Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Hari Santri 2026, 555 Ribu Santri Jateng Diajak Perangi Kemiskinan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Hari Santri 2026, 555 Ribu Santri Jateng Diajak Perangi Kemiskinan
Jateng

Hari Santri 2026, 555 Ribu Santri Jateng Diajak Perangi Kemiskinan

Afifah Anis CH
Last updated: 22 Oktober 2026 13:53
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Tegal turut diisi dengan penyerahan bantuan renovasi kepada empat pondok pesantren.
Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Tegal turut diisi dengan penyerahan bantuan renovasi kepada empat pondok pesantren. (dok Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Masalah kemiskinan masih menjadi PR besar bagi pemerintah, untuk itu pada peringatan Hari Santri Nasional ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak sekitar 555 ribu santri di Jawa Tengah mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, terutama untuk menekan angka kemiskinan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Contents
  • Ahmad Luthfi Soroti Kemiskinan di Jawa Tengah
  • Program Pesantren Obah Perkuat Kemandirian Santri
  • Empat Pesantren di Kota Tegal Terima Bantuan Renovasi
  • Santri Diharapkan Menjadi Penyejuk di Tengah Masyarakat

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ke-11 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pancasila, Kota Tegal, Kamis (22/10/2026). Ia menegaskan, semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 harus terus diwariskan, tetapi diwujudkan melalui perjuangan yang sesuai dengan tantangan zaman.

Menurut Luthfi, jika dahulu santri berada di garis depan perjuangan melawan penjajah, kini mereka memiliki tanggung jawab untuk membantu mengatasi persoalan sosial dan ekonomi, termasuk kemiskinan.

“Para santri harus mampu menjadi benteng terakhir dan garda terdepan dalam membangun daerahnya, mulai dari kabupaten hingga provinsi. Dengan cara apa? Menyejahterakan masyarakat dengan mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.

Ahmad Luthfi Soroti Kemiskinan di Jawa Tengah

Luthfi menyebut tingkat kemiskinan di Jawa Tengah masih berada di angka 9,21 persen. Pemerintah provinsi menargetkan satu juta warga dapat keluar dari kemiskinan, di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang tercatat sebesar 5,76 persen berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS).

Untuk mencapai target tersebut, menurut dia, seluruh potensi daerah perlu dilibatkan, termasuk komunitas pesantren. Bertepatan dengan peringatan hari santri ini, serta jumlah santri yang mencapai sekitar 555 ribu orang, pesantren dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.

Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga melahirkan generasi mandiri yang mampu mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya.

Karena itu, Luthfi mendorong santri memperkuat keterampilan dan kemampuan berwirausaha tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan pendidikan pesantren.

Program Pesantren Obah Perkuat Kemandirian Santri

Upaya pemberdayaan tersebut sejalan dengan program Pesantren Obah yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah koordinasi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dengan melibatkan Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait.

Program ini mencakup dukungan beasiswa pendidikan, bantuan pondok pesantren, pengembangan usaha santri, serta insentif bagi guru madrasah diniyah (madin).

Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Selain itu, sebanyak 58 santri memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, antara lain ke Yaman dan Mesir.

“Provinsi Jawa Tengah telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Kita juga memberikan beasiswa kepada santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Yaman, Mesir, dan negara lainnya, sebanyak 58 santri,” kata Luthfi.

Dukungan juga diberikan kepada para pengajar keagamaan. Pada 2025, program insentif guru agama menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar.

Berbagai program tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas santri dan tenaga pendidik dalam mendukung pembangunan daerah.

Empat Pesantren di Kota Tegal Terima Bantuan Renovasi

Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Tegal turut diisi dengan penyerahan bantuan renovasi kepada empat pondok pesantren. Masing-masing pesantren menerima bantuan sebesar Rp25 juta.

Keempat penerima bantuan tersebut adalah Ponpes Al Munawarroh Margadana, Nurul Ma’arif, Insan Tebuireng, dan Mambaul Ulum.

Pemprov Jateng juga menyerahkan insentif kepada 1.390 pengajar keagamaan dengan total nilai Rp834 juta serta membagikan 300 paket sembako.

Secara keseluruhan, nilai bantuan renovasi pesantren dan insentif pengajar mencapai Rp934 juta, di luar bantuan paket sembako.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran lembaga pendidikan keagamaan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan para pengajar dan masyarakat.

Santri Diharapkan Menjadi Penyejuk di Tengah Masyarakat

Selain berkontribusi dalam pendidikan dan ekonomi, Luthfi meminta kalangan santri turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menilai stabilitas daerah menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah situasi geopolitik yang dinamis, santri dan komunitas pesantren diharapkan mampu menjaga suasana kondusif, meredam ketegangan, serta memperkuat kerukunan di lingkungan masing-masing.

“Potensi ini harus kita kelola dan kita gandeng untuk menjadi cooling system, atau penyejuk di tengah masyarakat,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, semangat Resolusi Jihad tidak boleh berhenti sebagai ingatan sejarah. Nilai perjuangan tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga menjaga persatuan.

“Para santri harus mempunyai kebanggaan dalam dirinya untuk ikut membangun bangsa,” katanya.

Mobile JKN Permudah Layanan BPJS Kesehatan, Peserta di Kebumen Akui Urus Administrasi Kini Lebih Praktis
Gubernur Luthfi Ultimatum BUMD: Tingkatkan PAD atau Siap Dievaluasi
Jateng Bidik Investasi India, Tawarkan Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Bernilai Strategis
Apindo Sebut Jawa Tengah Berpeluang Saingi Vietnam sebagai Magnet Investasi Asia Tenggara
Media Massa Didorong Jadi Penjernih Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
TAGGED:hari santrikemiskinan Jawa Tengahpemberdayaan santripesantren obahResolusi Jihad
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Reses Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Next Article Minimarket yang menjadi lokasi aksi pencurian di Banjarnegara CCTV Ungkap Dugaan Pencurian di Indomaret Banjarnegara, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2,4 Juta

Berita Terbaru

KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Minimarket yang menjadi lokasi aksi pencurian di Banjarnegara
CCTV Ungkap Dugaan Pencurian di Indomaret Banjarnegara, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2,4 Juta
Banjarnegara
Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.