KABARBANYUMASRAYA.COM – Ketua SGN Jateng, Helmi Tas’an Wartono, menyiapkan sejumlah program unggulan untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan pemberdayaan anggota selama lima tahun ke depan.
Fokus program diarahkan pada penguatan kewirausahaan, pengembangan potensi anggota, perluasan kemitraan, serta peningkatan peran organisasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Helmi menegaskan, pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni atau momentum menerima jabatan, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian bersama.
Menurutnya, amanah organisasi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal pengabdian dan tanggung jawab bersama. Kami menerima amanah ini bukan semata-mata sebagai kehormatan, melainkan sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan,” ujarnya.
Perkuat Kewirausahaan dan Ekonomi Anggota
Helmi mengatakan, SGN harus menjadi rumah besar bagi santri dan seluruh anggota dari berbagai latar belakang. Selain menjaga nilai-nilai keagamaan, organisasi juga perlu menjadi wadah pengembangan keterampilan, potensi, dan kemandirian ekonomi.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memetakan potensi usaha, produk, jasa, serta keterampilan yang dimiliki anggota. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program pelatihan, pendampingan kewirausahaan, hingga membuka akses pasar.
SGN Jateng juga berencana memperluas jejaring kerja sama dengan pondok pesantren, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan dunia usaha.
Untuk membantu pemasaran produk anggota, organisasi akan mengembangkan katalog promosi dan menggelar temu usaha agar produk maupun jasa yang dihasilkan anggota semakin dikenal masyarakat.
Helmi juga mengajak seluruh anggota membangun kebiasaan saling mendukung, terutama dalam aktivitas ekonomi.
“Yang paling sederhana dan paling menentukan adalah membiasakan diri saling mendukung. Sebelum membeli dari tempat lain, kita tanya dulu, adakah saudara kita yang menyediakannya,” katanya.
Perluas Peran di Bidang Sosial dan Kemasyarakatan
Selain pemberdayaan ekonomi, SGN Jateng akan memperkuat kontribusi organisasi di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pendidikan, sosial, kesehatan, hukum, hingga pemberdayaan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan dengan menghubungkan anggota dan mitra sesuai keahlian serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Helmi menekankan, setiap kegiatan harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, program organisasi tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga harus memiliki dampak yang dapat dirasakan dan dievaluasi.
Menurutnya, organisasi yang kuat bukan diukur dari banyaknya agenda yang diselenggarakan, melainkan dari besarnya manfaat yang diberikan kepada anggota dan masyarakat.
Empat Fokus Komitmen SGN Jateng Lima Tahun ke Depan
Untuk memastikan seluruh program berjalan terarah, Helmi menetapkan empat fokus komitmen kepengurusan SGN Jateng selama lima tahun ke depan.
Pertama, konsolidasi organisasi dan pemetaan potensi anggota. Kedua, penguatan kapasitas serta keterampilan anggota. Ketiga, pendampingan usaha dan pengembangan kewirausahaan. Keempat, perluasan kemitraan dan kolaborasi yang disertai evaluasi program serta kaderisasi secara berkala.
Ia menilai, keberhasilan menjalankan agenda tersebut membutuhkan soliditas seluruh jajaran pengurus, koordinator wilayah (korwil), dan mitra organisasi.
Karena itu, komunikasi dan pembagian tanggung jawab di setiap bidang harus diperkuat. Seluruh pengurus diharapkan mampu mengesampingkan kepentingan sektoral dan mengutamakan kerja sama.
“Mari kita jaga komunikasi, tinggalkan ego sektoral, dan utamakan kerja bersama yang terbuka serta bertanggung jawab,” tegasnya.
Ajak Seluruh Pengurus Bergerak Bersama
Helmi mengajak seluruh pengurus, korwil, anggota, dan mitra untuk terlibat aktif dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, setiap unsur memiliki peran penting dalam mewujudkan SGN Jateng yang solid, mandiri, dan bermanfaat.
Ia berharap kepengurusan lima tahun mendatang mampu menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat kemandirian ekonomi, serta memperluas kontribusi sosial organisasi.
“Ukuran keberhasilan kita sederhana, bukan pada banyaknya acara, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat,” ungkapnya.
Helmi pun mengajak seluruh jajaran menjadikan momentum pelantikan sebagai titik awal untuk memperkuat niat pengabdian, membangun kebersamaan, dan bekerja secara nyata demi kemajuan organisasi.
