SEMARANG — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 tak sekadar menghadirkan seremoni. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari bazar pangan murah, job fair, pameran UMKM, hiburan gratis, hingga kuliner khas Boyolali yang dibagikan secara cuma-cuma.
- Hari Jadi Jateng ke-81 Usung Semangat “Gumregut Nyawiji”
- Puncak Hari Jadi Jateng Digelar di Boyolali
- Pameran UMKM Jateng Libatkan Ratusan Pelaku Usaha
- PRPP Semarang Jadi Pusat Hiburan dan Budaya
- Jawa Tengah Bersholawat Hadirkan Nuansa Religi
- 4.500 Porsi Soto dan Nasi Tumpang Gratis di Boyolali
- Hari Jadi Jateng Didorong Beri Dampak Ekonomi
Mengusung tema “Gumregut Nyawiji”, rangkaian Hari Jadi Jateng tahun ini menempatkan semangat kolaborasi dan gotong royong sebagai roh utama kegiatan. Puncak peringatan akan berlangsung di Alun-alun Kidul Boyolali pada 19 Agustus 2026, melalui upacara dan resepsi Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah.
Hari Jadi Jateng ke-81 Usung Semangat “Gumregut Nyawiji”
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno mengatakan, tema Hari Jadi Jateng ke 81 “Gumregut Nyawiji” dipilih untuk menggambarkan semangat masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam bergerak bersama membangun Jawa Tengah.
Menurutnya, filosofi tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga berbagai elemen lainnya.
“Gumregut Nyawiji itu sebenarnya bahasa Jawa dari kolaborasi. Jadi bareng-bareng bersemangat untuk membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Sumarno.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai memimpin rapat persiapan Hari Jadi Jawa Tengah di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Puncak Hari Jadi Jateng Digelar di Boyolali
Berbeda dari kegiatan yang hanya terpusat di satu lokasi, rangkaian Hari Jadi Jateng ke-81 tahun ini dirancang tersebar di sejumlah wilayah. Pemprov Jateng ingin masyarakat di berbagai daerah dapat ikut merasakan kemeriahan sekaligus manfaat ekonomi dari peringatan tersebut.
Rangkaian utama diawali dengan upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali. Upacara dan resepsi dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB di Alun-alun Kidul Boyolali.
Pameran UMKM Jateng Libatkan Ratusan Pelaku Usaha
Semarak Hari Jadi Jateng berlanjut melalui Pameran UMKM yang digelar pada 20–22 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.
Ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pemprov berharap pameran menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang transaksi bagi pelaku usaha lokal.
Sumarno menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. Area halaman Kantor Gubernur bahkan dipenuhi tenda untuk menampung kegiatan tersebut.
“Volume antusiasmenya sangat besar, hampir semua halaman kantor gubernur penuh tenda. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk hadir dan membela produk lokal,” ujarnya.
Bagi masyarakat, pameran ini menjadi kesempatan untuk mengenal sekaligus membeli berbagai produk unggulan UMKM Jawa Tengah secara langsung.
PRPP Semarang Jadi Pusat Hiburan dan Budaya
Selain kegiatan ekonomi, Pemprov Jateng juga menyiapkan agenda hiburan dan seni budaya di kawasan PRPP Semarang.
Masyarakat dapat menikmati berbagai perlombaan, atraksi seni budaya, hingga pertunjukan musik gratis. Salah satu penampil yang dijadwalkan hadir adalah Kla Project.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali berbagai potensi wisata dan budaya Jawa Tengah.
Pemprov Jateng juga menggelar Fun Run dengan rute yang melintasi kawasan wisata Puri Maerokoco.
“Kami ingin mempromosikan kembali Puri Maerokoco supaya masyarakat Jawa Tengah mengingat dan mengenal lagi kawasan tersebut,” tutur Sumarno.
Jawa Tengah Bersholawat Hadirkan Nuansa Religi
Semarak Hari Jadi Jateng juga dilengkapi kegiatan bernuansa religi. Pemprov Jateng telah menjadwalkan Jawa Tengah Bersholawat di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara agenda peringatan Hari Jadi dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat secara luas.
4.500 Porsi Soto dan Nasi Tumpang Gratis di Boyolali
Salah satu agenda yang diprediksi paling menarik perhatian masyarakat adalah Friendship Run Borobudur Marathon 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penutup peringatan Hari Jadi Jateng. Sebanyak 1.000 peserta dan 750 pesenam dijadwalkan ambil bagian, selain keterlibatan masyarakat umum.
Tak hanya olahraga, peserta dan masyarakat juga akan disuguhi kuliner khas Boyolali secara gratis.
Panitia menyiapkan 2.500 porsi soto Boyolali dan 2.000 porsi nasi tumpang, sehingga total sekitar 4.500 porsi kuliner akan dibagikan kepada masyarakat.
“Boyolali dikenal sebagai Kota Soto dan Kota Sambal Tumpang. Nanti setelah lari, masyarakat dan peserta bisa menikmati sekitar 4.500 porsi soto dan nasi tumpang gratis,” kata Sumarno.
Agenda tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
Hari Jadi Jateng Didorong Beri Dampak Ekonomi
Pemprov Jateng menegaskan seluruh rangkaian Hari Jadi ke-81 tidak dirancang sekadar sebagai acara seremonial.
Kegiatan ekonomi, hiburan, olahraga, budaya, hingga kuliner sengaja dikemas agar masyarakat dapat terlibat secara langsung dan pelaku usaha memperoleh manfaat.
Menurut Sumarno, kehadiran masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan rangkaian kegiatan tersebut memberikan efek ekonomi yang lebih luas.
“Kami sangat berharap masyarakat hadir dan berpartisipasi. Event ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi kami ingin ada dampak ekonomi nyata, khususnya bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Dengan konsep “Gumregut Nyawiji”, Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat, UMKM, pelaku seni budaya, komunitas, dan berbagai sektor lainnya.
*Ikuti media sosial kami.
