GERAKAN Pemuda (GP) Ansor Banjarnegara menegaskan komitmennya terhadap isu lingkungan dan mitigasi bencana saat melantik 55 pengurus baru dalam agenda bertajuk Menuju Ansor Masa Depan, Selasa (10/2/2026).
Pelantikan kali ini tidak berhenti pada seremoni organisasi. Para kader langsung menginisiasi aksi nyata berupa penghimpunan bibit tanaman yang akan ditanam di lahan rawan longsor.
Momentum tersebut semakin istimewa dengan kehadiran mantan Ketua Ansor Banjarnegara yang kini menjabat Wakil Bupati Banjarnegara, H. Wakhid Jumali.
Tiga Pilar Gerakan GP Ansor: Ngaji, Ngader, Makaryo
Ketua GP Ansor Banjarnegara, Attabik Hasan Ma’ruf, menegaskan bahwa arah gerak organisasi ke depan bertumpu pada tiga pilar utama: ngaji, ngader, dan makaryo.
Menurutnya, ketiga pilar itu tidak hanya memperkuat ideologi dan struktur kaderisasi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dalam menjawab persoalan sosial, termasuk krisis lingkungan.
“Kami ingin Ansor hadir bukan hanya dalam ruang keagamaan, tetapi juga menjawab persoalan nyata masyarakat. Konservasi adalah bagian dari mitigasi bencana,” ujar Attabik.
1.056 Bibit Pohon untuk Kawasan Rawan Longsor
Sebagai wujud komitmen tersebut, GP Ansor Banjarnegara menghimpun 1.056 bibit pohon yang akan ditanam di kawasan Situkung, Kecamatan Pandanarum, wilayah yang belum lama ini terdampak tanah longsor.
Bibit tanaman berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, kementerian, partai politik, hingga organisasi kepemudaan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan bencana harus berjalan beriringan dengan konservasi jangka panjang.
“Mitigasi tidak cukup hanya dengan penanganan darurat. Kita harus menjaga alamnya agar risiko bencana bisa ditekan,” katanya.
Konservasi sebagai Khidmah Keagamaan dan Kebangsaan
Bagi GP Ansor Banjarnegara, menjaga lingkungan bukan sekadar program sosial, tetapi bagian dari khidmah keagamaan dan tanggung jawab kebangsaan. Wilayah Banjarnegara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi menuntut peran aktif generasi muda dalam membangun ketangguhan masyarakat.
Ketua panitia, Saeful Fadly, menambahkan bahwa pelantikan tersebut juga dihadiri oleh 236 Pimpinan Ranting GP Ansor dari 20 kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara.
“Kehadiran pimpinan ranting menunjukkan kesiapan struktur hingga tingkat desa untuk terlibat langsung dalam kerja-kerja sosial, termasuk pendampingan masyarakat di wilayah rawan bencana,” katanya.
Melalui langkah ini, GP Ansor Banjarnegara berupaya menegaskan bahwa menjaga alam adalah bentuk ibadah sekaligus investasi masa depan, demi menciptakan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi potensi bencana.
*Ikuti media sosial kami
