sore itu bukan lagi tentang razia, melainkan tentang kepedulian yang datang di waktu yang tepat.
*Ikuti media sosial kami
