CILACAP, KABARBANYUMASRAYA – Sebanyak 246 siswa resmi memulai tahun ajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu Kabupaten Cilacap. Program yang didukung Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Senin (31/8/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menegaskan Pemkab Cilacap berkomitmen mendukung keberlanjutan program tersebut.
Menurut Ammy, Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Ammy.
246 Siswa Ikuti Pendidikan di Sekolah Rakyat Cilacap
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu Kabupaten Cilacap, Heni Yulianingsih, mengatakan tahun ajaran baru diikuti 246 siswa. Mereka terdiri atas 19 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 107 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 120 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
Proses pendidikan dan pengasuhan didukung 92 personel. Mereka terdiri atas 19 guru, 25 wali asuh, 9 wali asrama, serta tenaga penunjang lainnya. Heni mengatakan seluruh fasilitas pembelajaran, pengasuhan, dan sarana pendukung telah siap digunakan.
“Sekolah ini lahir dari niat tulus dan keberpihakan untuk merangkul masyarakat kurang beruntung. Seluruh fasilitas fisik pembelajaran, pengasuhan, dan sarana penunjang sudah dapat dimanfaatkan secara optimal,” katanya.
SR Tak Hanya Fokus pada Pendidikan
Kepala Sentra Terpadu Kartini, dr. Nova Dwiyanto Suli, yang hadir mewakili Menteri Sosial RI, mengatakan sekolah ini merupakan program strategis nasional dengan tagline “Cerdas Bersama Tumbuh Setara”.
Menurut Nova, program tersebut tidak hanya memberikan pendidikan formal. Sekolah juga menggabungkan pengasuhan, layanan sosial, dan pembentukan karakter siswa.
“Ini bukan sekadar memberikan akses pendidikan formal, tetapi mengintegrasikan pengasuhan, layanan sosial, dan pembentukan karakter bermental baja sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” jelasnya.
Sekolah dengan sistem arsama dan terintegrasi di Cilacap juga memiliki program asesmen bakat dan minat gratis. Asesmen tersebut digunakan untuk memetakan potensi masing-masing siswa sehingga pendampingan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan minat mereka.
Fasilitas Asrama dan Ruang Kelas Rampung
Dari sisi sarana dan prasarana, pembangunan asrama serta ruang kelas yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Wika telah rampung 100 persen. Fasilitas tersebut kini siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar, pengasuhan, dan kehidupan siswa selama mengikuti program Sekolah Rakyat.
Ammy meminta para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mendorong siswa disiplin belajar, menaati tata tertib, mengembangkan bakat, serta membangun karakter mandiri dan bertanggung jawab.
Pembukaan MPLS ditutup dengan penyerahan perlengkapan sekolah secara simbolis kepada perwakilan siswa oleh Plt Bupati Cilacap bersama Kepala Sentra Terpadu Kartini Kemensos.
Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cilacap diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang beruntung, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus kemiskinan antargenerasi.
*Ikuti media sosial kami.
