Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Ancam 161 Hektare Lahan Pertanian, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat Longsor Irigasi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Ancam 161 Hektare Lahan Pertanian, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat Longsor Irigasi
Banjarnegara

Ancam 161 Hektare Lahan Pertanian, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat Longsor Irigasi

Afifah Anis CH
Last updated: 30 Mei 2026 12:03
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Bupati tetapkan status tanggap darurat untuk irigasi Gemuruh
Bupati Banjarnegara saat menggelar rapat koordinasi dan menetapkan status tanggap darurat untuk tanggul irigasi yang jebol dan mengancam 161 hektare lahan pertanian. (dok. Kominfo)
SHARE

PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara resmi menetapkan status tanggap darurat atas longsornya tanggul saluran irigasi sekunder di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang. Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan kerusakan yang berpotensi mengganggu pasokan air bagi ratusan hektare lahan pertanian.

Contents
  • Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terancam Kekurangan Pasokan Air
  • BBWSSO Siapkan Pompanisasi untuk Jaga Pasokan Air Petani
  • Penyodetan Ilegal Diduga Jadi Salah Satu Penyebab Longsornya Irigasi Skunder Gemuruh
  • Perbaikan Permanen Ditargetkan Rampung Satu Bulan

Penetapan status tanggap darurat dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/440 Tahun 2026. Keputusan itu dihasilkan setelah rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, perwakilan masyarakat, dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) yang digelar di rumah dinas bupati pada Jumat (29/5/2026) malam.

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengatakan langkah tersebut diambil mengingat luasnya dampak yang ditimbulkan terhadap sektor pertanian apabila perbaikan tidak segera dilakukan.

“Prioritas utama pemerintah daerah adalah meminimalisasi dampak longsor irigasi dan mempercepat proses pemulihan,” ujarnya.

Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terancam Kekurangan Pasokan Air

Data Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menunjukkan sekitar 161 hektare lahan sawah terdampak akibat putusnya saluran irigasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 hektare merupakan lahan yang baru selesai panen, sedangkan 121 hektare lainnya berada pada fase awal masa tanam yang sangat membutuhkan suplai air.

Untuk aspek teknis penanganan, pemerintah daerah menyerahkan pelaksanaan kepada BBWSSO yang memiliki kewenangan dan pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air.

Bupati juga meminta Camat Bawang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk segera menyosialisasikan kondisi terkini dan langkah-langkah penanganan kepada masyarakat, khususnya para petani yang terdampak.

Selain itu, masyarakat diharapkan turut menjaga dan memanfaatkan jaringan irigasi secara bertanggung jawab guna mencegah terjadinya kerusakan serupa di masa mendatang.

BBWSSO Siapkan Pompanisasi untuk Jaga Pasokan Air Petani

Sebelumnya, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali bersama Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pertanian, serta jajaran BBWSSO meninjau langsung lokasi longsor pada Jumat pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakhid menjelaskan bahwa perbaikan permanen saluran irigasi akan ditangani oleh BBWSSO dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 30 hari.

Sambil menunggu proses perbaikan selesai, BBWSSO akan menerapkan sistem pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian yang terdampak.

“Untuk menjaga pasokan air pertanian, BBWSSO akan melakukan pemompaan air dari saluran irigasi sekunder Siwuluh menggunakan sistem mobile pump,” kata Wakhid.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset irigasi agar tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Penyodetan Ilegal Diduga Jadi Salah Satu Penyebab Longsornya Irigasi Skunder Gemuruh

Wakil Bupati mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi awal, salah satu faktor yang diduga memicu longsor irigasi tersebut adalah praktik penyodetan atau pengambilan aliran irigasi secara ilegal.

Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya mengurangi debit air yang mengalir ke lahan pertanian, tetapi juga memicu rembesan air ke dalam tanah yang berpotensi melemahkan struktur tanggul.

“Longsor ini menjadi perhatian bersama. Salah satu pemicunya adalah adanya penyodetan ilegal yang tidak sesuai peruntukan sehingga menimbulkan rembesan dan berkontribusi terhadap terjadinya longsor,” ujarnya.

Perbaikan Permanen Ditargetkan Rampung Satu Bulan

Kepala BBWSSO Maryadi Utama mengatakan hasil koordinasi di lapangan menghasilkan dua langkah penanganan yang dilakukan secara paralel.

Langkah pertama adalah penanganan darurat melalui pompanisasi dari saluran irigasi sekunder Siwuluh untuk memenuhi kebutuhan air petani yang saat ini memasuki masa pengolahan lahan.

“Mulai hari ini kami mengoperasikan mobile pump dengan kapasitas 250 liter per detik untuk mengalirkan air ke area terdampak,” kata Maryadi.

Sementara itu, langkah kedua adalah pembangunan sistem penanganan permanen pada tanggul yang longsor. Kerusakan tercatat mencapai panjang sekitar 50 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 12 meter.

Perbaikan akan dilakukan dengan pemasangan jaringan pipa yang diperkuat menggunakan bronjong sebagai penahan struktur tanah. BBWSSO menargetkan seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.

“Setelah jaringan pipa permanen selesai dibangun, sistem tersebut akan langsung dioperasikan untuk mengembalikan fungsi irigasi secara normal,” ujarnya.

*Ikuti media sosial kami.

Jaga DAS Serayu, PLN Indonesia Power UBP Mrica Tanam 1.031 Pohon
Rutan Banjarnegara Perkuat Integritas dan Deteksi Dini Gangguan Kamtib
Di Balik Segelas Dawet Ayu, Ada Tangan yang Setia Menjaga Tradisi
Wakhid Jumali Pimpin PKB Banjarnegara Periode 2026-2031, Targetkan 10 Kursi DPRD
Ribuan Pelajar Serbu Haksa Run 6K, SMK HKTI 1 Purwareja Klampok Cetak Bibit Atlet Lari Muda
TAGGED:bupati banjarnegarairigasi jebolirigasi skundertanggap darurattanggul irigasi jebol
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article remisi lansia Rutan Banjarnegara Peringati HLUN 2026, Narapidana Lansia di Rutan Banjarnegara Terima Remisi Khusus
Next Article BTB Banjarnegara saat melakukan tebar benih di Waduk Mrica BTB Banjarnegara Gelar Pelatihan Water Rescue dan Tebar 10 Ribu Benih Ikan di Waduk Mrica

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.