BANJARNEGARA, KABARBANYUMASRAYA – Siswa SMKN 1 Bawang Banjarnegara kini mendapat pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja. Melalui Kelas Industri Jurusan Pemasaran, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berlatih menjalankan proses bisnis dengan menggandeng sejumlah mitra industri.
Program tersebut resmi diluncurkan di Aula SMKN 1 Bawang, Senin (31/8/2026). Kelas industri dirancang untuk menghadirkan suasana, standar, dan budaya kerja industri ke lingkungan sekolah.
Teori Pemasaran SMKN 1 Bawang Dipraktikkan seperti di Dunia Kerja
Plt Kepala SMKN 1 Bawang, Khairul Sholih Retno Broto, mengatakan kelas industri menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, aktivitas pembelajaran dibuat menyerupai kondisi perusahaan sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman kerja sejak masih berada di bangku sekolah.
“Dengan adanya kelas industri, anak-anak bisa praktik dalam keseharian secara nyata sebagaimana di perusahaan. Segala hal yang ada di dunia usaha dan dunia industri diminiaturkan di sini,” ujarnya.
SMKN 1 Bawang sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan puluhan perusahaan dan pelaku usaha. Dalam program kali ini, sekolah memperkuat kolaborasi dengan sejumlah mitra yang disesuaikan dengan kompetensi Jurusan Pemasaran.
Ada Ritel, Bisnis Digital hingga UMKM
Kepala Program Studi Pemasaran SMKN 1 Bawang, Niniek Mardianti, menjelaskan jurusannya memiliki dua konsentrasi keahlian, yaitu ritel dan bisnis digital.
Pada konsentrasi ritel, siswa mendapatkan pengalaman industri melalui kerja sama dengan Alfamart. Sementara konsentrasi bisnis digital dikembangkan melalui kemitraan dengan Koperasi CKS dan Yamaha.
“Untuk konsentrasi ritel, kelas industrinya bekerja sama dengan Alfamart. Sedangkan untuk konsentrasi digital, kami bermitra dengan CKS dan Yamaha,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal standar operasional, pelayanan konsumen, pola kerja perusahaan hingga strategi pemasaran yang digunakan dalam praktik bisnis.
Dengan pengalaman tersebut, siswa diharapkan lebih siap beradaptasi ketika memasuki dunia kerja setelah lulus.
Dinas Perindagkop Dorong Siswa Kuasai Pemasaran Digital
Kepala Dinas Perindagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono, mengapresiasi langkah SMKN 1 Bawang yang memperkuat pembelajaran berbasis industri.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha membuat siswa dapat menguji pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.
“Ini kegiatan yang langsung bersinggungan dengan usaha, di mana para siswa dapat mempraktikkan ilmu sekolah yang dipertemukan dengan realita lapangan,” kata Adi.
Ia juga menilai keterlibatan Koperasi CKS yang menaungi pelaku UMKM dapat membuka ruang belajar bagi siswa untuk memahami tantangan dan peluang usaha di tingkat lokal.
Adi mendorong siswa dan guru memanfaatkan fasilitas pendukung kewirausahaan, termasuk Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), untuk mendapatkan konsultasi dan pendampingan usaha.
Instagram dan TikTok Jadi Laboratorium Pemasaran Siswa
Perkembangan pemasaran digital juga menjadi perhatian dalam pembelajaran. Siswa didorong memanfaatkan Instagram dan TikTok sebagai media untuk belajar membuat promosi, membangun merek, dan memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Menurut Adi, kemampuan menggunakan teknologi digital akan menjadi bekal penting bagi generasi muda, baik untuk bekerja di perusahaan maupun membangun bisnis sendiri.
Melalui Kelas Industri Jurusan Pemasaran, SMKN 1 Bawang menargetkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik, memahami budaya kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memasuki dunia kerja atau menjadi wirausaha.
*Ikuti media sosial kami.
