Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Kajian Lapangan ESDM Ungkap Penyebab Longsor Gunung Slamet
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Kajian Lapangan ESDM Ungkap Penyebab Longsor Gunung Slamet
Jateng

Kajian Lapangan ESDM Ungkap Penyebab Longsor Gunung Slamet

Afifah Anis CH
Last updated: 28 Januari 2026 13:52
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
ESDM ungkap hasil kajian longsor lereng Gunung Slamet
Kepala Dinas ESDM Jateng saat menyampaikan haisl kajian lapangan longsor lereng Gunung Slamet. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

DINAS Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah memastikan bahwa bencana tanah longsor di lereng Gunung Slamet, yang melanda sejumlah wilayah seperti Kabupaten Pemalang dan Purbalingga, murni disebabkan oleh faktor alam.

Contents
  • Hujan Berhari-hari Buat Lereng Kehilangan Stabilitas
  • ESDM Tegaskan Tidak Ada Tambang di Tubuh Gunung Slamet
  • Peringatan Dini Longsor Disampaikan Rutin ke Daerah
  • Pengawasan Tambang Tetap Diperketat Meski Tak Terkait Longsor
  • Pemprov Siap Tindak Tegas Tambang yang Melanggar Aturan
  • Edukasi Publik Jadi Kunci Pengurangan Risiko Bencana

Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil kajian teknis dan tinjauan lapangan yang dilakukan ESDM Jawa Tengah. Longsor dipicu oleh curah hujan ekstrem dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, sehingga menyebabkan tanah jenuh air dan kestabilan lereng menurun drastis.

Hujan Berhari-hari Buat Lereng Kehilangan Stabilitas

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menjelaskan bahwa longsor terjadi pada lereng-lereng terjal di tubuh Gunung Slamet yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Curah hujan ekstrem terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Tanah menjadi jenuh air dan daya dukung lereng melemah. Ini merupakan faktor alam murni,” ujar Agus di Semarang, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, karakteristik tanah di kawasan Gunung Slamet memiliki porositas tinggi sehingga mudah menyerap air. Ketika kejenuhan tercapai dan dikombinasikan dengan kemiringan lereng yang curam, potensi gerakan tanah meningkat signifikan. Faktor litologi atau jenis batuan yang mudah lapuk juga memperbesar risiko longsor.

ESDM Tegaskan Tidak Ada Tambang di Tubuh Gunung Slamet

Menanggapi isu yang mengaitkan bencana longsor dengan aktivitas pertambangan, Agus menegaskan bahwa tidak terdapat kegiatan tambang di tubuh Gunung Slamet.

“Lokasi pertambangan berada di kaki gunung, dengan elevasi ratusan meter lebih rendah dari titik longsoran. Tidak ada aktivitas tambang di tubuh Gunung Slamet,” tegasnya.

Secara teknis dan geografis, kata Agus, lokasi pertambangan tidak memiliki hubungan langsung dengan area mahkota longsoran yang terjadi di lereng gunung.

Peringatan Dini Longsor Disampaikan Rutin ke Daerah

Sebagai langkah mitigasi, Dinas ESDM Jawa Tengah secara rutin menyampaikan informasi potensi gerakan tanah kepada seluruh bupati dan wali kota, terutama saat musim penghujan.

Informasi tersebut disusun melalui pemetaan wilayah rawan longsor yang dipadukan dengan data prakiraan cuaca dan curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Setiap bulan kami merilis peta potensi gerakan tanah lengkap dengan tabulasi curah hujan dan tingkat kerawanan, mulai dari rendah hingga tinggi. Ini menjadi peringatan dini bagi daerah,” jelas Agus.

Pengawasan Tambang Tetap Diperketat Meski Tak Terkait Longsor

Meski longsor tidak berkaitan dengan pertambangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan pengawasan terhadap aktivitas tambang tetap dilakukan secara ketat.

Dinas ESDM terus melakukan penataan, pembinaan, serta pengawasan kepada pelaku usaha pertambangan agar menjalankan kegiatan sesuai ketentuan administratif, teknis, prinsip good mining practice, dan kaidah lingkungan hidup.

Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana juga terus digencarkan, khususnya imbauan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat dengan durasi panjang.

Pemprov Siap Tindak Tegas Tambang yang Melanggar Aturan

Dalam aspek penegakan hukum, Agus menegaskan pemerintah tidak akan ragu menindak pelaku usaha tambang yang melanggar ketentuan.

Penindakan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembinaan, pengawasan, pengendalian, hingga penertiban.

“Jika setelah dibina dan diawasi tetap tidak patuh, maka akan ditindak tegas. Mulai dari penghentian sementara, penghentian permanen, sampai pencabutan izin,” ujarnya.

Sebagai contoh, Dinas ESDM Jawa Tengah telah mengusulkan pencabutan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT Dinar Batu Agung kepada Kementerian Investasi/BKPM melalui DPMPTSP, karena dinilai tidak menindaklanjuti rekomendasi evaluasi lintas instansi.

Edukasi Publik Jadi Kunci Pengurangan Risiko Bencana

Pemprov Jawa Tengah berharap, melalui penguatan sistem peringatan dini, penyampaian informasi potensi bencana, serta penegakan aturan yang konsisten, masyarakat semakin memahami bahwa longsor merupakan fenomena alam yang dapat diprediksi dan diantisipasi.

“Kami memberi perhatian serius kepada warga terdampak dan akan terus memperkuat langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana di Jawa Tengah,” katanya.

*Ikuti media sosial kami

Hadiri Halalbihalal Santri Gayeng Nusantara, Wagub Taj Yasin Dorong Kolaborasi dengan Pemprov Jateng
Konsumsi BBM dan LPG Naik Saat Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok Aman hingga Arus Balik
Dari “Gerimis” hingga “Tentang Kita”, KLa Project Bikin Ribuan Penonton Harmony of Java 2026 Bernostalgia
Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Dongkrak Omzet UMKM hingga 5 Kali Lipat, Perkuat Industri Halal
Masa Transisi Kepemimpinan, Pati Teguhkan Manajemen Talenta ASN
TAGGED:longsor
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pemadam Kebakaran Kebakaran Rumah di Cilongok Saat Warga Laksanakan Siskamling, Kerugian Capai Rp35 Juta
Next Article Program ketahanan pangan keluarga Kunjungi Peternakan Ayam di Kudus, Nawal Yasin Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.