Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Mentan Tambah 5.000 Pompa Air, Jateng Dipuji sebagai Penopang Pangan Nasional
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Mentan Tambah 5.000 Pompa Air, Jateng Dipuji sebagai Penopang Pangan Nasional
Jateng

Mentan Tambah 5.000 Pompa Air, Jateng Dipuji sebagai Penopang Pangan Nasional

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 20 Juli 2026 17:09
By Adel Maulina Zulfa
5 Min Read
Share
Menteri Amran saat mengunjungi Jateng dan memberikan bantuan pompa air
Menteri Amran saat mengunjungi Jateng dan memberikan bantuan pompa air. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi mendapatkan tambahan bantuan pompa air sebanyak 5.000 unit. Bantuan ini merupakan satu upaya Jawa Tengah sebagai penopang pangan nasional dengan memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman musim kemarau tahun ini.

Contents
  • Bantuan Pompa Air Naik Jadi 7.000 Unit
  • Indonesia Tak Lagi Impor Beras
  • Produksi Padi Jateng Ditarget Naik Jadi 10,5 Juta Ton
  • Ahmad Luthfi Ajukan 17.000 Pompa Air
  • Pemprov Jateng Perkuat Mitigasi Kekeringan

Langkah ini mendapatkan dukungan pemerintah melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menambah bantuan 5.000 pompa air untuk Jawa Tengah, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 7.000 unit.

Tak hanya itu, Amran juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang dinilainya berhasil membawa Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung pangan terpenting di Indonesia atau penopang pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri groundbreaking Peternakan Sapi Perah Terpadu PT Global Dairi Bersama di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).

“Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali. Saya lihat kerja beliau, Jawa Tengah sekarang menjadi penghasil beras nomor dua,” ujar Amran.

Bantuan Pompa Air Naik Jadi 7.000 Unit

Dalam kesempatan itu, Amran langsung merespons permintaan Ahmad Luthfi terkait tambahan pompa air untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan 2.000 unit pompa air untuk Jawa Tengah. Kini, pemerintah pusat menambah 5.000 unit, sehingga total bantuan menjadi 7.000 unit.

“Pompa dan irigasi perpompaan, bantu semuanya. Jangan sampai petani Jawa Tengah kekurangan pompa dan kekurangan air. Kemarin sudah ada dua ribu pompa, nanti saya tambah lagi lima ribu. Jadi sekarang tujuh ribu dulu,” katanya.

Selain pompa air, Kementerian Pertanian juga menyiapkan berbagai bantuan lain berupa benih padi dan jagung, traktor, hingga sarana produksi pertanian untuk menjaga produktivitas petani.

Indonesia Tak Lagi Impor Beras

Amran menegaskan, ketersediaan air menjadi faktor paling penting dalam menjaga produksi pangan nasional. Berkat dukungan petani di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, Indonesia kini mampu mencapai swasembada beras lebih cepat dari target.

Menurutnya, kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi dan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras.

“Kita sudah tidak impor beras, stok beras kita juga terbesar. Capaian kita luar biasa. Kesejahteraan meningkat dan semua itu diakui dunia melalui data FAO,” katanya.

Produksi Padi Jateng Ditarget Naik Jadi 10,5 Juta Ton

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan produksi padi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 9,7 juta ton, atau menyumbang sekitar 15,6 persen produksi nasional.

Pada 2026, pemerintah pusat menaikkan target produksi menjadi 10,5 juta ton, sehingga diperlukan berbagai langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat perlindungan lahan pertanian melalui program Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Pemprov Jawa Tengah juga menggandeng Kementerian ATR/BPN bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk mempercepat penetapan luas baku sawah. Hingga kini, realisasinya telah mencapai sekitar 87 persen.

“Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional yang lahan pertaniannya harus kita pertahankan. Karena itu kami mengundang Menteri ATR/BPN bersama para bupati dan wali kota untuk mempercepat penetapan luas baku sawah,” kata Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi Ajukan 17.000 Pompa Air

Meski bantuan telah bertambah menjadi 7.000 unit, Ahmad Luthfi berharap pemerintah pusat dapat merealisasikan seluruh usulan bantuan sebanyak 17.000 pompa air yang telah diajukan Pemprov Jawa Tengah.

Menurutnya, tambahan pompa tersebut sangat penting agar target produksi pangan tahun 2026 dapat tercapai meski menghadapi musim kemarau.

“Mohon kiranya surat yang kami haturkan bisa direalisasikan terkait bantuan pompa sebanyak 17.000 sehingga target lumbung pangan 2026 dapat terpenuhi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Pemprov Jateng Perkuat Mitigasi Kekeringan

Di sisi lain, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyiapkan berbagai langkah menghadapi musim kemarau.

Sejak 9 Juni 2026, Gubernur Ahmad Luthfi menerbitkan Surat Edaran tentang antisipasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Kebijakan tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah daerah untuk memastikan embung, jaringan irigasi, dan sumber air tetap berfungsi selama musim kemarau.

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah, hingga pertengahan Juli 2026 sedikitnya 16 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga kekeringan.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, pemerintah bersama berbagai pihak telah menyalurkan 3.258.000 liter air bersih melalui 660 tangki kepada 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten.

Distribusi air bersih dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, serta sejumlah BUMD melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dengan penguatan infrastruktur irigasi, tambahan bantuan dari pemerintah pusat, serta langkah mitigasi kekeringan, Jawa Tengah diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kesejahteraan para petani di tengah tantangan perubahan iklim.

*Ikuti media sosial kami.

Gowes Sambil Wisata, Jasirah Heritage Cycling 2026 Kenalkan Destinasi Bersejarah
Banjir Rob Demak Kian Parah, Mangrove dan Giant Sea Wall Jadi Harapan Timbulsloko
Libur Sekolah 2026, Pertamina Tambah Stok BBM di Kawasan Wisata
Jateng Perkuat Literasi Keuangan hingga Desa, Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online
Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026, Wagub Jateng Ajak Warga Terima Petugas BPS
TAGGED:ahmad luthfiatasi kekeringanketahanan panganpenopang pangan nasionalpompa air
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Tiki-Taka vs Tarian Tango: Duel Dua Filosofi Sepak Bola di Final Piala Dunia 2026, Siapa yang Akan Menguasai Dunia?
Next Article Jateng bangun sentra peternakan sapi perah terintegrasi Jateng Bangun Peternakan Sapi Perah Terbesar, Target Produksi 180 Ribu Ton Susu per Tahun

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.