DALAM upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara menggelar simulasi evakuasi mandiri di Dusun Melikan, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini dilengkapi dengan sosialisasi mitigasi bencana serta pemasangan Early Warning System (EWS) sebagai langkah perlindungan dini bagi masyarakat guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Warga Dilatih Evakuasi Mandiri untuk Hadapi Situasi Darurat
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan bahwa simulasi dan pelatihan evakuasi mandiri serta pemasangan EWS merupakan tindak lanjut dari bencana pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Melikan pada 14 Januari 2026.
“Kami melatih masyarakat agar tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan ketika muncul tanda-tanda awal longsor. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Melalui simulasi ini, warga diajak mengenali jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta langkah-langkah penyelamatan diri secara mandiri saat kondisi darurat.
EWS Dipasang, Sirene Jadi Penanda Dini Ancaman Longsor
Sebagai bagian dari mitigasi struktural, BPBD Banjarnegara juga memasang perangkat Early Warning System di sekitar lokasi longsoran. Alat ini akan mengeluarkan peringatan berupa sirene ketika terdeteksi potensi pergerakan tanah.
“Ketika sirene berbunyi, itu menjadi tanda bahaya. Warga diharapkan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” kata Aji.
Keberadaan EWS ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mempercepat respons evakuasi, sehingga potensi korban dapat ditekan.
Longsor Rusak Enam Rumah, Pemdes Sambut Baik Simulasi Kebencanaan
Kepala Desa Giritirta, Eri Yulianti, mengungkapkan bahwa peristiwa pergerakan tanah terjadi pada 14 Januari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Tebing setinggi sekitar 150 meter longsor. Tiga rumah warga mengalami rusak berat dan tiga lainnya rusak ringan,” jelasnya.
Ia berharap simulasi dan edukasi kebencanaan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar masyarakat semakin siap menghadapi potensi bencana di masa depan.
Warga Merasa Lebih Siap dan Tenang Hadapi Ancaman Bencana
Salah satu warga Dusun Melikan, Suprapto, mengaku kegiatan simulasi sangat membantu. Menurutnya, pengalaman langsung ini membuat warga lebih siap dan tidak lagi panik saat terjadi bencana.
“Waktu kejadian kemarin saya panik, bingung harus lari ke mana. Sekarang sudah lebih paham dan lebih tenang,” ujarnya.
Dengan terpasangnya EWS, warga merasa memiliki peringatan dini yang memberi waktu untuk menyelamatkan diri, sehingga risiko dapat diminimalkan.
*Ikuti media sosial kami.
