Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Aroma Kopi Lereng Muria Mendunia, Dari UMKM Kudus Tembus Pasar Internasional
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Aroma Kopi Lereng Muria Mendunia, Dari UMKM Kudus Tembus Pasar Internasional
JatengNasional

Aroma Kopi Lereng Muria Mendunia, Dari UMKM Kudus Tembus Pasar Internasional

Afifah Anis CH
Last updated: 28 Januari 2026 13:09
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Kopi Lereng Muria
Ketua TP PKK Jateng saat menunjukkan kopi Tjolo atau kopi lereng muria. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

UDARA sejuk menyelimuti Pusat UMKM Desa Wisata Dukungwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (27/1/2026). Di tengah udara sejuk lereng Gunung Muria, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menikmati secangkir Kopi Tjolo atau kopi lereng muria yang memiliki aroma dan rasanya mencuri perhatian.

Contents
  • Kopi Lereng Muria, Dari Petani Lokal ke Meja Dunia
  • Kopi Avocado, Inovasi yang Jadi Pembeda
  • Dekranasda Jateng Dorong UMKM Naik Kelas
  • Proses Produksi Terstandar, Omzet Puluhan Juta Rupiah

Terpikat oleh keunikan cita rasa tersebut, Nawal memborong berbagai varian kopi produksi UMKM Kopi Tjolo, sebuah produk lokal Kudus yang kini telah menembus pasar mancanegara.

Kopi Lereng Muria, Dari Petani Lokal ke Meja Dunia

Kopi Tjolo atau kopi lereng muria ini diracik dari biji kopi pilihan hasil panen petani lokal di lereng Gunung Muria. Melalui inovasi produk dan konsistensi kualitas, kopi ini sukses menembus pasar internasional, mulai dari Malaysia dan Thailand, hingga sejumlah negara di Timur Tengah.

Prestasi Kopi Tjolo atau kopi lereng muria ini semakin mengukuhkan posisinya setelah dipercaya menjadi salah satu sajian bagi tamu negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali 2022, sebuah pencapaian langka bagi produk UMKM daerah.

Kopi Avocado, Inovasi yang Jadi Pembeda

Menurut Nawal, kekuatan utama Kopi Tjolo atau kopi lereng muria ini terletak pada keberanian berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal. Salah satu varian yang paling diminati adalah kopi yang dipadukan dengan bubuk buah alpukat (avocado), komoditas unggulan wilayah Muria.

“Varian kopinya beragam, salah satunya kopi dengan campuran bubuk avocado. Di kawasan ini memang unggulannya kopi dan alpukat,” ujarnya.

Ia menilai, inovasi tersebut membuktikan bahwa kekayaan lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi jika dikembangkan dengan kreativitas dan visi pasar global.

Dekranasda Jateng Dorong UMKM Naik Kelas

Selain kopi, Nawal juga memborong berbagai produk UMKM lain di Desa Wisata Dukungwaringin, seperti tas anyaman pandan dan tape singkong khas Kudus.

Ia menegaskan, Dekranasda Jawa Tengah akan terus mendukung UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar global. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, pendampingan, kurasi produk, hingga penguatan pemasaran digital.

“Pemasaran akan kita dorong melalui digital. Selain kurasi agar bisa ekspor, UMKM juga akan terus kita dampingi,” katanya.

Proses Produksi Terstandar, Omzet Puluhan Juta Rupiah

Sementara itu, pengelola UMKM Kopi Tjolo, Anggung Safitri, menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan menggunakan bahan lokal dengan standar kualitas yang ketat. Proses dimulai dari pemetikan biji merah, penyortiran, perendaman, hingga penjemuran.

“Kami juga menyiapkan mini laboratorium untuk menjaga konsistensi rasa dan kualitas,” jelas Anggung.

Selain varian avocado, Kopi Tjolo juga menghadirkan inovasi lain seperti kopi gula kelapa serta paket 4 in 1 yang berisi gula, krimer, bubuk alpukat, dan kopi. Dengan harga mulai Rp2.500 per sachet, Kopi Tjolo mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan dan terus memperluas pasar hingga luar negeri.

“Kami berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam pemasaran, agar semakin banyak UMKM lokal yang bisa menembus pasar ekspor,” pungkasnya.

Jelang Mudik Lebaran 2026, 4.870 Titik Jalan Berlubang di Jawa Tengah Dituntaskan
MUI Jateng 2026-2013 Dikukuhkan, Ahmad Luthfi Dorong Ulama Jaga Harmoni dan Ekonomi Umat
Pemprov Jateng Gandeng Mercy Corps Perkuat Ketahanan Iklim, Delapan Daerah Bersinergi Kurangi Risiko Banjir
45 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional II Jateng Lulus, Pemprov Minta Inovasi Tak Berhenti
Gubernur Ahmad Luthfi dan KPK Bantah Klaim Fadia Arafiq soal OTT Bupati Pekalongan
TAGGED:kopi lereng muria
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gerakan Tanam Pohon Cegah Banjir dari Rumah, Nawal Yasin Gerakkan Kader PKK Jateng Tanam Pohon
Next Article Pemadam Kebakaran Kebakaran Rumah di Cilongok Saat Warga Laksanakan Siskamling, Kerugian Capai Rp35 Juta

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.