GUBERNUR Ahmad Luthfi menegaskan sektor ekonomi kreatif harus mampu menjadi penggerak pembukaan lapangan kerja baru dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Hal itu disampaikannya saat peluncuran program Gekrafs Peduli yang digelar Gekrafs Jawa Tengah di Ibis Styles Semarang Simpang Lima Kota Semarang.
Menurut Luthfi, ekonomi kreatif merupakan sektor yang fleksibel karena dapat dijalankan oleh siapa saja tanpa dibatasi usia, tempat, maupun waktu. Karena itu, ia mendorong seluruh masyarakat untuk memanfaatkan peluang ekonomi kreatif sebagai sarana menciptakan kesejahteraan bersama.
“Ekonomi kreatif harus bisa berkembang bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain dan membuka peluang kerja baru,” kata Luthfi.
Program Gekrafs Peduli sendiri mengusung tema “Tumbuh dalam Rasa, Bergerak dalam Makna”. Program tersebut dirancang sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang menggabungkan kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Investasi dan Ekonomi Kreatif Harus Berjalan Seimbang
Luthfi menilai Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah tujuan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, derasnya investasi yang masuk perlu diimbangi dengan penguatan sektor ekonomi kreatif agar tercipta peluang usaha baru secara berkelanjutan.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak bisa terus bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun APBD. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha harus terus berinovasi menciptakan ruang ekonomi baru.
“Kita harus membangun kreativitas ekonomi dan investasi yang mampu membuka lapangan pekerjaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
UMKM Dinilai Jadi Penopang Saat Krisis
Dalam sambutannya, Luthfi juga menyinggung ketahanan ekonomi berbasis masyarakat saat pandemi Covid-19. Ketika banyak sektor usaha besar melemah, pelaku ekonomi kreatif dan UMKM justru mampu bertahan dan menjadi penyangga ekonomi warga.
Menurutnya, pedagang kaki lima hingga usaha kuliner rumahan membuktikan bahwa ekonomi rakyat memiliki daya tahan kuat menghadapi situasi krisis.
Selain itu, kondisi global seperti perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat dan China, hingga konflik di Timur Tengah turut memberi dampak terhadap perekonomian daerah. Karena itu, pelaku ekonomi kreatif diminta terus menghadirkan inovasi dan terobosan baru.
“Kreativitas anak muda harus terus ditonjolkan agar tetap eksis dan mampu bersaing,” katanya.
Gekrafs Peduli Akan Digelar Rutin di Jawa Tengah
Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan Gekrafs Peduli hadir sebagai bentuk kepedulian sosial dari pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya berbicara soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana membangun nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Gekrafs bukan hanya tentang kreativitas dan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan jiwa sosial dalam diri setiap anggota,” ujarnya.
Berty menambahkan, program Gekrafs Peduli tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Program tersebut direncanakan berlangsung rutin setiap bulan dan menjangkau berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Solo, Demak, Kendal, dan wilayah lainnya.
Untuk memperluas dampak sosial, Gekrafs Jawa Tengah juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Baznas, Dinas Sosial, komunitas, dunia usaha, hingga stakeholder lainnya.
*Ikuti media sosial kami.
