Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Gubernur Ahmad Luthfi dan KPK Bantah Klaim Fadia Arafiq soal OTT Bupati Pekalongan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Gubernur Ahmad Luthfi dan KPK Bantah Klaim Fadia Arafiq soal OTT Bupati Pekalongan
JatengNasional

Gubernur Ahmad Luthfi dan KPK Bantah Klaim Fadia Arafiq soal OTT Bupati Pekalongan

Afifah Anis CH
Last updated: 5 Maret 2026 15:30
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
GUbernur bantah pernyataan bupati pekalongan
Gubernur Jateng dan KPK membantah pernyataan bupati Pekalongan terkait OTT. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

Pernyataan Fadia Arafiq Picu Klarifikasi dari Pemprov Jateng dan KPK

PERNYATAAN Bupati Pekalongan yang menyebut dirinya berada bersama Gubernur Jawa Tengah saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) memicu klarifikasi dari sejumlah pihak.

Contents
  • Pernyataan Fadia Arafiq Picu Klarifikasi dari Pemprov Jateng dan KPK
  • Pertemuan di Rumah Gubernur Bahas Program Makan Bergizi Gratis
  • KPK Tegaskan Tidak Ada Penangkapan Bupati Pekalongan Bersama Gubernur
  • Gubernur Ahmad Luthfi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya berada bersama Ahmad Luthfi ketika operasi tangkap tangan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Gubernur Jawa Tengah maupun pihak KPK. Bahkan, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui proses penangkapan tersebut dan baru memperoleh informasi dari pemberitaan media pada Selasa pagi.

“Saya justru baru mengetahui kabar tersebut dari media pada Selasa pagi,” kata Ahmad Luthfi.

Pertemuan di Rumah Gubernur Bahas Program Makan Bergizi Gratis

Gubernur Ahmad Luthfi tidak menampik bahwa Bupati Pekalongan sempat datang ke kediamannya pada Senin (3/3/2026) malam. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan pertemuan pribadi.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya dengan bupati Pekalongan, tetapi juga dihadiri beberapa kepala daerah lain, di antaranya Bupati Tegal serta Wakil Bupati Purbalingga.

Agenda utama pertemuan adalah membahas perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masing-masing daerah sebagai bahan laporan menjelang rapat koordinasi tingkat provinsi.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Zulkifli Hasan dan dihadiri sejumlah pejabat kementerian, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepala Badan Gizi Nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Fadia Arafiq juga menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menghadiri rapat koordinasi MBG yang digelar pada Selasa siang.

“Setelah kegiatan buka bersama dengan teman-teman Ansor, beberapa kepala daerah datang melaporkan progres program MBG. Bu Fadia juga menyampaikan izin tidak bisa hadir pada rapat koordinasi hari Selasa bersama para menteri,” ujar Luthfi.

KPK Tegaskan Tidak Ada Penangkapan Bupati Pekalongan Bersama Gubernur

Sementara itu, klarifikasi juga disampaikan oleh Asep Guntur Rahayu selaku Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK.

Ia menegaskan bahwa tidak ada laporan dari tim penyidik yang menyebutkan Bupati Pekalongan ditangkap bersama Gubernur Jawa Tengah.

“Selama kami berada di posko dan berkomunikasi dengan tim di lapangan, tidak ada informasi seperti itu,” kata Asep dalam konferensi pers.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis berbagai spekulasi yang beredar setelah pernyataan Fadia Arafiq mencuat di publik.

Gubernur Ahmad Luthfi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas

Menanggapi peristiwa tersebut, Ahmad Luthfi menilai kasus OTT yang menjerat kepala daerah harus menjadi pelajaran penting bagi para pejabat publik.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama ini telah bekerja sama dengan KPK dalam upaya pencegahan korupsi, termasuk melalui program koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah).

Melalui program tersebut, KPK secara rutin memberikan arahan kepada kepala daerah maupun anggota DPRD terkait pengelolaan anggaran dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Luthfi juga mengingatkan bahwa praktik korupsi sering kali muncul karena adanya kesempatan dan niat yang tidak baik.

Menurutnya, pemimpin daerah harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat dengan menjalankan pemerintahan secara transparan dan sesuai aturan hukum.

“Pejabat publik harus menjadi teladan. Kalau pemimpinnya tidak memberi contoh yang baik, maka sistem juga akan rusak,” tegasnya.

Ia juga mengimbau para pejabat agar tidak menjalani gaya hidup berlebihan maupun memamerkan kekayaan, karena integritas merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang sehat.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

Gubernur Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi 2027
Pemprov Jateng Pastikan Penanganan Bencana Tak Berhenti di Fase Darurat
RUPST, Bank Jateng Cetak Laba Rp 1,4 Triliun di 2025, Aset Tembus Rp 100 Triliun
Piala Dunia 2026 Tayang di TVRI, Sekda Jateng Ingin Sepak Bola Kampung Hidup Lagi
Anak Keluarga Miskin Kini Bisa Sekolah Gratis, Ahmad Luthfi: “Ora Usah Minder, Kejar Cita-citamu!”
TAGGED:bupati pekalonganott kpk
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Satpol PP saat monitoring jam operasional karaoke selama ramadan Satpol PP Banjarnegara Monitoring Kafe dan Karaoke, Pastikan Patuh Jam Operasional Ramadan
Next Article posko pengawasan thr Pemprov Jateng Buka Posko Pengawasan THR 2026, Perusahaan Diingatkan Tak Boleh Telat Bayar

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.