SEBUAH gudang sekaligus tempat produksi dupa di Kelurahan Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, ludes terbakar pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu oleh oven produksi yang mengalami overheat hingga memunculkan percikan api.
Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan hampir seluruh bangunan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kerugian material akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Pertolongan Satpol PP Banjarnegara, Freyana Kusuma, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 00.00 WIB.
“Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Api Cepat Membesar karena Banyak Material Mudah Terbakar
Saat petugas tiba di lokasi, api telah menguasai sebagian besar area produksi. Banyaknya bahan mudah terbakar, terutama serbuk kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan dupa, menyebabkan kobaran api cepat menyebar ke seluruh bangunan.
Petugas kemudian melakukan pemadaman secara intensif untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Ketika kami tiba, kondisi api sudah cukup besar. Hampir seluruh bangunan terbakar dan sebagian besar peralatan produksi tidak dapat diselamatkan,” kata Freyana.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam sebelum api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Dugaan Sementara, Oven Produksi Mengalami Overheat
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, musibah tersebut diduga berasal dari oven kayu yang digunakan dalam proses produksi dupa. Oven tersebut diperkirakan beroperasi dalam waktu lama hingga mengalami peningkatan suhu yang tidak terkendali.
Percikan api yang muncul kemudian menyambar tumpukan serbuk kayu di sekitar area produksi sehingga memicu kebakaran besar.
“Dugaan sementara karena oven mengalami overheat. Percikan api kemudian mengenai material yang mudah terbakar sehingga api cepat membesar,” jelasnya.
Selain bangunan, sejumlah peralatan produksi juga ikut hangus terbakar, termasuk mesin oven yang menjadi perangkat utama dalam proses pembuatan dupa.
Kebakaran Serupa Pernah Terjadi pada Tahun 2022
Freyana mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada tahun 2022. Saat itu, kebakaran juga diduga dipicu oleh oven produksi yang digunakan secara terus-menerus.
Meski kerugian yang ditimbulkan cukup besar, seluruh pekerja yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kesigapan petugas pemadam kebakaran juga berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di lingkungan sekitar.
Damkar Imbau Pelaku Usaha Tingkatkan Pengawasan Peralatan Pemanas
Pasca kejadian, Damkar Banjarnegara mengingatkan para pelaku usaha yang menggunakan oven, tungku, maupun alat pemanas lainnya agar meningkatkan pengawasan selama proses produksi berlangsung.
Menurut Freyana, pemeriksaan rutin terhadap kondisi alat dan suhu operasional sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran akibat overheat.
“Peralatan yang menghasilkan panas tinggi harus selalu dipantau. Pemeriksaan suhu dan kondisi alat secara berkala sangat penting untuk mencegah terjadinya overheat yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.
Pihaknya berharap para pelaku usaha lebih memperhatikan standar keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
*Ikuti media sosial kami.
