KELESTARIAN kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS Serayu) kembali menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Melalui kegiatan jelajah lingkungan di kawasan hutan Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, sejumlah pihak memperkuat komitmen bersama untuk menjaga ekosistem hulu yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya air.
Kegiatan yang digagas Yayasan Serayu Network Indonesia (YSNI) dengan dukungan PLN Indonesia Power UBP Mrica tersebut melibatkan pegiat lingkungan, mahasiswa, masyarakat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), hingga Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menyusuri kawasan hutan yang berada di wilayah Hulu DAS Serayu, tepatnya Sub DAS Merawu. Selain melakukan observasi lapangan, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi kawasan hulu, mulai dari degradasi hutan, perubahan iklim, hingga ancaman bencana hidrometeorologi.
Kawasan hulu DAS memiliki fungsi strategis sebagai daerah tangkapan air yang berperan menjaga ketersediaan sumber air, mengendalikan erosi, mengurangi risiko banjir, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir.
Hutan Hulu Jadi Penyangga Air dan Energi Bersih
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, keberadaan hutan di kawasan Wanayasa dinilai semakin penting. Hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon dan pelindung keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi penyangga utama sistem tata air yang mengalir ke Sungai Serayu.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskhito, menegaskan bahwa kelestarian kawasan Hulu DAS Serayu memiliki keterkaitan langsung dengan keberlanjutan pasokan energi bersih.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan daerah tangkapan air yang mendukung keberadaan Waduk PB Soedirman, yang menjadi sumber utama operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica.
“Kawasan hulu memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan air yang dibutuhkan untuk mendukung operasional pembangkit. Karena itu, menjaga hutan bukan hanya tentang konservasi lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya air dan keandalan pasokan listrik ramah lingkungan,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Masa Depan DAS Serayu
Yayasan Serayu Network Indonesia yang selama ini menjadi mitra binaan PLN Indonesia Power UBP Mrica terus mengembangkan berbagai program edukasi dan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran dan partisipasi publik untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui dukungan terhadap berbagai gerakan konservasi, PLN Indonesia Power UBP Mrica menegaskan komitmennya dalam mendorong sinergi antara komunitas, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak aksi nyata untuk menjaga kelestarian kawasan hulu DAS Serayu yang menjadi penopang kehidupan jutaan masyarakat.
Selain menjadi warisan penting bagi generasi mendatang, hutan yang tetap lestari juga menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan sumber daya air, kualitas lingkungan, serta pengembangan energi bersih di masa depan.
Menjaga Hulu Berarti Menjaga Kehidupan
Pesan kuat yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai sumber kehidupan. Kerusakan hutan di wilayah hulu berpotensi memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari berkurangnya debit air, sedimentasi waduk, hingga meningkatnya risiko bencana alam.
Karena itu, kepedulian dan keterlibatan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam memastikan kelestarian DAS Serayu tetap terjaga.
“Menjaga hulu berarti menjaga kehidupan,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam kegiatan tersebut sebagai pengingat bahwa masa depan lingkungan sangat ditentukan oleh tindakan yang dilakukan hari ini.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
