BEASISWA Santri 2026 saat ini sudah mencapai 941 pendaftar, untuk itu Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen terus mengatkan kolaborasi di lingkungan pesantren untuk memperkuat pendidikan Islam, pertukaran pelajar, hingga peningkatan kualitas SDM santri.
Termasuk dengan memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan melalui program beasiswa santri. Kali ini, implementasi kemitraan sister province antara Jawa Tengah dan Negara Bagian Malaka, Malaysia, akan diperluas hingga ke lingkungan pondok pesantren melalui program pertukaran santri, guru, dan penguatan jejaring pendidikan Islam.
Langkah strategis tersebut diinisiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Malaka, Malaysia, Ustaz Muhammad Hadi Al Muhibbin, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (13/7/2026).
Menurut Gus Yasin, kerja sama antarpesantren menjadi tindak lanjut dari kemitraan sister province yang telah disepakati antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Negara Bagian Malaka sejak 2025.
Kerja Sama Pesantren Jadi Turunan Kemitraan Sister Province
Gus Yasin menjelaskan, hubungan antarpemerintah yang telah terjalin perlu diterjemahkan menjadi kerja sama nyata di tingkat lembaga pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kalangan pesantren.
“Kita nanti pastikan lagi bagaimana kerja samanya antara Malaka dengan Jawa Tengah, terkhusus antara pondok-pondok di Jawa Tengah dengan salah satu pondok yang ada di Malaka,” ujar Taj Yasin.
Ia menambahkan, selama ini hubungan ulama Indonesia dan Malaysia telah melahirkan berbagai program pertukaran santri maupun tenaga pengajar. Dengan dukungan pemerintah melalui kerja sama antardaerah, kolaborasi tersebut diharapkan semakin luas dan terstruktur.
“Sementara ini dari ulama-ulama Indonesia dengan Malaysia ada pertukaran santri, pertukaran guru juga. Kita sebagai pemerintah G2G-nya juga sudah bekerja sama. Nah, dengan adanya G2G, di bawahnya nanti bisa kita sambungkan semuanya,” katanya.
Skema sister province sendiri menjadi payung kerja sama resmi antara dua pemerintah daerah di negara berbeda yang mencakup berbagai sektor, mulai pendidikan, kebudayaan, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Beasiswa Santri Jateng 2026 Diminati Ratusan Peserta
Selain memperkuat jejaring pendidikan internasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren.
Pada tahun 2026, program beasiswa santri tersebut mencatat antusiasme tinggi dengan total 941 pendaftar untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Bagi peserta yang lolos seleksi program beasiswa santri luar negeri, pemerintah membuka kesempatan melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara seperti Mesir, Yaman, China, dan Filipina.
Menariknya, minat para santri kini tidak hanya terfokus pada studi keislaman, tetapi juga mulai merambah berbagai disiplin ilmu modern.
“Yang luar biasa ternyata yang memilih kuliah di Al Azhar, ada yang mengambil jurusan tib atau kedokteran,” kata Gus Yasin.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pesantren kini semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Malaysia Sambut Positif Kolaborasi Pendidikan Islam
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Malaka, Ustaz Muhammad Hadi Al Muhibbin, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat hubungan pendidikan dengan Malaysia.
Ia menilai hubungan Indonesia dan Malaysia telah memiliki akar sejarah yang panjang sejak masa kerajaan, sehingga kerja sama di bidang pendidikan menjadi langkah yang sangat strategis.
“Apabila hubungan antara pemerintah sudah terjalin dengan baik, akan lebih mudah untuk melaksanakan pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia. Silaturahmi seperti ini menjadi jalan untuk memperkuat hubungan keilmuan kedua wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antarpesantren akan membuka peluang lebih besar bagi pertukaran pelajar, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kualitas pendidikan Islam di kedua negara.
*Ikuti media sosial kami.
