Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: PGRI Ditantang Bertransformasi Hadapi Perubahan Global
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > PGRI Ditantang Bertransformasi Hadapi Perubahan Global
Banjarnegara

PGRI Ditantang Bertransformasi Hadapi Perubahan Global

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 4 Februari 2026 20:20
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
pgri
PGRI Banjarnegara. (dok.PGRI Banjarnegara)
SHARE

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) didorong untuk melakukan transformasi menyeluruh agar mampu berperan sebagai organisasi profesi guru berkelas dunia. Langkah ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks, cepat berubah, dan sarat dengan perkembangan teknologi.

Contents
  • Pemimpin PGRI Harus Bangun Ekosistem Pendidikan
  • Transformasi Butuh Ketegasan dan Konsistensi
  • Apresiasi Digital, PGRI Banjarnegara Terima Bantuan Podcast
  • PGRI Banjarnegara Mulai Berbenah Menuju Kemandirian

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan PB PGRI, James Frans Tomasow, saat menjadi narasumber dalam seminar di Rumah Guru PGRI Banjarnegara, Rabu (4/2/2026).

Pemimpin PGRI Harus Bangun Ekosistem Pendidikan

Dalam paparannya, James menegaskan bahwa kepemimpinan PGRI ke depan tidak cukup hanya berfokus pada pengelolaan organisasi atau sekolah. Menurutnya, pemimpin PGRI harus mampu membangun ekosistem pendidikan yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

“Pemimpin PGRI bukan sekadar memimpin organisasi atau sekolah, tetapi membangun ekosistem. Tantangan abad ke-21 tidak bisa dijawab dengan pendekatan abad ke-20, apalagi abad sebelumnya. Harus dihadapi dengan cara abad ke-21,” katanya.

Ia menilai transformasi organisasi harus didukung oleh pengambilan keputusan berbasis data, inovasi berkelanjutan, serta keberanian meninggalkan pola lama yang tidak lagi relevan.

Transformasi Butuh Ketegasan dan Konsistensi

James mengakui, hingga kini masih banyak sekolah dan organisasi di bawah naungan PGRI yang bertahan dengan cara-cara lama. Ia menekankan bahwa perubahan tidak boleh dilakukan setengah hati.

“Kalau sudah berkomitmen untuk bertransformasi, teruslah melangkah maju dan jangan kembali ke cara lama. Transformasi memang membutuhkan ketegasan, bahkan terkadang tangan yang keras,” ujarnya.

Tanpa keberanian untuk berubah, lanjut James, PGRI akan sulit bersaing dan kehilangan relevansi di tengah dinamika pendidikan global.

Apresiasi Digital, PGRI Banjarnegara Terima Bantuan Podcast

Dalam kesempatan tersebut, James juga menyerahkan bantuan seperangkat alat podcast kepada PGRI Kabupaten Banjarnegara. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Banjarnegara yang tercatat sebagai peserta terbanyak dalam Diklat daring Guru Indonesia Maraton Belajar (GEMAR).

Perangkat podcast tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penguatan transformasi digital, literasi media, serta komunikasi publik di lingkungan PGRI.

PGRI Banjarnegara Mulai Berbenah Menuju Kemandirian

Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara, Heling Suhono, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momentum penting untuk mempercepat perubahan organisasi di tingkat daerah.

Ia mengungkapkan, di Banjarnegara mulai menerapkan tata kelola organisasi yang lebih tertib, memperkuat administrasi, serta mendorong inovasi kelembagaan. Bahkan, untuk menopang kemandirian finansial, PGRI Banjarnegara telah membentuk koperasi.

“Kami mulai menerapkan cara-cara baru yang lebih tertib dan inovatif. Untuk sektor usaha, koperasi sudah kami dirikan dan tinggal dijalankan,” ujarnya.

Ke depan, Heling menargetkan PGRI tidak lagi bergantung sepenuhnya pada iuran anggota, sekaligus mendorong sekolah-sekolah di bawah naungan PGRI menjadi sekolah unggulan yang dipercaya masyarakat.

“Harapannya, ke deoan semakin mandiri dan sekolah-sekolah PGRI menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Peringati HLUN 2026, Narapidana Lansia di Rutan Banjarnegara Terima Remisi Khusus
Pemkab Banjarnegara Verifikasi 21 Gedung KDKMP, Pastikan Siap Digunakan
Krisis Air Bersih Banjarnegara, 29.110 Jiwa Terdampak Kekeringan
Wakhid Jumali Pimpin PKB Banjarnegara Periode 2026-2031, Targetkan 10 Kursi DPRD
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkab Banjarnegara Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
TAGGED:pgri
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Undian huntara longsor Pandanarum Kabar Haru Jelang Ramadan, Penyintas Longsor Pandanarum Segera Tempati Huntara
Next Article beasiswa santri resmi dibuka Kesempatan Emas! Beasiswa Santri Jateng 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Skemanya

Berita Terbaru

Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.