Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Bukan Sekadar Berdoa Minta Hujan, PLN UBP Mrica Soroti Pentingnya Menjaga DAS Serayu
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Bukan Sekadar Berdoa Minta Hujan, PLN UBP Mrica Soroti Pentingnya Menjaga DAS Serayu
Banjarnegara

Bukan Sekadar Berdoa Minta Hujan, PLN UBP Mrica Soroti Pentingnya Menjaga DAS Serayu

Afifah Anis CH
Last updated: 9 Oktober 2026 18:05
By Afifah Anis CH
6 Min Read
Share
PLN Indonesia Power UBP Mrica gelar salat istisqa
PLN Indonesia Power UBP Mrica gelar salat istisqa. (dok. IP UBP Mrica)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Upaya menjaga ketersediaan air menjadi perhatian penting bagi masyarakat sekaligus sektor energi. PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP Mrica) pun menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan dan keberkahan bagi lingkungan serta masyarakat.

Contents
  • Salat Istisqa Jadi Ikhtiar di Tengah Kemarau
  • Kelestarian DAS Serayu Berpengaruh terhadap Keberlanjutan PLTA
  • UBP Mrica Dorng Penghijauan dan Pemberdayaan Masyarakat
  • Menjaga Air Berarti Menjaga Masa Depan Energi Bersih

Kegiatan salat istisqa dilaksanakan secara serentak di seluruh subunit UBP Mrica dengan melibatkan insan perusahaan. Selain menjadi sarana berdoa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran mengenai pentingnya menjaga sumber daya air yang menopang kehidupan dan pembangkitan listrik tenaga air.

Bagi UBP Mrica, ketersediaan air memiliki arti strategis. Sebagai pengelola PLTA Panglima Besar Jenderal Soedirman, unit tersebut bergantung pada keberlanjutan sumber daya air untuk mendukung produksi energi bersih.

Karena itu, doa bersama di tengah kemarau juga menjadi pengingat bahwa menjaga air membutuhkan langkah nyata, mulai dari pelestarian lingkungan hingga perlindungan kawasan tangkapan air di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.

Salat Istisqa Jadi Ikhtiar di Tengah Kemarau

Pelaksanaan salat istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual keluarga besar PLN Indonesia Power UBP Mrica untuk memohon hujan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan yang digelar serentak di seluruh subunit tersebut mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap kondisi sumber daya air, terutama ketika musim kemarau meningkatkan perhatian terhadap ketersediaan air.

Senior Manager UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, mengatakan bahwa air memiliki peran penting, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai sumber energi yang mendukung aktivitas masyarakat.

“Shalat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual kita untuk memohon hujan. Tetapi di sisi lain, ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa air harus dijaga. Bagi UBP Mrica, air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga sumber energi bersih. Karena itu, menjaga keberlanjutan air berarti turut menjaga keberlanjutan energi dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap air perlu diwujudkan melalui tindakan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya menjaga sumber daya air tidak hanya dilakukan ketika kemarau berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Kelestarian DAS Serayu Berpengaruh terhadap Keberlanjutan PLTA

Sebagai pengelola PLTA Panglima Besar Jenderal Soedirman, UBP Mrica memiliki keterkaitan erat dengan kondisi lingkungan di wilayah DAS Serayu.

Waduk Mrica menjadi bagian penting dalam sistem pembangkitan listrik tenaga air. Oleh sebab itu, keberlanjutan sumber daya air dan kondisi kawasan tangkapan air menjadi perhatian dalam menjaga manfaat waduk bagi pembangkitan energi.

Tutupan vegetasi, kelestarian kawasan hulu, dan pengelolaan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya menjaga ekosistem daerah aliran sungai. Kerusakan lingkungan di wilayah tangkapan air dapat memengaruhi kondisi hidrologis dan meningkatkan risiko sedimentasi, meskipun dampaknya bergantung pada berbagai faktor.

Karena itu, pelestarian DAS Serayu perlu melibatkan berbagai pihak agar fungsi lingkungan tetap terjaga dan manfaat sumber daya air dapat dirasakan secara berkelanjutan.

UBP Mrica Dorng Penghijauan dan Pemberdayaan Masyarakat

Komitmen PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam menjaga keberlanjutan air juga diwujudkan melalui berbagai program lingkungan bersama masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah DAS Serayu.

Upaya tersebut mencakup penghijauan, penanaman pohon, penguatan kelompok masyarakat, serta pengembangan kegiatan ekonomi yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran bahwa perlindungan sumber daya air tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dari hulu hingga hilir.

Wasis menegaskan, kolaborasi menjadi faktor penting agar upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Konservasi tidak bisa dilakukan sendirian. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran masing-masing. Yang kita jaga hari ini bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk memastikan manfaat air tetap dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” lanjutnya.

Melalui keterlibatan masyarakat dalam program lingkungan, upaya konservasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap sumber daya alam di sekitar tempat tinggal.

Menjaga Air Berarti Menjaga Masa Depan Energi Bersih

Bagi UBP Mrica, kelestarian DAS Serayu merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangkitan listrik tenaga air sekaligus mendukung manfaat lingkungan bagi masyarakat.

Ketersediaan air yang terjaga menjadi salah satu faktor penting bagi operasional PLTA. Pada saat yang sama, pengelolaan lingkungan yang baik turut mendukung keberlangsungan fungsi ekosistem dan kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar.

Melalui pelaksanaan salat istisqa, UBP Mrica mengajak seluruh pihak untuk memadukan ikhtiar spiritual dengan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Pelestarian kawasan hulu, penanaman pohon, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari langkah yang perlu dilakukan secara konsisten.

Harapannya, hujan yang turun nantinya membawa manfaat bagi kehidupan, membantu memenuhi kebutuhan air, dan mendukung keberlanjutan ekosistem serta energi bersih.

Sebab, menjaga air bukan hanya soal memenuhi kebutuhan hari ini, melainkan juga memastikan sumber daya yang menopang kehidupan dan pembangkitan listrik tetap tersedia bagi generasi mendatang.

Alami Sakit Perut, Rutan Banjarnegara Gerak Cepat Rujuk Warga Binaan ke RSUD
Bupati Amalia Tegaskan Stunting Tak Melulu Soal Kemiskinan, Pola Asuh Jadi Kunci Utama
Tak Hanya Soal Listrik, PLN UBP Mrica Serahkan Alat Permainan Edukatif untuk Anak
32 Santri Banjarnegara Berangkat ke Porsadin Jateng 2026, Bupati Beri Pesan Khusus
746 PPPK Banjarnegara Ikuti Orientasi, Wabup Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
TAGGED:berita Banjarnegara.das serayuenergi bersihkekeringankemarau Banjarnegarakonservasi sumber daya airPLTA Mricasalat istisqasalat istisqa Banjarnegaraubp mricawaduk mrica
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pembukaan Kejurprov Pencak Silat PSHT menjadi ruang bagi pesilat muda dalam meraih prestasi Ratusan Pesilat Muda Adu Kemampuan di Kejurprov PSHT 2026 Banjarnegara
Next Article Sebanyak 224 mahasiswa NTT di Semarang mendapat bantuan biaya kos Rp 374,2 juta dari Gubernur Ahmad Luthfi untuk tiga bulan setelah gempa berdampak pada keluarga mereka. Tetap Kuliah di Tengah Kekhawatiran Pascagempa, 224 Mahasiswa NTT Dapat Bantuan Kos

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.