HUJAN dua hari berturut-turut memicu terjadinya pergerakan tanah di Desa Binangun, Karangkobar, Banjarnegara. Rekahan sepanjang 100 meter mengancam rumah warga, PAUD, dan gedung desa. BPBD pasang EWS dan siapkan jalur evakuasi.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang memicu pergerakan tanah di Dusun Gintung, Desa Binangun, Kabupaten Banjarnegara. Rekahan yang muncul kian melebar dan kini mengancam rumah warga hingga fasilitas umum di bawah lereng.
Pergerakan tanah pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Namun situasi memburuk setelah hujan kembali turun pada Selasa (3/3/2026) malam, menyebabkan retakan semakin panjang dan dalam.
Rekahan Tanah Membentuk Tapal Kuda Sepanjang 100 Meter
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengungkapkan bahwa titik rekahan berada di area perkebunan warga yang posisinya lebih tinggi dari permukiman dan sejumlah fasilitas publik.
“Hasil kajian di lapangan menunjukkan panjang area pergerakan tanah mencapai sekitar 500 meter dengan pola membentuk setengah lingkaran atau tapal kuda. Kedalaman rekahan sekitar satu meter, sementara retakan utama memanjang hingga 100 meter,” katanya.
Lokasi pergerakan tanah berada di kawasan perbukitan dengan kemiringan lereng antara 15 hingga 35 derajat. Kondisi ini memang dikenal rawan mengalami pergerakan tanah saat curah hujan meningkat dan tanah dalam kondisi jenuh air.
PAUD dan Gedung Desa Masuk Zona Potensi Bahaya
Ancaman tak hanya menyasar rumah warga. Dua fasilitas umum yang berada di zona rawan turut terdampak, yakni PAUD As-Syifa dan Gedung KDMP milik Pemerintah Desa Binangun.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun dalam durasi lama. Rekahan di bagian atas lereng dilaporkan masih aktif berkembang.
“Jika hujan terus mengguyur, sangat mungkin terjadi pergerakan susulan,” katanya.
BPBD Pasang EWS dan Siapkan Jalur Evakuasi
Sebagai langkah tanggap darurat terkait pergerakan tanah di Binangun, BPBD Banjarnegara bersama relawan langsung melakukan sejumlah upaya mitigasi. Tim memasang Early Warning System (EWS) sebagai alat peringatan dini untuk memantau potensi pergerakan tanah lanjutan.
Selain itu, dilakukan pemotongan pohon besar di sekitar lokasi retakan guna mengurangi beban lereng. Rekahan juga ditutup sementara untuk meminimalkan infiltrasi air hujan.
Pemerintah Desa Binangun bersama tim Desa Tangguh Bencana (Destana) turut menyiapkan jalur evakuasi mandiri. Skema ini disiapkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi longsor susulan yang lebih besar.
Faktor Geologi dan Aktivitas Lereng Perparah Risiko
Berdasarkan peta geologi Banjarnegara–Pekalongan, kawasan ini termasuk dalam Formasi Gunungapi Jembangan yang tersusun atas lava andesit, breksi aliran, material piroklastik, lahar, serta endapan aluvium. Struktur batuan tersebut tergolong rentan longsor, terutama di lereng curam dengan akumulasi air tinggi.
Menurut peta kerentanan gerakan tanah dari PVMBG Badan Geologi, wilayah ini masuk kategori kerentanan menengah atau zona kuning. Meski tidak berada tepat di atas sesar aktif, lokasi tanah gerak diapit dua patahan aktif dengan jarak sekitar 500 meter.
Selain faktor alam, aktivitas pengeprasan lereng diduga turut memperlemah struktur tanah. Hilangnya penahan alami di bagian bawah lereng membuat keseimbangan massa tanah terganggu, sehingga memicu pergerakan saat hujan mengguyur.
Mitigasi Jangka Panjang Tunggu Musim Kemarau
Untuk penanganan permanen, diperlukan penataan ulang lahan terdampak. Rekomendasi teknis mencakup pembangunan sistem drainase kedap air guna mengendalikan infiltrasi, serta pembangunan talud atau struktur penahan tebing untuk meningkatkan stabilitas lereng.
Pekerjaan fisik tersebut disarankan dilakukan saat musim kemarau. Saat ini, kondisi tanah masih jenuh air dan berisiko tinggi memicu pergerakan susulan, khususnya di bagian atas lereng yang telah membentuk pola tapal kuda.
BPBD mengimbau warga segera mengosongkan area rawan jika hujan deras turun dalam waktu lama demi menghindari risiko korban jiwa. Perkembangan situasi di Desa Binangun masih terus dipantau oleh tim gabungan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
