KABAR gembira bagi pecinta film horor Tanah Air. Film Pocong Merah resmi tayang di bioskop mulai Kamis (19/02/2026). Warga Banyumas dan sekitarnya sudah bisa menyaksikan langsung di CGV Rita Supermall Purwokerto dan Rajawali Cinema Purwokerto.
Film ini menawarkan perpaduan horor mencekam dengan sentuhan emosional yang kuat, menjadikannya berbeda dari film pocong kebanyakan.
Kisah Kelam tentang Dendam dan Ikatan Keluarga
“Pocong Merah” mengangkat cerita tragis tentang seorang dukun santet yang tewas secara mengenaskan. Karena rasa kehilangan yang begitu dalam, sang anak nekat melakukan ritual untuk membangkitkan kembali ibunya. Namun kebangkitan itu justru menghadirkan sosok pocong berlumuran darah yang membawa teror.
Meski premisnya gelap, sang sutradara menegaskan film ini tak hanya mengandalkan ketegangan.
Hendra Lee menyebut film ini menyelipkan unsur komedi dan pesan moral tentang bahaya dendam, keberanian menghadapi kegelapan, hingga pilihan sulit dalam keluarga.
“Film ini bergenre horor, tapi di dalamnya ada komedi dan edukasi. Ada pesan tentang dendam dan keberanian,” ungkapnya saat meet and greet di Purwokerto.
Curug Cipendok dan Hutan Pinus Jadi Latar Mencekam
Salah satu daya tarik utama film ini adalah visual alam Banyumas yang memukau sekaligus misterius. Seluruh proses syuting dilakukan di wilayah Banyumas selama kurang lebih 10 hari.
Beberapa lokasi yang menjadi latar pengambilan gambar antara lain:
- Curug Cipendok
- Hutan Pinus Sawangan
Keindahan alam tersebut justru memperkuat atmosfer mencekam sekaligus dramatis dalam cerita.
Hendra Lee, yang merupakan putra asli Ajibarang, menyebut film ini sebagai “surat cinta” untuk Banyumas.
Film Pocong Merah Libatkan 35% Talenta Lokal Banyumas
Tak hanya mengambil lokasi syuting, “Pocong Merah” juga memberi ruang besar bagi talenta daerah.
- Sekitar 35 persen pemeran merupakan warga Banyumas.
- Sejumlah kru produksi juga berasal dari tenaga kreatif lokal.
Langkah ini menjadi bukti bahwa industri film tidak hanya berpusat di kota besar. Menurut Hendra, masyarakat daerah pun memiliki peluang yang sama untuk berkarya di dunia perfilman.
“Meski di daerah, tetap bisa berkarya,” ujarnya penuh semangat.
Debut Sutradara dan Deretan Bintang Utama
Film ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Hendra Lee. Setelah lama berkecimpung di berbagai posisi teknis industri film dan televisi, “Pocong Merah” menjadi debutnya sebagai sutradara layar lebar.
Acara meet and greet turut dihadiri para pemeran utama, di antaranya:
- Adinda Halona
- Ahmad Pule
- Yogi Werner
- Putri Nabilla Aurora
Kehadiran mereka semakin menambah antusiasme penonton, khususnya warga Banyumas yang merasa memiliki kedekatan dengan film ini.
*Ikuti media sosial kami
