Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Dapat Aduan Warga, Wagub Jateng Terjun Langsung Tangani Banjir Pekalongan dan Kerahkan Alat Berat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Dapat Aduan Warga, Wagub Jateng Terjun Langsung Tangani Banjir Pekalongan dan Kerahkan Alat Berat
Jateng

Dapat Aduan Warga, Wagub Jateng Terjun Langsung Tangani Banjir Pekalongan dan Kerahkan Alat Berat

Afifah Anis CH
Last updated: 1 Februari 2026 17:19
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Banjir Pekalongan
Banjir Pekalongan sudah terjadi selama 17 hari, Wagub turun langsung dan kerahkan alat berat. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KELUHAN warga terkait banjir Pekalongan yang tak kunjung surut di Kecamatan Tirto, langsung mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Begitu menerima laporan warga, Wagub Jateng segera turun ke lapangan dan memastikan alat berat dikerahkan untuk penanganan darurat.

Contents
  • Banjir Sudah Rendam Empat Desa di Tirto Selama 17 Hari
  • Aktivitas di Bantaran Sungai Diakui Perparah Banjir
  • Warga Mengadu Langsung karena Tak Kunjung Ada Penanganan
  • Kiriman Air dan Rob Perparah Kondisi Banjir Pekalongan

Fokus penanganan diarahkan pada peninggian tanggul dan normalisasi Sungai Sengkarang, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama luapan air ke permukiman warga.

Banjir Sudah Rendam Empat Desa di Tirto Selama 17 Hari

Gus Yasin mengungkapkan, laporan banjir ia terima saat berada di Pekalongan untuk menghadiri agenda lain. Seorang warga kemudian menghubungkannya dengan empat kepala desa terdampak, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, dan Pacar.

Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa banjir Pekalongan ini telah merendam wilayah itu selama sekitar 17 hari, melumpuhkan aktivitas warga dan memutus akses keluar-masuk desa.

“Yang dibutuhkan sebenarnya tidak banyak, hanya alat berat untuk meninggikan tanggul. Ini bagian dari normalisasi sungai sekaligus penguatan tanggul sebagai tindakan pencegahan banjir Pekalongan ini,” ujar Gus Yasin saat meninjau Sungai Sengkarang di Desa Mulyorejo, Minggu (1/2/2026).

Aktivitas di Bantaran Sungai Diakui Perparah Banjir

Dalam peninjauan lapangan, Wagub Jateng juga mengapresiasi kesadaran warga yang mulai memahami bahwa banjir tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia di bantaran sungai.

Pemanfaatan bantaran sungai yang tidak terkendali dinilai menurunkan elevasi tepi sungai, sehingga saat hujan deras, air dengan mudah meluap ke permukiman.

“Masyarakat sudah menyadari bahwa ini juga akibat aktivitas kita sendiri di bantaran sungai. Saat hujan, air melimpah dan menyebabkan banjir. Karena itu kami segera turunkan alat berat,” jelasnya.

Warga Mengadu Langsung karena Tak Kunjung Ada Penanganan

Salah satu warga Desa Tegaldowo, Harmonis, mengungkapkan bahwa warga akhirnya berinisiatif mengadu langsung karena mengetahui Wagub Jateng sedang berkunjung ke wilayah Pekalongan.

“Telepon pertama memang tidak diangkat, tapi beliau menelepon balik,” katanya.

Ia menyebutkan, kondisi tanggul Sungai Sengkarang sebenarnya sudah lama membutuhkan peninggian, namun belum mendapat penanganan dari pemerintah daerah.

“Mungkin karena keterbatasan anggaran, jadi belum tertangani,” ujarnya.

Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, menjelaskan bahwa banjir telah membuat akses keluar-masuk desa terputus. Aktivitas warga hanya bisa dilakukan menggunakan perahu, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar 90 sentimeter.

“Kami berharap Sungai Sengkarang segera dinormalisasi karena luapan airnya sebagian besar berasal dari sana,” katanya.

Kiriman Air dan Rob Perparah Kondisi Banjir Pekalongan

Relawan setempat, Muhammad Nizar, menyebut banjir Pekalongan ini dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari hujan lokal, kiriman debit air besar dari wilayah selatan, hingga limpasan Sungai Sengkarang.

Kondisi rob di wilayah pesisir turut memperparah situasi karena menghambat aliran air menuju laut. Meski pompa banjir telah dioperasikan, kapasitasnya dinilai belum sebanding dengan volume air yang masuk.

“Pompa berjalan terus, tapi debit airnya terlalu besar, jadi belum bisa mengatasi seratus persen,” ujarnya.

Saat ini, relawan bersama warga telah mendirikan posko darurat Pekalongan dan memprioritaskan evakuasi lansia serta anak-anak, sementara para pemuda bertahan untuk menjaga rumah warga.

*Ikuti media sosial kami.

Rekor MURI! 53 Perusahaan di Jateng Kompak Ikutkan Pekerja Cek Kesehatan Gratis
Pantau Langsung ke Lapangan, Gubernur Jateng Pastikan THR Buruh Cair H-7 Lebaran
Speling Jangkau 18 Juta Warga, Taj Yasin Bidik Penguatan Medical Tourism Jateng
Perajin Batik Jawa Tengah Turun 40 Persen, Nawal Yasin Siapkan Enam Strategi Regenerasi
2.596 Keluarga di Klaten Resmi Graduasi PKH, Bukti Program Bansos Berhasil
TAGGED:banjir pekalongan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sekda jateng saat mengikuti Sriboga Run Puncak HUT ke 27, Ribuan Pelari Meriahkan Sriboga Run 5K di Jantung Kota Semarang
Next Article Rio Fahmi dan Hansamu Yama Resmi Berseragam Singo Edan, Ilham Rio Fahmi Dipinjam Arema FC hingga Akhir Musim

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.