PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Sebanyak sembilan alat berat langsung diterjunkan untuk menutup dua titik tanggul yang rusak.
Targetnya jelas: penutupan rampung dalam waktu dua hingga tiga hari guna mencegah banjir susulan dan memulihkan aktivitas warga.
Wagub Pastikan Instruksi Gubernur Berjalan
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung meninjau progres perbaikan sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur Ahmad Luthfi yang sebelumnya mengecek lokasi.
“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujar Taj Yasin.
Menurutnya, percepatan ini penting agar risiko banjir susulan bisa ditekan, terutama di tengah potensi curah hujan tinggi.
Tak Hanya Titik Jebol, Seluruh Bentang Tanggul Sungai Tuntang Diantisipasi
Pemprov tidak hanya fokus pada dua titik kerusakan. Pemerintah desa dan masyarakat diminta aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang.
Koordinasi dengan BBWS Pemali Juana terus dilakukan untuk memastikan perawatan menyeluruh, Sehingga penanganan ini dapat berjalan maksimal sekaligus sebagai tindakan antisipasi terjadinya bencana yang sama di masa mendatang.
“Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Sungai Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” kata Taj Yasin.
Langkah ini bersifat preventif agar kejadian serupa tidak terulang saat debit air meningkat. Mengingat, cuaca saat ini masih beroptensi akan turunnya hujan dengan intensitas tinggi.
9 Alat Berat Dikerahkan, Dilanjutkan Penguatan Bronjong
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menjelaskan sembilan alat berat telah dimobilisasi.
Rinciannya:
- 1 dozer dan 4 ekskavator di titik pertama
- 4 ekskavator di titik kedua
- 1 alat tambahan untuk normalisasi saluran irigasi
Penutupan tanggul ditarget selesai dalam waktu dekat, kemudian dilanjutkan penguatan menggunakan bronjong selama sekitar tujuh hari.
Debit Air dan Cuaca Jadi Tantangan
Proses perbaikan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan debit air Sungai Tuntang. Pengendalian aliran dilakukan melalui dua titik kontrol, salah satunya di Bendung Gelapan.
Debit air diketahui berasal dari wilayah Bancak dan Rawapening. Aliran dari Rawapening masih dapat dikendalikan, sementara debit terbesar datang dari Bancak yang belum memiliki sistem kontrol buka-tutup air.
“Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang,” ujar Heri.
Jalur Semarang–Grobogan Terputus, Jembatan Armco Disiapkan
Jebolnya tanggul pada Senin (16/2/2026) menyebabkan jalur provinsi Semarang–Grobogan terputus. Untuk mempercepat pemulihan akses, Dinas PUPR Jawa Tengah menyiapkan pemasangan jembatan armco dalam waktu sekitar satu pekan.
Sementara itu, distribusi logistik bagi warga terdampak dilaporkan dalam kondisi aman. Meski sempat tersendat saat warga membersihkan rumah, kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
*Ikuti media sosial kami
