WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong organisasi masyarakat Santri Gayeng Nusantara (SGN) untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan saat menghadiri acara halalbihalal Santri Gayeng Nusantara di Pondok Pesantren Agro Nuur El-Falah, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, ormas harus hadir aktif di tengah masyarakat sekaligus berkontribusi dalam menyukseskan program-program pemerintah daerah.
“Ke depan, SGN harus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah secara lebih masif, khususnya dengan Pemprov Jawa Tengah,” ujarnya.
Empat Bidang Strategis Santri Gayeng Nusantara Jadi Fokus Kolaborasi
Wagub yang juga menjabat sebagai Panglima Santri Gayeng Nusantara itu menjelaskan, terdapat empat bidang utama yang dapat dikolaborasikan antara SGN dan pemerintah, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Di sektor pendidikan, Santri Gayeng Nusantara telah berperan dalam mendukung program beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Pemerintah menyediakan program, sementara anggota SGN turut melakukan sosialisasi dan penjaringan calon penerima.
Pada bidang kesehatan, kolaborasi diwujudkan melalui program cek kesehatan gratis serta layanan dokter spesialis keliling.
Sementara di bidang sosial, SGN aktif terlibat dalam penanganan bencana di berbagai daerah.
Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Komunitas
Dalam sektor ekonomi, Taj Yasin mencontohkan berbagai aktivitas produktif yang telah dilakukan anggota SGN di sejumlah daerah.
Di Kabupaten Pati, anggota SGN mengembangkan usaha ternak kambing berbasis kemitraan dengan masyarakat. Di Kabupaten Brebes, SGN bekerja sama dengan Pertamina dalam distribusi gas elpiji.
Sementara di Kabupaten Banyumas, anggota SGN mengembangkan usaha ternak bebek dan budidaya bawang merah. Di Kabupaten Banjarnegara, terdapat usaha pengolahan pakan lele.
“Ada empat bidang yang bisa dikerjasamakan, termasuk membantu pengentasan kemiskinan melalui program seperti bedah rumah,” tambahnya.
SGN Siap Dukung Program Pemerintah
Ketua Umum SGN Jawa Tengah, KH Chamzah Hasan, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung kepemimpinan Jawa Tengah.
Menurutnya, sosok Taj Yasin yang berasal dari kalangan santri menjadi motivasi bagi anggota SGN untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah bersama Gubernur Ahmad Luthfi.
“Jawa Tengah memiliki pemimpin dari kalangan santri. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendukung dan menyukseskan program pembangunan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota SGN untuk aktif memberikan narasi positif di ruang publik, khususnya di media sosial, dengan tetap berpegang pada fakta.
Ratusan Ribu Santri Siap Berkhidmah
Chamzah menyebutkan, jumlah anggota SGN di Jawa Tengah mencapai lebih dari 500 ribu santri yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Mereka merupakan santri yang berkhidmah kepada Taj Yasin, yang juga merupakan putra dari ulama kharismatik almarhum KH Maimoen Zubair.
“SGN adalah wadah pengabdian santri kepada guru kami. Karena itu, kami akan terus mendukung beliau dalam membangun Jawa Tengah,” tegasnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Daerah
Melalui penguatan kolaborasi antara SGN dan pemerintah, diharapkan berbagai program pembangunan di Jawa Tengah dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk kalangan santri, dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
*Ikuti media sosial kami.
