Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Gus Yasin Dorong UIN Sunan Kudus Kembangkan Ekoteologi, Kampus Diajak Berkolaborasi Atasi Kekeringan dan Banjir
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Gus Yasin Dorong UIN Sunan Kudus Kembangkan Ekoteologi, Kampus Diajak Berkolaborasi Atasi Kekeringan dan Banjir
Jateng

Gus Yasin Dorong UIN Sunan Kudus Kembangkan Ekoteologi, Kampus Diajak Berkolaborasi Atasi Kekeringan dan Banjir

Reza Sanjaya
Last updated: 4 Agustus 2026 15:33
By Reza Sanjaya
4 Min Read
Share
Gus Yasin Dorong UIN Sunan Kudus Kembangkan Ekoteologi, Kampus Diajak Berkolaborasi Atasi Kekeringan dan Banjir
Gus Yasin Dorong UIN Sunan Kudus Kembangkan Ekoteologi, Kampus Diajak Berkolaborasi Atasi Kekeringan dan Banjir. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KUDUS,KABARBANYUMASRAYA-Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak UIN Sunan Kudus berkolaborasi dengan pemerintah mengembangkan gerakan ekoteologi untuk menghadapi ancaman kekeringan, banjir, dan krisis lingkungan.

Contents
  • Butuh Sinergitas Pemerintah dan Perguruan Tinggi
  • Gerakan Ekoteologi Akan Diwujudkan Lewat KKN dan Program Kemahasiswaan
  • UIN Sunan Kudus Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional

Menurutnya, perguruan tinggi Islam mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan lingkungan melalui gerakan ekoteologi. Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus melahirkan inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat, mulai dari kekeringan hingga banjir.

Pesan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin saat menghadiri Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus sekaligus menjadi pembicara dalam National Lecture yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kudus, Selasa (4/8/2026).

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gus Yasin mengapresiasi langkah UIN Sunan Kudus yang mulai mengarusutamakan konsep ekoteologi dalam aktivitas akademik. Menurutnya, pendekatan yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan sangat relevan dengan kondisi Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Kudus yang saat ini mulai terdampak musim kemarau.

Butuh Sinergitas Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Ia mengungkapkan, saat ini sedikitnya dua desa di Kabupaten Kudus telah mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Di sisi lain, ketika musim hujan tiba, wilayah tersebut juga kerap menghadapi ancaman banjir.

Karena itu, ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kebutuhan mendesak agar lahir berbagai inovasi yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

“Kita sambut bagus. Saat ini kemarau panjang di Kabupaten Kudus tadi sudah ada dua desa yang kekeringan, lalu nanti musim penghujan biasanya dampak kebencanaan banjir juga ada. Maka, kita harus kolaborasi dengan kampus-kampus itu, mengajak bagaimana anak-anak kampus, bagaimana civitas akademika ini memiliki terobosan, penemuan, dan inovasi yang bisa kita pakai,” kata Gus Yasin.

Selain isu lingkungan, Gus Yasin juga menekankan pentingnya perguruan tinggi menjaga integritas akademik dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Gerakan Ekoteologi Akan Diwujudkan Lewat KKN dan Program Kemahasiswaan

Ketua DEMA UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, menyambut positif apresiasi sekaligus ajakan kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, tema National Lecture tahun ini, “Merawat Integritas, Meneguhkan Kemanusiaan: Refleksi Harlah UIN Sunan Kudus dalam Membangun Bangsa,” sejalan dengan arah pengembangan kampus yang kini mulai menguatkan konsep ekoteologi.

Thoyib menjelaskan, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Agama yang mendorong perguruan tinggi Islam lebih aktif membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan.

Komitmen itu, kata dia, tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan akan diwujudkan melalui berbagai program nyata, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Program Penguatan Profil Mahasiswa, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan lainnya.

“Dari program kita dari mahasiswa ataupun kampus bangga tentang program-program dari Gus Yasin. Ke depan Dema dan pihak kampus akan melaksanakan program-program yang berfokus pada eko-teologi, baik melalui KKN, PPHK, dan kegiatan lainnya,” ujar Thoyib.

UIN Sunan Kudus Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional

Ia menambahkan, ekoteologi pada dasarnya merupakan upaya mengintegrasikan ajaran Islam dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sehingga mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan alam.

National Lecture dalam rangka Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah sebagai narasumber. Di antaranya Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. Abdurrohman Kasdi, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta sejumlah akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

*Ikuti media sosial kami.

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Ahmad Luthfi Instruksikan Pemetaan Sekolah Rawan Roboh
Inacraft 2026 Jadi Jalan UMKM Jateng Tembus Pasar Global, Taj Yasin Soroti Produk yang Siap Ekspor
Hari Jadi Ke-81 Jateng, Beasiswa Santri Buka Jalan untuk Menggapai Cita-Cita
Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi: Clean Government Berawal dari Pemimpin
407 Ton Solar Diamankan TNI AL, Ahmad Luthfi: Jangan Ganggu Usaha Nelayan
TAGGED:kembangkank ekoteologikolaborasi atasi kekeringanuin sunan kudus
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article BPJS Kesehatan Permudah Cek Status PBI JKN Lewat PASTI JKN dan Mobile JKN, Peserta Tak Perlu Khawatir Lagi BPJS Kesehatan Permudah Cek Status PBI JKN Lewat PASTI JKN dan Mobile JKN, Peserta Tak Perlu Khawatir Lagi
Next Article Pemkab Purbalingga dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi, Fokus Kendalikan Inflasi Daerah Pemkab Purbalingga dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi, Fokus Kendalikan Inflasi Daerah

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.