Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Investor Amerika Bangun Pabrik Waste to Fuel di Soloraya, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Investor Amerika Bangun Pabrik Waste to Fuel di Soloraya, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
JatengBerita

Investor Amerika Bangun Pabrik Waste to Fuel di Soloraya, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Afifah Anis CH
Last updated: 3 Agustus 2026 15:20
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
Investor Amerika siap bangun pabrik waste to fuel di Soloraya, target olah 1.000 ton sampah per hari
Investor Amerika siap bangun pabrik waste to fuel di Soloraya, target olah 1.000 ton sampah per hari. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG,KABARBANYUMASRAYA.COM-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggandeng investor Amerika, dimaan perusahaan asal Amerika Serikat, yakni Energy Three International (E3i), siap berinvestasi dan membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Contents
  • Soloraya Produksi Hampir 3.000 Ton Sampah Setiap Hari
  • Target Zero Sampah Jawa Tengah 2028 Semakin Dekat
  • Investor Amerika Gunakan Teknologi Zero Emission
  • Proyek Diproyeksikan Serap Hampir 300 Tenaga Kerja

Proyek ini ditargetkan menjadi solusi tumpukan sampah Soloraya sekaligus mendukung target Zero Sampah Jawa Tengah 2028. Perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan komitmennya berinvestasi dalam pembangunan fasilitas waste to fuel di kawasan aglomerasi Soloraya.

Fasilitas investor Amerika tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah setiap hari, mengubah limbah menjadi bahan bakar ramah lingkungan sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah Soloraya.

Komitmen investasi itu mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Menurut Ahmad Luthfi, investasi dari investor Amerika ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di kawasan Soloraya.

“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” kata Ahmad Luthfi.

Soloraya Produksi Hampir 3.000 Ton Sampah Setiap Hari

Pemprov Jawa Tengah mencatat kawasan aglomerasi Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah per hari. Jumlah tersebut melampaui kapasitas pengelolaan yang tersedia sehingga diperlukan fasilitas baru dengan teknologi modern untuk mengurangi timbunan sampah secara signifikan.

Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan fasilitas waste to fuel di Kabupaten Boyolali dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari.

Fasilitas tersebut nantinya akan melayani tujuh daerah di kawasan Soloraya, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Menurut Ahmad Luthfi, proyek ini menjadi pelengkap berbagai program pengelolaan sampah yang telah dijalankan pemerintah.

“Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang melakukan MoU pengolahan sampah, seperti Semarang dan Kendal bersama Danantara. Namun itu lebih fokus pada pengolahan sampah baru, sedangkan sampah lama masih membutuhkan investasi dan teknologi tambahan,” jelasnya.

Target Zero Sampah Jawa Tengah 2028 Semakin Dekat

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan masuknya investor asal Amerika Serikat menjadi bagian dari strategi pemerintah mencapai target Zero Sampah Jawa Tengah 2028.

Menurutnya, Soloraya dipilih karena menjadi salah satu kawasan dengan produksi sampah terbesar di provinsi ini.

“Investor ini masuk untuk proyek waste to fuel. Lokasinya direncanakan di Boyolali. Saat ini sudah tersedia lahan sekitar 20 hektare dari kebutuhan total sekitar 25 hektare,” ujar Heru.

Ia optimistis keberadaan fasilitas tersebut akan mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di kawasan Soloraya.

Investor Amerika Gunakan Teknologi Zero Emission

Perwakilan Energy Three International (E3i) ASEAN, yang merupakan investor Amerika Medhat Omran, menjelaskan bahwa perusahaan yang diwakilinya berfokus pada investasi teknologi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi bersih.

Teknologi yang akan diterapkan investor Amerika di Jawa Tengah ini diklaim menggunakan konsep zero emission, sehingga mampu mengolah sampah tanpa menghasilkan emisi berbahaya bagi lingkungan.

“Semoga proyek ini dapat terwujud di sini dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun negara. Kami menggunakan teknologi baru dengan konsep zero emission sehingga ramah lingkungan,” kata Medhat.

Selain membantu mengatasi persoalan sampah, proyek tersebut juga diharapkan mampu memperkuat transisi energi hijau di Jawa Tengah.

Proyek Diproyeksikan Serap Hampir 300 Tenaga Kerja

Tak hanya memberikan dampak bagi lingkungan, investasi E3i juga diperkirakan menciptakan hampir 300 lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Medhat mengatakan pihaknya ingin menghadirkan proyek yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap proyek ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan dibangun sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak pihak,” ungkapnya.

Dengan masuknya investor Amerika ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis pengelolaan sampah berbasis teknologi modern akan semakin berkembang. Selain mendukung target Zero Sampah 2028, proyek waste to fuel tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan energi hijau dan ekonomi sirkular di Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

Gubernur Lantik Mahanni Jadi Wakil Bupati Klaten, Kemiskinan 11 Persen Jadi Sorotan
Manfaat Nyata BPJS Kesehatan, Operasi Batu Empedu Gratis Berkat JKN
Musda MUI Jateng 2026, Gubernur Ajak Ulama Jadi Penyejuk Masyarakat
Wagub Jateng: SPMB Harus Transparan, Semua Murid Harus Punya Kesempatan yang Sama
325 Bus Mudik Gratis Angkut 16.186 Pemudik Jateng dari Jakarta
TAGGED:investor amerikaolah sampahpabrik di jatengsolo raya
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII, Gubernur ingatkan pejabat tinggalkan birokrasi rutinitas, tetapi memberikan pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat. Ahmad Luthfi Minta Pejabat Tinggalkan Birokrasi Rutinitas dan Hadirkan Inovasi Nyata
Next Article BPJS Kesehatan Permudah Cek Status PBI JKN Lewat PASTI JKN dan Mobile JKN, Peserta Tak Perlu Khawatir Lagi BPJS Kesehatan Permudah Cek Status PBI JKN Lewat PASTI JKN dan Mobile JKN, Peserta Tak Perlu Khawatir Lagi

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.