Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Mengenal Ujungan Gumelem, Tradisi Leluhur Banjarnegara untuk Memohon Turunnya Hujan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Mengenal Ujungan Gumelem, Tradisi Leluhur Banjarnegara untuk Memohon Turunnya Hujan
Banjarnegara

Mengenal Ujungan Gumelem, Tradisi Leluhur Banjarnegara untuk Memohon Turunnya Hujan

Afifah Anis CH
Last updated: 26 September 2026 12:33
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Ujungan merupakan satu tradisi masyarakat Gumelem dalam ritual meminta hujan
Ujungan merupakan satu tradisi masyarakat Gumelem dalam ritual meminta hujan. (dok.kbr)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM –  Suara sorak warga pecah di lapangan Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jumat (25/9/2026) sore. Di tengah arena, dua laki-laki saling berhadapan dan bergantian menyabetkan rotan pada kaki lawannya, bukan untuk saling menciderai, aksi ini merupakan bagian dari seni dan tradisi Ujungan.

Contents
  • Ujungan Gumelem Jadi Ritual Memohon Hujan
  • Pukulan Rotan Kini Hanya Menyasar Kaki
  • Warga Berharap Ujungan Membawa Hujan
  • Pemkab Banjarnegara Dorong Pelestarian Ujungan

Ribuan warga datang menyaksikan tradisi ujungan yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut. Bagi masyarakat Gumelem, Ujungan bukan sekadar pertunjukan ketangkasan, tetapi bagian dari ritual adat untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun di tengah kekurangan air.

Ujungan Gumelem Jadi Ritual Memohon Hujan

Ketua Adat Desa Gumelem Wetan, Budi Sulistyo, mengatakan Ujungan merupakan tradisi spiritual yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama.

“Ini tradisi turun-temurun untuk memohon hujan. Harapannya Allah mengabulkan doa masyarakat Gumelem dan sekitarnya yang sedang mengalami kekurangan air,” ujarnya.

Menurut Budi, pelaksanaan Ujungan dimulai setiap Jumat Kliwon. Jika hujan belum turun, ritual dapat kembali digelar pada Jumat berikutnya hingga harapan masyarakat terpenuhi.

Para pemain yang turun ke arena merupakan warga yang memiliki kemampuan sekaligus ketertarikan terhadap tradisi tersebut.

Pukulan Rotan Kini Hanya Menyasar Kaki

Tradisi Ujungan mengalami perubahan dalam aturan permainan. Budi menyebut sebelum tahun 1980, sasaran pukulan masih diperbolehkan hingga bagian kepala.

Kini, pukulan rotan hanya diarahkan ke bagian paha hingga kaki untuk mengurangi risiko cedera yang lebih serius.

Meski benturan rotan terkadang menyebabkan luka dan darah, para pemain tidak membawa perselisihan keluar arena. Bagi masyarakat setempat, konflik hanya terjadi selama pertarungan berlangsung.

“Dendam hanya ada di dalam arena. Setelah selesai, semuanya kembali bersaudara,” kata Budi.

Salah seorang peserta, Basiran, juga mengaku tidak gentar meski beberapa kali terkena sabetan rotan hingga mengalami luka pada kaki.

“Rasanya asyik saja. Tidak ada rasa sakit,” ujarnya setelah pertandingan.

Warga Berharap Ujungan Membawa Hujan

Basiran berharap ritual tersebut benar-benar diikuti turunnya hujan. Ujungan dapat dilaksanakan hingga tiga atau empat kali, terutama ketika kemarau masih berlangsung.

Menurut dia, kondisi kekeringan membuat petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian.

“Harapannya setelah Ujungan ini hujan turun, supaya petani mudah mendapatkan air dan semuanya kembali enak,” katanya.

Pemkab Banjarnegara Dorong Pelestarian Ujungan

Sekretaris Daerah Banjarnegara Hendro Cahyono mengatakan pemerintah daerah mendukung pelestarian Ujungan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat setempat.

Pemkab Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kata dia, terus melakukan pembinaan agar tradisi tersebut tetap hidup di tengah masyarakat.

“Kami harapkan tradisi ini terus diuri-uri agar tetap lestari. Pemkab melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus melakukan pembinaan, dan Ujungan juga diusulkan sebagai warisan budaya tak benda,” ujar Hendro.

Bagi masyarakat Gumelem, Ujungan bukan hanya atraksi tradisional. Ritual tersebut menjadi ruang berkumpul, menjaga hubungan antarmasyarakat, sekaligus menyampaikan doa bersama di tengah kondisi kekeringan.

*Ikuti media sosial kami.

Bakal Jadi Ladang Cuan UMKM, Kadin Banjarnegara Siap Gelar Nobar Piala Dunia
Perkuat Semangat Kebangsaan, Rofik Hananto dan Bupati Banjarnegara Ajak Warga Jadi Duta Pancasila
Pemkab Banjarnegara Verifikasi 21 Gedung KDKMP, Pastikan Siap Digunakan
Perkuat Edukasi Narkotika, Pemkab Banjarnegara dan BNNK Purbalingga
Banjarnegara Rayakan Hari Jadi ke-455: Rekor MURI Dawet Ayu hingga Pesta Rakyat Meriah
TAGGED:meminta hujanseni ujungantradisi ujunganujungan gumelem
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Petugas saat panen cabai di lahan sempit RUtan Banjarnegara Lahan Sempit Rutan Banjarnegara Hasilkan 4 Kg Cabai
Next Article Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko saat memberiakan keterangan pers terkait Kombes F.(Foto: humas.polri.go.id) Kombes F Masuk Patsus Propam, Polri Tegaskan Penanganan Kasus Tanpa Impunitas

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.