Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Dari Sampah Jadi Berkah: ‘Samosir’ Anak Muda Desa Balun Sulap Plastik Jadi Paving Block Kuat Bernilai Ekonomi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Dari Sampah Jadi Berkah: ‘Samosir’ Anak Muda Desa Balun Sulap Plastik Jadi Paving Block Kuat Bernilai Ekonomi
Banjarnegara

Dari Sampah Jadi Berkah: ‘Samosir’ Anak Muda Desa Balun Sulap Plastik Jadi Paving Block Kuat Bernilai Ekonomi

Afifah Anis CH
Last updated: 23 Januari 2026 19:48
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Samosir pengolah sampah
Sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas Samosir mengolah dan mengubah sampah jadi bernilai tinggi. (Afifah)
SHARE

BERANGKAT dari keprihatinan terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar, sekelompok anak muda di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, membentuk Komunitas Sampah Modern dan Terorganisir (Samosir). Komunitas ini hadir dengan visi sederhana namun berdampak besar: menciptakan lingkungan bersih sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber nilai ekonomi.

Contents
  • Samosir Sukses Sulap Sampah Plastik Disulap Jadi Paving Block Berkualitas Tinggi
  • Harus Ada Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini

Tidak hanya mengkampanyekan larangan membuang sampah sembarangan, kelompok pemuda ini memilih fokus pada pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Menurut perhitungan sederhana komunitas ini, setiap rumah tangga rata-rata menghasilkan 1 hingga 1,5 kilogram sampah per hari, dengan sekitar 30 persen di antaranya berupa sampah anorganik, seperti plastik.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah edukasi dari rumah ke rumah, sekaligus membagikan kantong pemilahan sampah organik dan anorganik,” ujar Mokhamad Yusuf Vira, salah satu penggiat Samosir.

Dengan pemilahan sejak awal, sampah tidak lagi tercampur dan lebih mudah dikelola secara berkelanjutan.

Samosir Sukses Sulap Sampah Plastik Disulap Jadi Paving Block Berkualitas Tinggi

Sampah yang terkumpul tidak berhenti di tempat pemilahan. Di tangan anak muda kreatif Samosir, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah plastik dimanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan bernilai jual, seperti paving block dan asbak.

“Untuk saat ini, kami bersama komunitas Samosir sudah mengolah sampah plastik menjadi paving block dan asbak karena permintaannya cukup tinggi. Ke depan, kami menargetkan bisa memproduksi meja, kursi, hingga vas dari plastik daur ulang,” katanya.

Menariknya, paving block berbahan sampah plastik karya anak muda Samosir ini diklaim memiliki daya tekan tinggi dan tidak mudah pecah. Produk tersebut bahkan telah melalui uji tekan dan pernah dipesan oleh TNI untuk digunakan di area garasi kendaraan berat.

Keberadaan Samosir membawa perubahan nyata bagi Desa Balun. Kebiasaan membuang sampah sembarangan mulai berkurang, saluran air tidak lagi tersumbat, dan genangan air saat hujan deras kini jarang terjadi.

“Dulu kalau hujan besar, genangan air luar biasa karena sampah. Sekarang alhamdulillah jauh lebih baik, selain lingkungan yang lebih bersih, aktivitas pengolahan sampah ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal,” katanya.

Harus Ada Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini

Didukung oleh Lazismu, Samosir juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah ke sekolah-sekolah. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak bahwa sampah bukan sekadar masalah, melainkan potensi ekonomi jika dikelola dengan tepat.

Melalui gerakan berbasis komunitas ini, Samosir berharap pengelolaan sampah dapat menjadi solusi lingkungan jangka panjang sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Diduga Oven Overheat, Pabrik Dupa di Banjarnegara Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta
Wakhid Jumali Pimpin PKB Banjarnegara Periode 2026-2031, Targetkan 10 Kursi DPRD
Api Kebakaran Lahan di Mandiraja Belum Padam, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
Sambut Ramadan, Pemanah Berkuda Banjarnegara Padukan Latihan Fisik dan Spirit Ibadah
Gebyar Undian Tamades PT BPR BKK Mandiraja Meriah, Nasabah Ini Bawa Pulang Mobil
TAGGED:samosirsampah organiksampah platik
Share This Article
Facebook Email Print
Next Article Terima bantuan alat berat Banyumas Terima Bantuan Alat Berat Rp1,1 Miliar dari BTN Untuk Tangani Banjir dan Sampah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.