KABARBANYUMASRAYA.COM – Temuan jentik nyamuk di salah satu area Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara menjadi peringatan penting akan potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Menyikapi temuan tersebut, petugas langsung melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan memeriksa sejumlah titik, mulai dari bak mandi hingga tempat penampungan air.
Kegiatan yang melibatkan Klinik Rubara bersama tim kesehatan lingkungan Puskesmas Banjarnegara 1. Pemeriksaan menyasar seluruh area rutan, termasuk blok hunian dan lingkungan perkantoran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi salah satu penular virus dengue penyebab DBD.
Petugas Periksa Bak Mandi hingga Dispenser
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyisir berbagai lokasi yang berpotensi menampung air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Pemeriksaan meliputi bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, kulkas, hingga sudut-sudut lingkungan yang berpotensi menimbulkan genangan.
Kegiatan PSN ini melibatkan perawat pertama, perawat terampil, tim kesehatan lingkungan Puskesmas Banjarnegara 1, serta tenaga magang dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah deteksi dini. Terlebih, lingkungan rutan memiliki aktivitas dan jumlah penghuni yang cukup padat sehingga kebersihan serta kesehatan lingkungan perlu mendapat perhatian khusus.
Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Dodik Harmono, mengatakan pencegahan penyakit harus menjadi tanggung jawab bersama. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting untuk melindungi warga binaan maupun petugas dari ancaman penyakit.
Menurutnya, kegiatan PSN bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan upaya membangun kesadaran seluruh jajaran agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.
“Kami berupaya memastikan setiap area Rutan Banjarnegara bebas dari potensi perkembangbiakan nyamuk. Kami juga mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan karena pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” ujarnya.
Hasil Pemeriksaan, Blok Hunian dan Perkantoran Bersih dari Jentik Nyamuk
Dari hasil pemeriksaan lanjutan, area perkantoran maupun blok hunian Rutan Banjarnegara dinyatakan bersih dari jentik nyamuk.
Hasil tersebut menjadi indikator positif dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menekan potensi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Meski demikian, pihak rutan tidak ingin lengah. Pemantauan lingkungan secara berkala akan terus dilakukan, terutama pada lokasi yang berpotensi menjadi tempat penampungan air hingga dapat memunculkan jentik nyamuk.
Sinergi dengan Puskesmas Banjarnegara 1 juga akan terus diperkuat untuk memastikan upaya pencegahan berjalan secara berkelanjutan. Sebab pemberantasan bisa dilakukan dengan PSN untuk memutus munculnya jetik nyamuk.
Seluruh petugas dan warga binaan didorong membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk memastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Melalui langkah tersebut, Rutan Kelas IIB Banjarnegara berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan aman. Sebab, pencegahan DBD tidak cukup dilakukan melalui pemeriksaan sesaat, tetapi membutuhkan pengawasan dan kepedulian bersama secara konsisten.
