Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Hulu DAS Serayu Terancam, PLN Indonesia Power dan Komunitas Lingkungan Bergerak Selamatkan Hutan Wanayasa
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Hulu DAS Serayu Terancam, PLN Indonesia Power dan Komunitas Lingkungan Bergerak Selamatkan Hutan Wanayasa
Banjarnegara

Hulu DAS Serayu Terancam, PLN Indonesia Power dan Komunitas Lingkungan Bergerak Selamatkan Hutan Wanayasa

Afifah Anis CH
Last updated: 17 Juni 2026 11:25
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Komunitas lingkungan bergerak selamatkan DAS Serayu
PLN Indonesia Power UBP Mrica bersama sejumlah komunitas lingkungan saat meninjau hutan Wanayasa untuk selamatkan DAS Serayu. (dok. pribadi)
SHARE

KELESTARIAN kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS Serayu) kembali menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Melalui kegiatan jelajah lingkungan di kawasan hutan Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, sejumlah pihak memperkuat komitmen bersama untuk menjaga ekosistem hulu yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya air.

Contents
  • Hutan Hulu Jadi Penyangga Air dan Energi Bersih
  • Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Masa Depan DAS Serayu
  • Menjaga Hulu Berarti Menjaga Kehidupan

Kegiatan yang digagas Yayasan Serayu Network Indonesia (YSNI) dengan dukungan PLN Indonesia Power UBP Mrica tersebut melibatkan pegiat lingkungan, mahasiswa, masyarakat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), hingga Ketua DPRD Kabupaten Banjarnegara.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menyusuri kawasan hutan yang berada di wilayah Hulu DAS Serayu, tepatnya Sub DAS Merawu. Selain melakukan observasi lapangan, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi kawasan hulu, mulai dari degradasi hutan, perubahan iklim, hingga ancaman bencana hidrometeorologi.

Kawasan hulu DAS memiliki fungsi strategis sebagai daerah tangkapan air yang berperan menjaga ketersediaan sumber air, mengendalikan erosi, mengurangi risiko banjir, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir.

Hutan Hulu Jadi Penyangga Air dan Energi Bersih

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, keberadaan hutan di kawasan Wanayasa dinilai semakin penting. Hutan tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon dan pelindung keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi penyangga utama sistem tata air yang mengalir ke Sungai Serayu.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskhito, menegaskan bahwa kelestarian kawasan Hulu DAS Serayu memiliki keterkaitan langsung dengan keberlanjutan pasokan energi bersih.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan daerah tangkapan air yang mendukung keberadaan Waduk PB Soedirman, yang menjadi sumber utama operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica.

“Kawasan hulu memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan air yang dibutuhkan untuk mendukung operasional pembangkit. Karena itu, menjaga hutan bukan hanya tentang konservasi lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya air dan keandalan pasokan listrik ramah lingkungan,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Masa Depan DAS Serayu

Yayasan Serayu Network Indonesia yang selama ini menjadi mitra binaan PLN Indonesia Power UBP Mrica terus mengembangkan berbagai program edukasi dan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran dan partisipasi publik untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui dukungan terhadap berbagai gerakan konservasi, PLN Indonesia Power UBP Mrica menegaskan komitmennya dalam mendorong sinergi antara komunitas, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak aksi nyata untuk menjaga kelestarian kawasan hulu DAS Serayu yang menjadi penopang kehidupan jutaan masyarakat.

Selain menjadi warisan penting bagi generasi mendatang, hutan yang tetap lestari juga menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan sumber daya air, kualitas lingkungan, serta pengembangan energi bersih di masa depan.

Menjaga Hulu Berarti Menjaga Kehidupan

Pesan kuat yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai sumber kehidupan. Kerusakan hutan di wilayah hulu berpotensi memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari berkurangnya debit air, sedimentasi waduk, hingga meningkatnya risiko bencana alam.

Karena itu, kepedulian dan keterlibatan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam memastikan kelestarian DAS Serayu tetap terjaga.

“Menjaga hulu berarti menjaga kehidupan,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam kegiatan tersebut sebagai pengingat bahwa masa depan lingkungan sangat ditentukan oleh tindakan yang dilakukan hari ini.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

Mengenal Ujungan Gumelem, Tradisi Leluhur Banjarnegara untuk Memohon Turunnya Hujan
Ahli Waris Kader PKK Banjarnegara Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta
Bupati Amalia Tegaskan Stunting Tak Melulu Soal Kemiskinan, Pola Asuh Jadi Kunci Utama
Rutan Banjarnegara Bersihkan Saluran Air Blok Hunian, Cegah Sumbatan dan Genangan
Perkuat Pendidikan Politik Masyarakat, KPU Banjarnegara dan Bakesbangpol Teken Kerja Sama
TAGGED:das serayuhutan wanayasalingkungan hidup
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pawai obor peringatan 1 Muharram di Jepara meriah Gebyar 1 Muharram Jepara Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Ikut Pawai Obor
Next Article Uji ekisi kendaraan bagi karyawan PLN UBP Mrica PLN Indonesia Power UBP Mrica Gelar Uji Emisi Kendaraan Karyawan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.