KABARBANYUMASRAYA.COM – Kreativitas siswa SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara atau SMK Corduba melahirkan inovasi menarik di bidang teknologi energi terbarukan. Mereka memodifikasi sepeda listrik dengan memasang panel surya sebagai sumber energi tambahan untuk mengisi daya baterai.
Inovasi yang diberi nama sepeda matahari ini memungkinkan baterai memperoleh tambahan daya dari sinar matahari. Dengan begitu, kendaraan tidak hanya bergantung pada pengisian menggunakan listrik rumah.
Kepala SMK Cokroaminoto 2 Banjarnegara, Sutrimo Widodo, menjelaskan bahwa pengembangan sepeda matahari atau sepeda listrik ini merupakan hasil pembelajaran kolaboratif yang melibatkan tiga kompetensi keahlian, yakni teknik mesin, teknik listrik, dan teknik elektronika.
Gagasan tersebut berangkat dari keinginan sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada teori. Para siswa didorong menghasilkan karya nyata yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut.
“Sepeda ini digerakkan menggunakan energi baterai, sedangkan pengisian baterainya memanfaatkan panel surya yang menangkap energi matahari. Karena itulah kami menyebutnya sepeda matahari,” kata Sutrimo.
Panel Surya Dipasang di Atap Sepeda Listrik
Secara teknis, panel surya dipasang pada bagian atap sepeda listrik. Komponen tersebut berfungsi menangkap energi matahari untuk membantu mengisi daya baterai, terutama ketika kendaraan digunakan di bawah paparan sinar matahari.
Dengan sistem ini, baterai berpeluang mendapatkan tambahan energi selama panel memperoleh sinar matahari yang cukup. Meski demikian, pengisian daya tetap bergantung pada kondisi cuaca dan intensitas cahaya yang diterima panel.
Untuk kapasitas baterai yang digunakan saat ini, sepeda matahari tersebut mampu menempuh jarak sekitar 20 kilometer. Jarak tempuhnya berpotensi berubah sesuai kondisi penggunaan dan ketersediaan daya baterai.
Bisa Diisi dengan Listrik Rumah
Salah satu siswa yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut, Bayu Oktavian Pratama, mengatakan modifikasi dilakukan untuk membuat penggunaan sepeda listrik lebih efisien.
Ia ingin memanfaatkan energi matahari sebagai sumber pengisian tambahan. Dengan demikian, pengguna memiliki alternatif untuk mengisi baterai selain menggunakan charger yang terhubung ke listrik rumah.
“Jadi bisa dengan charger, bisa juga dengan tenaga matahari, sehingga lebih efisien,” ujar Bayu.
Artinya, sepeda matahari ini tidak sepenuhnya bergantung pada energi surya. Pengguna tetap dapat mengisi baterai melalui sumber listrik konvensional ketika diperlukan.
Bukti Pembelajaran Vokasi Melahirkan Inovasi
Kehadiran sepeda matahari menjadi salah satu contoh penerapan teknologi energi terbarukan dalam pembelajaran di sekolah kejuruan.
Kolaborasi antara kompetensi teknik mesin, listrik, dan elektronika memberi kesempatan kepada siswa untuk menggabungkan pengetahuan sekaligus mengasah keterampilan praktik.
Melalui inovasi ini, SMK Corduba Banjarnegara menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan persoalan melalui teknologi.
Ke depan, sepeda matahari tersebut memiliki peluang untuk terus disempurnakan, baik dari sisi sistem pengisian daya, kapasitas baterai, maupun efisiensi pemanfaatan energi surya.
