IKN,KABARBANYUMASRAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin agresif memperluas kolaborasi serta peluang investasi dan pasar baru bagi pelaku usaha daerah. Melalui kunjungan kerja ke Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat melibatkan potensi unggulan Jawa Tengah dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Langkah kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah provinsi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari industri furnitur, perbankan, penyediaan barang dan jasa, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Jawa Tengah Ingin Ambil Peran dalam Pembangunan IKN
Kunjungan itu merupakan rangkaian agenda kerja Ahmad Luthfi di Kalimantan Timur yang berfokus pada penguatan jejaring investasi serta pembukaan pasar baru bagi produk dan industri asal Jawa Tengah.
Rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diterima langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bersama jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMD Jawa Tengah, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Menurut Ahmad Luthfi, pembangunan IKN membuka peluang besar bagi daerah untuk ikut berkontribusi sekaligus memperluas pasar bagi berbagai sektor unggulan yang dimiliki Jawa Tengah.
“Misalnya Jepara yang sudah dikenal sebagai sentra furnitur. Saya ingin melihat apakah ada peluang kerja sama penyediaan furnitur dari Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan di IKN,” ujar Ahmad Luthfi.
Tak Hanya Furnitur, Kolaborasi Juga Disiapkan pada Perbankan hingga Perguruan Tinggi
Gubernur menjelaskan, peluang sinergi dan kolaborasi tidak hanya terbatas pada industri furnitur. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mulai menjajaki kerja sama melalui berbagai organisasi perangkat daerah, BUMD, sektor perbankan, hingga perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan pembangunan IKN yang terus berkembang.
Menurutnya, keterlibatan tersebut diharapkan mampu memperluas ruang usaha bagi pelaku ekonomi Jawa Tengah sekaligus memperkuat posisi provinsi sebagai mitra strategis pembangunan nasional.
“Intinya, Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” tegasnya.
Otorita IKN Tawarkan Insentif Fiskal bagi Mitra Daerah
Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru beserta berbagai skema pembiayaan yang saat ini dijalankan.
Pembangunan IKN didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, hingga hibah.
Hingga saat ini, realisasi investasi swasta di kawasan IKN telah mencapai Rp74,54 triliun yang berasal dari 67 investor, sedangkan proyek melalui skema KPBU memiliki nilai sekitar Rp134,25 triliun.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan pihaknya terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari percepatan pembangunan ibu kota baru.
“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” kata Basuki.
Peluang Kerja Sama Meluas hingga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Basuki menambahkan, ruang kolaborasi antara Otorita IKN dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya terbatas pada investasi.
Menurutnya, sinergi juga terbuka dalam penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata yang mendukung ekosistem pembangunan IKN.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Selain mempercepat pembangunan IKN, kerja sama itu juga diyakini akan membuka pasar baru bagi pelaku usaha Jawa Tengah, meningkatkan investasi, memperkuat daya saing industri daerah, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
*Ikuti media sosial kami.
