Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Relawan FPRB Wanayasa Gelar Mitigasi Bencana dan Bersih Lingkungan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Relawan FPRB Wanayasa Gelar Mitigasi Bencana dan Bersih Lingkungan
Banjarnegara

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Relawan FPRB Wanayasa Gelar Mitigasi Bencana dan Bersih Lingkungan

Afifah Anis CH
Last updated: 3 Februari 2026 18:21
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Relawan PMI Banjarnegara
Relawan PMI Banjarnegara saat menyalurkan bantuan logistik pada korban longsor di Kecamatan Pandanarum. (dok. PMI Banjarnegara)
SHARE

MENGHADAPI cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Wanayasa akan menggelar aksi mitigasi bencana dan gerakan bersih lingkungan.

Contents
  • Gerakan Bersih Lingkungan Jadi Upaya Pencegahan Bencana
  • Libatkan Relawan Lintas Komunitas
  • Drainase di Jalur Rawan Jadi Sasaran Utama
  • Sambut Ramadan dengan Lingkungan Bersih dan Aman
  • Edukasi dan Kesadaran Warga Daerah Rawan
  • Belajar dari Banjir dan Longsor Sebelumnya

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, mengingat sejumlah wilayah di Kecamatan Wanayasa masuk zona merah rawan longsor dan banjir.

Gerakan Bersih Lingkungan Jadi Upaya Pencegahan Bencana

Koordinator Relawan FPRB Banjarnegara, Wanidi, mengatakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan merupakan langkah nyata mitigasi bencana. Selain menjaga kekompakan relawan dan warga, aksi ini ditujukan untuk mencegah potensi banjir dan longsor akibat saluran air tersumbat.

Rencananya, kegiatan akan dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026) dan terbuka untuk umum, baik relawan maupun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan keselamatan bersama.

Libatkan Relawan Lintas Komunitas

Menurut Wanidi, selain relawan FPRB, kegiatan ini juga akan melibatkan Relawan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) serta komunitas lain yang memiliki kepedulian terhadap isu kebencanaan.

“Aksi ini terbuka untuk umum. Sampai saat ini, selain dari relawan FPRB, juga akan dibantu oleh kawan-kawan relawan RAPI,” ujarnya.

Drainase di Jalur Rawan Jadi Sasaran Utama

Aksi bersih-bersih lingkungan akan difokuskan pada saluran drainase di sepanjang jalan, terutama di titik-titik rawan longsor. Dengan dibersihkannya saluran air, diharapkan aliran air hujan tetap lancar dan tidak meluap hingga memicu banjir atau pergerakan tanah.

“Harapannya, saat hujan deras turun, saluran air tidak terganggu sehingga tidak terjadi genangan yang bisa memicu longsor,” kata Wanidi.

Sambut Ramadan dengan Lingkungan Bersih dan Aman

Selain aspek kebencanaan, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial dan spiritual. Aksi bersih lingkungan ini menjadi momentum penting menjelang bulan Ramadan, agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman.

“Dengan lingkungan yang bersih, kita bisa beribadah dengan tenang. Ini juga bagian dari ikhtiar mencegah bencana,” katanya.

Edukasi dan Kesadaran Warga Daerah Rawan

Wanidi berharap, aksi terbuka ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

Ia mengakui, salah satu penyebab utama longsor adalah sumbatan saluran air yang membuat aliran tidak lancar, memicu genangan, dan menciptakan jalur air baru yang mengikis tanah.

Belajar dari Banjir dan Longsor Sebelumnya

Beberapa waktu lalu, wilayah Kecamatan Wanayasa sempat dilanda banjir yang memicu longsor dan mengancam dua rumah warga. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi relawan dan masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan.

“Prakiraan BMKG menyebutkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga dua pekan ke depan. Karena itu, kami berupaya memperbaiki dan membersihkan saluran air sejak dini,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

PGRI Ditantang Bertransformasi Hadapi Perubahan Global
Aklamasi di Mukab 2026, Akhmad Fajar Kembali Nahkodai KADIN Banjarnegara
746 PPPK Banjarnegara Ikuti Orientasi, Wabup Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Berkat Festival Kopi, 150 Ton Kopi Banjarnegara Dipesan hingga 2027, Nilainya Capai Rp15 Miliar
TAGGED:mitigasi bencanarelawan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kuliah Umum Mahasiswa Akuntansi Undip Isi Kuliah Mahasiswa Akuntansi Undip, Sekda Jateng Tekankan Beda Akuntansi Bisnis dan Pemerintahan
Next Article Calon Sekda Banjarnegara Bursa Sekda Banjarnegara Menghangat, 4 Nama Resmi Lolos Seleksi Awal

Berita Terbaru

Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.