Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Ini Strategi Besar Jateng Siapkan Swasembada Pangan 2026
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Ini Strategi Besar Jateng Siapkan Swasembada Pangan 2026
Jateng

Ini Strategi Besar Jateng Siapkan Swasembada Pangan 2026

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 7 April 2026 15:54
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
Jateng siap swasembada pangan 2026
Petani Jateng saat panen padi. Program ini menjadi bagian dari upaya pencapaian target swasembada pangan tahun 2026. (dok. Pemprov)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah semakin serius mengejar target swasembada pangan pada 2026. Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, berbagai strategi terintegrasi disiapkan untuk memastikan produksi meningkat sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan sektor pertanian.

Contents
  • Produksi Pangan Mulai Menguat, Meski Bertahap
  • Neraca Pangan Surplus, Distribusi Jadi Tantangan
  • Strategi Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir
  • Modernisasi dan Perlindungan Petani Diperkuat
  • Hadapi Ancaman Alih Fungsi Lahan
  • Kolaborasi Jadi Kunci Swasembada Pangan

Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkapkan bahwa hingga awal 2026, capaian produksi sejumlah komoditas utama menunjukkan tren positif meski masih berada pada fase awal musim tanam.

Produksi Pangan Mulai Menguat, Meski Bertahap

Untuk komoditas padi, dari target 10,55 juta ton gabah kering giling (GKG), realisasi hingga April 2026 telah mencapai 4,16 juta ton atau sekitar 39,48 persen. Sementara produksi jagung tercatat 984.959 ton dari target 3,7 juta ton.

Komoditas kedelai masih dalam tahap awal dengan capaian 762 ton dari target 52.790 ton. Di sektor hortikultura, produksi bawang merah mencapai 144.705 ton (23,45 persen), sedangkan cabai sebesar 80.892 ton (17,72 persen).

Sektor peternakan juga menunjukkan perkembangan positif. Produksi telur mencapai 238.154 ton, daging 311.042 ton, dan susu 17.928 ton, masing-masing berada di kisaran 23 hingga 33 persen dari target tahunan.

Neraca Pangan Surplus, Distribusi Jadi Tantangan

Meski capaian masih bertahap, kondisi neraca pangan di Jawa Tengah dinilai aman. Hingga Maret 2026, neraca beras mencatat surplus sebesar 702.409 ton. Surplus juga terjadi pada komoditas daging dan telur sepanjang triwulan pertama tahun ini.

Namun demikian, Defransisco menekankan bahwa tantangan berikutnya terletak pada distribusi agar surplus tersebut merata dan mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.

Strategi Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Untuk mendorong peningkatan produksi, Pemprov Jateng menyiapkan berbagai program strategis sepanjang 2026. Bantuan benih dan sarana produksi disalurkan untuk lahan padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah true shallot seed (TSS) seluas 25 hektare.

Intervensi juga menyasar sektor perkebunan seperti tebu (1.010 hektare), kopi (770 hektare), dan kelapa (540 hektare).

Di sisi infrastruktur, pemerintah merehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier serta membangun 75 paket irigasi perpipaan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Modernisasi dan Perlindungan Petani Diperkuat

Modernisasi pertanian menjadi fokus penting melalui distribusi alat dan mesin pertanian. Pemerintah menyalurkan 100 unit rice transplanter, 86 traktor crawler, 30 traktor roda empat, 100 pompa air, hingga 10 unit combine harvester.

Selain itu, perlindungan petani diperkuat melalui program asuransi usaha tani padi seluas 10.449 hektare dan asuransi tembakau 10.000 hektare. Pemerintah juga memberikan subsidi bunga untuk 800 paket pembiayaan petani.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) serta program kesehatan hewan turut digencarkan, termasuk vaksinasi 100.000 ekor ternak dan pengobatan bagi 10.000 ekor.

Hadapi Ancaman Alih Fungsi Lahan

Di tengah upaya peningkatan produksi, Jawa Tengah juga menghadapi tantangan serius berupa alih fungsi lahan. Pada 2025, luas baku sawah tercatat berkurang hingga 17.114 hektare, yang berpotensi menurunkan produksi sebesar 191.297 ton.

Sebagai respons, pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga keberlanjutan lahan pertanian serta meningkatkan indeks pertanaman melalui pemanfaatan teknologi.

Kolaborasi Jadi Kunci Swasembada Pangan

Pemprov Jateng juga mengembangkan konsep kemitraan “petarung sejati” antara petani dan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan serta distribusi komoditas strategis demi pencapaian target swasembada pangan tahun 2026. Salah satu langkah konkret adalah komitmen penyediaan 450 ton cabai rawit merah untuk mengantisipasi periode off-season 2026.

Sinergi lintas instansi terus diperkuat demi tarcapainya swasembada pangan dengan melibatkan pemerintah pusat, kabupaten/kota, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, hingga aparat keamanan.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus mendorong percepatan swasembada pangan daerah, sejalan dengan program prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis target swasembada pangan tercapai sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan kesejahteraan petani,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Fast Track RSUD Dr Moewardi Mulai Efektif, Wagub Taj Yasin Soroti Perubahan Alur Pasien
Mobile JKN Permudah Layanan BPJS Kesehatan, Peserta di Kebumen Akui Urus Administrasi Kini Lebih Praktis
Wagub Taj Yasin Pastikan Jateng Siap Jadi Jalur Utama Arus Mudik 2026
Ning Nawal Luncurkan Kapulaga di Wonosobo, UMKM Keluarga Didorong Naik Kelas
Pilgub Jateng 2029 Butuh Rp1,2 Triliun, Pemprov Mulai Siapkan Dana Cadangan Sejak 2027
TAGGED:pemprov jatengsurplus berasswasembada pangan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Petugas saat melakukan penggeledahan di Rutan Banjarnegara Komiten Bebas Narkoba, Rutan Banjarnegara Digeledah Petugas Gabungan
Next Article Gandeng Kemenlu dorong ekraf tembus pasar global Gandeng Kemenlu, Dekranasda Dorong Produk Ekraf ke Pasar Global

Berita Terbaru

Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.