SEMANGAT menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terasa kental di Lapangan Dipanegara, Seakong, Kecamatan Wanadadi, Minggu (8/2/2026). Derap kuda berpadu dengan desing anak panah saat puluhan pemanah berkuda mengikuti latihan bersama yang menuntut kekuatan fisik sekaligus ketajaman konsentrasi.
Latihan bertajuk Ribath Series Mounted Archery Game Readiness for Ramadan ini digelar oleh Pordasi Banjarnegara bekerja sama dengan Mafaza Stable. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan fisik dan mental atlet menjelang menjalani ibadah puasa.
Olahraga Sulit yang Menguji Fokus dan Karakter
Penasihat Pordasi Banjarnegara, Aditya Agus Satria, menjelaskan bahwa memanah sambil berkuda merupakan disiplin olahraga tersendiri yang dikenal sebagai horseback archery atau panahan berkuda.
“Ini olahraga dengan tingkat kesulitan tinggi. Atlet harus mampu mengendalikan kuda, menjaga keseimbangan tubuh, sekaligus membidik sasaran dengan presisi dalam waktu singkat,” katanya.
Menurut Aditya, panahan berkuda tidak sekadar melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter. Nilai keberanian, ketenangan, kesabaran, dan fokus menjadi unsur utama, tentu saja ini akan sejalan dengan nilai dan makna ibadah di bulan Ramadan.
Pemanah Berkuda Olahraga Sunah Bernilai Ibadah
Aditya menambahkan, olahraga merupakan aktivitas yang dianjurkan untuk menjaga kebugaran, terlebih berkuda dan memanah yang memiliki nilai khusus dalam ajaran Islam.
“Berkuda dan memanah adalah olahraga sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain menyehatkan, aktivitas pemanah berkuda ini juga bernilai ibadah bila dilakukan dengan niat yang benar,” ujarnya.
Ia menilai, latihan pemanah berkuda bisa menjadi pilihan kegiatan positif untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit selama Ramadan.
Perkuat Silaturahmi dan Edukasi Masyarakat
Sementara itu, pengurus Pordasi Banjarnegara, Khaerul, menyebut latihan bersama ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar komunitas pecinta berkuda dan panahan.
“Kami ingin membangun kebersamaan, menumbuhkan semangat positif, sekaligus mengenalkan panahan berkuda kepada masyarakat luas,” katanya.
Tantangan Kecepatan dan Akurasi di Arena
Dalam latihan tersebut, peserta menggunakan lintasan panahan berkuda berbentuk melingkar. Empat target dipasang di bagian tengah arena, menantang atlet untuk memadukan kecepatan, keseimbangan, dan akurasi dalam satu rangkaian gerak.
Melalui kegiatan ini, panahan berkuda tak hanya diarahkan sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual dalam menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.
*Ikuti media sosial kami.
