KABARBANYUMASRAYA.COM – Bazar UMKM MTQ Nasional XXXI menjadi etalase produk unggulan dari UMKM 35 provinsi sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah tak hanya menjadi ajang perlombaan Al-Qur’an. Perhelatan nasional yang berlangsung di Semarang pada 11–20 September 2026 itu juga menghadirkan bazar UMKM dari 35 provinsi.
Pameran tersebut dibuka Sabtu (12/9/2026) di Gama Plaza, Lapangan Parkir Eks E Plaza, kawasan Simpang Lima Semarang. Puluhan stan akan menampilkan beragam produk unggulan yang dibawa para peserta dari berbagai daerah.
UMKM 35 Provinsi Ramaikan Bazar MTQ Nasional
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pelibatan UMKM 35 Provinsi, dimana bazar dari seluruh provinsi ini merupakan bentuk keterbukaan Jateng sebagai tuan rumah.
Menurutnya, momentum MTQ Nasional menjadi kesempatan untuk mempertemukan produk UMKM 35 Provinsi dengan masyarakat dan ribuan tamu yang datang ke Jawa Tengah.
“Kita enggak pengin maju sendiri. Kita juga pengin mengenalkan UMKM 35 provinsi yang ada di seluruh Nusantara ini,” kata Taj Yasin.
Taj Yasin yang juga Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah berharap bazar tersebut tidak berhenti pada promosi. Pelaku UMKM dari berbagai daerah diharapkan bisa mendapatkan akses pasar dan peluang kerja sama baru.
Bazar MTQ Jadi Etalase Produk Nusantara
Kehadiran stan UMKM dari 35 provinsi membuat kawasan pameran menjadi etalase produk dari berbagai penjuru Indonesia.
Konsep tersebut sekaligus memperluas manfaat penyelenggaraan MTQ Nasional. Selain menjadi ruang kompetisi dan silaturahmi antarkafilah, ajang ini juga mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen dari berbagai daerah.
Bagi Jawa Tengah, kehadiran peserta dan tamu dari seluruh Indonesia menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat promosi produk daerah.
Menag: MTQ Indonesia Berkembang hingga Tingkat Nasional
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai MTQ di Indonesia memiliki karakter yang berbeda karena berkembang secara berjenjang dari tingkat masyarakat hingga nasional.
Tradisi tersebut, menurutnya, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan tidak sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an.
“Indonesia itu salah satu ciri khasnya adalah MTQ-nya sangat ramai,” ujar Nasaruddin.
Ia menyebut MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi salah satu penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbesar. Salah satu faktornya adalah bertambahnya cabang yang diperlombakan.
MTQ Nasional Kembali ke Semarang Setelah 47 Tahun
MTQ Nasional XXXI juga memiliki arti khusus bagi Jawa Tengah karena kembali digelar di Semarang setelah 47 tahun.
Nasaruddin mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Kehadiran sejumlah gubernur dalam rangkaian awal MTQ juga dinilainya menjadi sinyal positif.
“Baru kali ini malam ta’aruf banyak gubernur yang datang, biasanya kan pembukaannya saja gubernur datang. Ini tanda-tanda kesuksesan,” kata Nasaruddin.
Dengan hadirnya bazar UMKM dari 35 provinsi, MTQ Nasional 2026 di Semarang diharapkan tak hanya memperkuat syiar keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran budaya, promosi produk, dan pembukaan peluang ekonomi bagi pelaku usaha dari berbagai daerah.
*Ikuti media sosial kami.
