DPD Partai Golkar Kabupaten Cilacap merampungkan Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI di seluruh 24 kecamatan. Usai konsolidasi organisasi, Golkar langsung memanaskan mesin politik dengan target menambah kursi DPRD, merebut kursi Ketua DPRD, dan mengusung kader terbaik pada Pilkada 2029.
Rampungnya Muscam tersebut menandai selesainya pembentukan kepengurusan Partai Golkar di seluruh 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap. Konsolidasi ini menjadi fondasi awal bagi partai berlambang pohon beringin dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029.
Muscam yang berlangsung di Aula DPD Partai Golkar Cilacap dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Cilacap yang juga Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih, tokoh senior Golkar sekaligus mantan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Sekretaris DPD Mitra Patriasmoro, jajaran Fraksi Golkar, pengurus partai, dan para kader.
Ketua DPD Partai Golkar Cilacap, Teti Rohatiningsih, menyampaikan bahwa penyelesaian Muscam merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.
“Alhamdulillahirabbil’alamin, hari ini kegiatan Muscam XI di Dapil I berjalan aman, lancar, dan berkah. Sudah terpilih pengurus Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Selatan, dan Cilacap Tengah. Ini sesuai harapan kami karena struktur kepengurusan di masing-masing kecamatan kini sudah terbentuk,” ujar Teti.
Menurutnya, pelaksanaan Muscam dilakukan secara bertahap berdasarkan daerah pemilihan dan telah diawali dengan pra-Muscam sebagai bagian dari proses konsolidasi internal.
“Pelaksanaan Muscam dilakukan per dapil dan tidak menyalahi AD/ART Partai Golkar. Sebelumnya juga sudah ada pra-Muscam, sehingga hari ini tinggal menetapkan dan seluruhnya berjalan dengan baik,” katanya.
Partai Golkar Cilacap Pasang Target Tambah Kursi DPRD dan Rebut Ketua DPRD pada 2029
Setelah struktur organisasi rampung, DPD Partai Golkar Cilacap mulai mengalihkan fokus pada persiapan menghadapi kontestasi politik 2029.
Salah satu target utama yang dipasang adalah meningkatkan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Cilacap, khususnya di daerah pemilihan perkotaan yang dinilai memiliki potensi besar meski karakter pemilihnya semakin kritis.
“Ke depan kami ingin Partai Golkar selalu berada di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan bergandengan tangan dengan seluruh elemen. Target kami pada Pemilu 2029 dan Pilkada 2029 tentu harus lebih baik lagi,” kata Teti.
Ia menegaskan seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat DPD, kecamatan hingga desa, akan bergerak bersama memperkuat basis dukungan masyarakat.
“Kalau melihat peluang, masyarakat kota sekarang adalah pemilih yang cerdas. Karena itu strategi harus disiapkan dengan baik. Kami ingin meraih dua kursi di dapil kota melalui sinergi seluruh pengurus kecamatan, desa, dan DPD,” ungkapnya.
Golkar Ingin Kadernya Pimpin DPRD dan Kembali Menjadi Bupati Cilacap
Tak hanya menargetkan penambahan kursi legislatif, Golkar Cilacap juga memasang target lebih besar, yakni merebut posisi Ketua DPRD Kabupaten Cilacap pada periode mendatang.
Selain itu, partai juga berharap kepemimpinan Kabupaten Cilacap kembali dipegang oleh kader Partai Golkar.
“Yang ingin kita capai adalah Ketua DPRD Kabupaten Cilacap diraih oleh Partai Golkar. Untuk bupati, yang penting kader Golkar. Siapapun nanti yang diusung, yang penting kader Golkar,” tegas Teti.
Terkait posisi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap yang saat ini berasal dari Partai Golkar, Teti menegaskan pihaknya tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung jalannya pemerintahan daerah.
“Sekarang masih Plt, kita hormati proses hukum yang berjalan. Yang jelas kami mendukung pembangunan daerah bersama Plt Bupati dari Golkar,” ujarnya.
Edukasi Politik dan Peran Perempuan Jadi Fokus Penguatan Partai
Dalam kesempatan tersebut, Teti juga mengajak seluruh kader untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menciptakan iklim demokrasi yang sehat dengan menolak praktik politik uang.
Menurutnya, pendidikan politik harus menjadi bagian dari konsolidasi partai agar kualitas demokrasi semakin baik.
“Kami akan terus melakukan konsolidasi sampai tingkat kader agar masyarakat memahami bahwa politik uang itu tidak baik,” katanya.
Di sisi lain, Golkar juga berkomitmen mendorong keterlibatan perempuan dalam dunia politik dan kepemimpinan.
Teti menilai perempuan memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin, baik di lembaga legislatif, eksekutif, maupun organisasi politik.
“Perempuan sekarang punya kesempatan yang sama. Dulu identik di belakang, sekarang bisa tampil di depan. Mari kader-kader perempuan ikut bersama-sama membangun daerah masing-masing,” pungkasnya.
Rampungnya Muscam XI menjadi titik awal bagi DPD Partai Golkar Kabupaten Cilacap untuk memperkuat konsolidasi hingga akar rumput. Dengan struktur organisasi yang kini telah lengkap di seluruh kecamatan, partai mulai memanaskan mesin politik guna menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029 dengan target meningkatkan perolehan kursi legislatif, merebut kursi Ketua DPRD, serta kembali mengantarkan kader Golkar memimpin Kabupaten Cilacap.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami
