Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Masjid Bersejarah Berusia 100 Tahun di Boyolali Terbakar, Wagub Jateng Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Masjid Bersejarah Berusia 100 Tahun di Boyolali Terbakar, Wagub Jateng Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan
Jateng

Masjid Bersejarah Berusia 100 Tahun di Boyolali Terbakar, Wagub Jateng Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 26 Maret 2026 16:29
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Wagub tinjau masjid bersejarah di Boyolali
Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin saat meninjau lokasi masjid bersejarah di Boyolali yang terbakar. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEBUAH masjid bersejarah di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (19/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Contents
  • Warga Dirikan Tempat Ibadah Darurat
  • Taj Yasin Maimoen Tinjau Lokasi Masjid Bersejarah dan Salurkan Bantuan
  • Masjid Akan Dibangun Kembali Secara Permanen
  • Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik
  • Simbol Kehadiran Pemerintah di Wilayah Pelosok

Masjid bersejarah bernama Masjid Jami’ Jalaluddin Masrosyid tersebut memiliki ukuran sekitar 20 x 40 meter dan diperkirakan telah berdiri lebih dari 100 tahun. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang dengan cepat melalap bangunan berbahan kayu jati.

Akibatnya, hampir seluruh bagian bangunan ludes terbakar dan rata dengan tanah. Hanya area tempat wudu yang berbahan tembok yang masih tersisa.

Warga Dirikan Tempat Ibadah Darurat

Pasca kebakaran, aktivitas ibadah masyarakat tetap berjalan. Warga secara swadaya mendirikan tenda darurat di pelataran masjid sebagai tempat salat sementara.

Tidak hanya masjid, bangunan Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan yang berada di belakang masjid juga terdampak. Bagian atap madrasah mengalami kerusakan cukup parah sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi warga yang berupaya menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan dan pendidikan di tengah keterbatasan.

Taj Yasin Maimoen Tinjau Lokasi Masjid Bersejarah dan Salurkan Bantuan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung meninjau lokasi kebakaran masjid bersejarah di Boyolali bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan total sebesar Rp80 juta. Rinciannya, Rp30 juta berasal dari Baznas Jawa Tengah dan Rp50 juta dari Ketua TP PKK Jawa Tengah. Selain itu, puluhan paket sembako juga diberikan kepada warga terdampak.

Tak hanya bantuan finansial, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin juga mendorong percepatan pemulihan pembangunan masjid bersejarah ini, termasuk membantu perbaikan atap madrasah yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp36 juta.

Masjid Akan Dibangun Kembali Secara Permanen

Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap warganya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa diminta segera menyusun proposal pembangunan masjid baru. Rencananya, masjid bersejarah ini akan dibangun kembali secara permanen menggunakan konstruksi beton dan dibuat dua lantai.

“Estimasi anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp3,7 miliar,” ujarnya.

Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik

Takmir masjid, Muhammad Toha, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat warga masih terlelap.

Api dengan cepat membesar karena material bangunan yang didominasi kayu serta lokasi yang relatif jauh dari jangkauan pemadam kebakaran.

Sementara itu, Kepala Madrasah Diniyah Raudhatul Ihsan, Sufyani, menyebut peristiwa ini menjadi pukulan berat karena bangunan madrasah baru saja direnovasi sekitar dua tahun lalu.

Simbol Kehadiran Pemerintah di Wilayah Pelosok

Kunjungan Wakil Gubernur Jawa Tengah ini menjadi bukti respons cepat pemerintah dalam menangani musibah di wilayah pelosok.

Selain membantu secara materiil, langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan fasilitas ibadah dan pendidikan di Desa Kendel.

Masyarakat pun berharap pembangunan kembali masjid bersejarah ini dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

*Ikuti media sosial kami.

Desa Mandiri di Jateng Meningkat, Bukti Kebijakan Pembangunan Desa Berjalan Efektif
BPJS SATU, Program JKN Pastikan Peserta Dapat Perlindungan Sejak Puskesmas hingga Rumah Sakit
Investor Amerika Bangun Pabrik Waste to Fuel di Soloraya, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Mentan Tambah 5.000 Pompa Air, Jateng Dipuji sebagai Penopang Pangan Nasional
BPJS Kesehatan Buka Gerai Layanan JKN di Alun-alun Banjarnegara
TAGGED:masjid bersejarah boyolalimasjid bersejarah terbakar
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article desa wisata dawuhan bangkit setelah diterjang bencana Kebangkitan Desa Wisata Dawuhan Disambut Antusias Wisatawan Usai Diterjang Bencana
Next Article serahkan lkpj, bupati sampaikan penurunan angka kemiskinan Bupati Banjarnegara Sampaikan LKPJ 2025, Angka Kemiskinan Turun, Relokasi Korban Bencana Jadi Prioritas 2026

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.