Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jateng Percepat Solusi Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jateng Percepat Solusi Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik
Jateng

Jateng Percepat Solusi Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik

Afifah Anis CH
Last updated: 11 Mei 2026 17:33
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
Wagub tandatangani MoU terkait percepatan penanganan krisis sampah
Wakil Gubernur melakukan MoU penanganan krisis sampah di Jawa Tengah. (dok. Pemprov)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan krisis sampah melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Kawasan aglomerasi Semarang Raya yang meliputi Semarang dan Kabupaten Kendal ditetapkan sebagai proyek strategis pertama di Jawa Tengah dalam program nasional pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.

Contents
  • Semarang Raya Jadi Tahap Awal, Jateng Siapkan Wilayah Lain
  • Sampah Lama Akan Diolah Jadi Solar
  • Timbunan Sampah Jatibarang Sudah Capai 3 Juta Ton
  • Pemerintah Targetkan Lokasi Darurat Sampah Selesai 2028
  • Jawa Tengah Hadapi Krisis Sampah yang Terus Meningkat

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan Danantara di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, proyek ini menjadi langkah konkret untuk mengurangi persoalan sampah yang selama ini membebani sejumlah daerah, khususnya Kota Semarang.

“Alhamdulillah, penandatanganan sudah dilakukan dan pembangunannya akan segera berjalan. Ini sangat membantu mengurangi persoalan sampah di Kota Semarang,” kata Taj Yasin.

Semarang Raya Jadi Tahap Awal, Jateng Siapkan Wilayah Lain

Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah juga telah mengusulkan sejumlah kawasan aglomerasi lain agar masuk tahap pengembangan berikutnya. Beberapa wilayah yang diusulkan antara lain Pati Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya.

“Kami ingin persoalan sampah di Jawa Tengah bisa benar-benar selesai sesuai arahan Presiden menuju zero sampah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan sampah di Jawa Tengah nantinya dilakukan melalui dua skema sekaligus. Jalur pertama melalui investasi Danantara untuk mengolah sampah baru menjadi energi listrik.

Dalam proyek Semarang Raya, fasilitas PSEL di TPA Jatibarang akan mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari, terdiri dari 1.000 ton sampah Kota Semarang dan 100 ton dari Kabupaten Kendal.

Sampah Lama Akan Diolah Jadi Solar

Selain mengolah sampah baru menjadi listrik, Pemprov Jateng juga menggandeng TNI untuk menangani timbunan sampah lama yang akan diubah menjadi bahan bakar solar.

“Dua-duanya berjalan bersama. Sampah baru menjadi listrik, sementara sampah lama diolah menjadi fuel atau solar,” kata Taj Yasin.

Ia menilai pendekatan tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Kita ingin mengubah persoalan sampah yang selama ini menjadi musuh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Timbunan Sampah Jatibarang Sudah Capai 3 Juta Ton

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan proyek di TPA Jatibarang sangat mendesak karena tingginya volume sampah yang terus menumpuk.

Saat ini, timbunan sampah lama di TPA Jatibarang mencapai sekitar 3 juta ton. Selain itu, setiap hari lokasi tersebut menerima tambahan sekitar 1.000 ton sampah baru.

Menurut Heru, pengelolaan sampah nantinya dibagi menjadi dua sistem. Sampah baru akan diolah fasilitas PSEL milik Danantara menjadi listrik, sedangkan timbunan lama diproses bersama TNI menjadi solar.

“Semua tetap berada di Jatibarang, hanya bahan bakunya yang berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil kajian sebelumnya, satu juta ton sampah dapat menghasilkan sekitar 50 ribu liter solar.

Pemerintah Targetkan Lokasi Darurat Sampah Selesai 2028

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pemerintah memprioritaskan penanganan 25 lokasi darurat sampah di Indonesia yang mencakup 62 kabupaten/kota dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.

“Administrasi ditargetkan selesai enam bulan dan pembangunan dua tahun. Tahun 2027 separuh selesai, Mei 2028 seluruh titik darurat harus tuntas,” kata Zulhas.

Program tersebut berjalan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Jawa Tengah Hadapi Krisis Sampah yang Terus Meningkat

Berdasarkan data 2026, Jateng termsuk wilayah krisis sampah, hal ini dapat dilihat pada data timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 17.539 ton per hari atau setara 6,4 juta ton per tahun.

Angka tersebut terus meningkat sekitar 8 hingga 11 persen setiap tahun. Namun, baru sekitar 26,78 persen sampah yang berhasil dikelola dengan baik, tentu saja ini menjadikan Jawa Tengah termasuk daerah krisis sampah.

Sementara lebih dari 73 persen sampah masih belum tertangani optimal. Dari total 47 tempat pemrosesan akhir (TPA) di Jawa Tengah, sekitar 87,5 persen masih menggunakan sistem open dumping.

*Ikuti media sosial kami.

Tanggul Sungai Tuntang di Grobogan Jebol, 9 Alat Berat Dikebut, Ditarget Tuntas 3 Hari
Polres Blora Ungkap Lima Kasus Narkoba, 8 Tersangka dan 66,72 Gram Sabu Diamankan
Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati
Pemprov Jateng Pastikan Penanganan Bencana Tak Berhenti di Fase Darurat
Pilgub Jateng 2029 Butuh Rp1,2 Triliun, Pemprov Mulai Siapkan Dana Cadangan Sejak 2027
TAGGED:krisis sampahpengolahan sampahsampah jadi solartumpukan sampah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pertamina jamin solar subsidi untuk nelayan kecil aman Nelayan Tak Perlu Khawatir, Pertamina Jamin Solar Subsidi Tetap Tersedia
Next Article Pembukaan Pra Popda Korda 2 Wanadadi Pra Popda Sepak Bola Korda 2 Wanadadi Berlangsung Ketat, 16 Tim SMP Berebut Tiket Lolos

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.