Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: JKN Jadi Harapan Hidup, Kisah Suharti Bertahan Lawan Kanker dan Penyakit Jantung
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > JKN Jadi Harapan Hidup, Kisah Suharti Bertahan Lawan Kanker dan Penyakit Jantung
Jateng

JKN Jadi Harapan Hidup, Kisah Suharti Bertahan Lawan Kanker dan Penyakit Jantung

Afifah Anis CH
Last updated: 29 April 2026 13:58
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Andalkan JKN BPJS Kesehatan, Suharti lawan kanker dan jantung
Suharti tetap optimistis melawan kanker dan jantung dengan JKN BPJS Kesehatan. (dok. PBJS Kesehatan)
SHARE

DI Usia 58 tahun, Suharti, warga Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, harus menghadapi dua penyakit serius sekaligus: kanker payudara dan penyakit jantung. Di tengah kondisi tersebut, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang utama dalam perjuangannya menjalani pengobatan.

Contents
  • Layanan JKN Mobile Mudahkan Peserta
  • Komitmen BPJS Kesehatan Layani Kesehatan Merata

Sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Suharti mengaku sangat terbantu karena seluruh biaya pengobatan ditanggung. Hal itu memberikan ketenangan di tengah proses perawatan yang panjang dan tidak sederhana.

“Biaya pengobatan kanker dan jantung sangat besar. Kalau tanpa JKN, saya tidak tahu harus bagaimana. Program ini sangat membantu masyarakat kecil seperti saya,” ujar Suharti.

Tidak hanya dari sisi pembiayaan, ia juga merasakan kualitas pelayanan kesehatan yang dinilai ramah dan profesional. Menurutnya, tenaga medis memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang pasien.

Suharti mengaku suasana rumah sakit yang tertib serta sistem pelayanan yang terstruktur turut membantu mengurangi kecemasan selama menjalani pengobatan. Kondisi tersebut dinilainya penting untuk menjaga semangat dan kondisi mental pasien.

Layanan JKN Mobile Mudahkan Peserta

Kemudahan lain juga dirasakan melalui pemanfaatan teknologi digital, yakni aplikasi Mobile JKN. Fitur antrean online memungkinkan pasien mengatur jadwal berobat tanpa harus datang lebih awal ke fasilitas kesehatan.

“Sekarang tidak perlu datang pagi-pagi untuk antre. Dari rumah bisa ambil nomor antrean dan menyesuaikan waktu berangkat. Ini sangat memudahkan,” katanya.

Suharti pun menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas layanan yang diterimanya. Ia menilai Program JKN menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen BPJS Kesehatan Layani Kesehatan Merata

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa Program JKN dijalankan dengan prinsip gotong royong untuk menjamin akses layanan kesehatan yang merata.

Menurutnya, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pihak, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tetap dapat terlayani tanpa kendala biaya.

“BPJS Kesehatan terus berkomitmen melakukan transformasi layanan agar semakin cepat, mudah, dan setara. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan, semua peserta berhak mendapatkan layanan yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi Mobile JKN menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan efisien.

“Kami terus berinovasi agar layanan kesehatan semakin mudah diakses oleh masyarakat, seperti yang dirasakan oleh Ibu Suharti,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Uang Kos bagi Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
Polres Blora Ungkap Lima Kasus Narkoba, 8 Tersangka dan 66,72 Gram Sabu Diamankan
Nikmati Sensasi Memacu Adrenalin, Wagub Jajal Paralayang di Curug Sewu
Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati
Tinjau Tanah Longsor di Cilibur Brebes, Gubernur Minta Perbaikan Jalan dan Sekolah Dipercepat
TAGGED:bpjs kesehatanjknjkn mobilelawan kanker
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article warga binaan jalani tes kesehatan 146 Warga Binaan Jalani Skrining Kesehatan, Fokus Deteksi Dini TBC dan HIV
Next Article dorong ketahanan pangan dengan menanam di lingkungan rumah Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, Ning Nawal Ajak Manfaatkan Lahan di Lingkungan Rumah

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.