Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Wagub Jateng Dorong Pemerataan Energi Terbarukan, Investasi Harus Tetap Ramah Lingkungan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Wagub Jateng Dorong Pemerataan Energi Terbarukan, Investasi Harus Tetap Ramah Lingkungan
Jateng

Wagub Jateng Dorong Pemerataan Energi Terbarukan, Investasi Harus Tetap Ramah Lingkungan

kaisar
Last updated: 12 Agustus 2026 18:58
By kaisar
6 Min Read
Share
Wagub dorong pemerataan energi terbarukan di Jateng
Wagub dorong pemerataan energi terbarukan di Jateng. (dok. Pemprov)
SHARE

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pemerataan energi terbarukan, terlebih, penggunaan energi terbarukan di Jawa Tengah telah mencapai 22,33 persen pada 2025, atau telah melampaui target RUED.

Contents
  • Energi Terbarukan Jawa Tengah Lampaui Target RUED
  • Investasi dan Industri Harus Sejalan dengan Energi Bersih
  • Dari PLTS hingga Pompa Surya untuk Pertanian
  • EBT Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
  • MPR Dorong Indonesia Kurangi Ketergantungan Impor Energi
  • EBT Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional

Pemerataan energi terbarukan seperti energi surya, panas bumi, hidro, biomassa hingga biogas terus dilakukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Pemerataan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di seluruh wilayah menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pengembangan energi terbarukan harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan investasi dan industri. Kebutuhan energi yang semakin besar tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan maupun terganggunya kehidupan masyarakat.

“Kami butuh energi terbarukan itu benar-benar bisa merata di Jawa Tengah. Kita butuh ekosistem di Jawa Tengah tumbuh tapi tidak merusak lingkungan,” kata Taj Yasin.

Energi Terbarukan Jawa Tengah Lampaui Target RUED

Jawa Tengah memiliki modal cukup kuat untuk mempercepat transisi energi. Pada 2025, bauran energi terbarukan di provinsi tersebut tercatat 22,33 persen, melampaui target dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Tengah yang berada di angka 21,32 persen.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Pemprov Jateng untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor. Potensi yang dikembangkan cukup beragam, mulai dari energi surya, panas bumi, tenaga air, biomassa hingga biogas.

Menurut Taj Yasin, pengembangan EBT tidak boleh hanya berorientasi pada penambahan pasokan energi. Aspek sosial dan lingkungan harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan maupun investasi energi.

Investasi dan Industri Harus Sejalan dengan Energi Bersih

Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang menarik bagi investor. Pertumbuhan kawasan industri dan aktivitas ekonomi membuat kebutuhan energi ikut meningkat. Kondisi tersebut, kata Taj Yasin, harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem industri yang lebih berkelanjutan.

Pemerintah daerah ingin memastikan investasi tetap menciptakan aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan tanpa mengorbankan lingkungan.

“Pengembangan energi terbarukan perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi dan industri, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembangunan energi tidak hanya menguntungkan sektor industri, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pengembangan energi.

Dari PLTS hingga Pompa Surya untuk Pertanian

Pemprov Jawa Tengah telah mengembangkan berbagai bentuk pemanfaatan energi terbarukan, baik untuk kebutuhan industri maupun masyarakat pedesaan. Pengembangan tersebut antara lain mencakup pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PLTS terapung, panas bumi, PLTM/PLTMH, serta pemanfaatan limbah dan biomassa.

Energi terbarukan juga mulai diarahkan untuk mendukung sektor produktif masyarakat. Program yang dikembangkan meliputi Desa Mandiri Energi, pompa air tenaga surya untuk irigasi, biogas dari limbah peternakan dan industri kecil, hingga konsep Eco Pesantren yang memanfaatkan PLTS dan biogas.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat menekan biaya energi sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

EBT Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Taj Yasin menilai transisi energi tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda lingkungan. Jika dikelola dengan tepat, EBT juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pengembangan energi bersih berpotensi membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

Dengan pemerataan infrastruktur dan pemanfaatan energi terbarukan, masyarakat di daerah yang memiliki potensi sumber energi juga diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

“Ekosistem di Jawa Tengah harus tumbuh, tetapi tetap tidak merusak lingkungan,” tegas Taj Yasin.

MPR Dorong Indonesia Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Dorongan percepatan EBT juga mendapat perhatian Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. Ia menilai Indonesia memiliki sumber energi yang sangat besar, baik fosil maupun terbarukan.

Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan terhadap impor energi. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diatasi dengan mempercepat pemanfaatan sumber energi domestik.

Menurut Eddy, potensi energi surya, angin, air, dan panas bumi di berbagai daerah harus dikembangkan secara lebih optimal.

“Kita tingkatkan sumber energi terbarukan supaya kita punya pembangunan berkelanjutan, tidak merusak lingkungan seperti yang disampaikan Pak Wagub,” ujarnya.

EBT Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional

Eddy menilai pengembangan energi terbarukan dapat menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor.

Jika potensi energi lokal di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal, kebutuhan energi nasional diharapkan semakin banyak dipenuhi dari dalam negeri.

“Kalau kita kembangkan sumber-sumber energi terbarukan yang ada di seluruh Indonesia, rasanya kita enggak perlu impor lagi. Rasanya ketahanan energi kita bisa kita kuatkan,” pungkasnya.

Bagi Jawa Tengah, pemerataan EBT menjadi bagian dari upaya membangun sistem energi yang lebih tangguh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan potensi surya, panas bumi, hidro, biomassa, dan biogas yang dimiliki, pengembangan energi bersih diharapkan mampu menjadi penggerak investasi dan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

*Ikuti media sosial kami.

Gus Yasin Disebut Inspirator Gerakan Shalawat di Jawa Tengah, Gema Spiritual Kian Menguat
Beasiswa Pesantren Obah: Santri Jateng Dikirim ke China dan Mesir Kuasai Sains-Teknologi
Kunjungi Peternakan Ayam di Kudus, Nawal Yasin Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga
Ahmad Luthfi Pasang Badan Lindungi Sawah Jateng, Alih Fungsi Lahan Ditegaskan Haram
Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Tekan Harga Pangan dan Turunkan Dokter Spesialis ke Desa
TAGGED:energi hijauenergi terbarukaninvestasi hijaupemerataan enegri terbarukantaj yasin
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur Jateng dalam Gebyar Fest 81 Bank Jateng tahun 2026 Bank Jateng Salurkan Rp279,1 Miliar ke 1.100 Debitur, Bidik Predikat “Bank Sejuta Umat”
Next Article Bupati Fahmi saat mengunjungi SMPN 5 Satu Atap Rembang Sempat Belajar di Masjid, SMPN 5 Satu Atap Rembang Kini Direvitalisasi Rp1,7 Miliar

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.