KABARBANYUMASRAYA.COM – Pramuka Banjarnegara didorong tidak hanya kuat dalam karakter, tetapi juga kreatif, terampil dan mandiri di tengah tantangan era digital, perubahan iklim, narkoba, hoaks hingga judi online.
Untuk itu, Gerakan Pramuka di Kabupaten Banjarnegara dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman narkoba, hoaks, judi online, hingga perubahan iklim menjadi tantangan baru yang harus dihadapi generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjarnegara sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banjarnegara, Wakhid Jumali, saat menjadi pembina Upacara Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarcab Banjarnegara di Lapangan Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Senin (14/9/2026).
Ratusan anggota Pramuka dari berbagai wilayah Banjarnegara mengikuti upacara tersebut. Sebelum upacara dimulai, 20 Kwartir Ranting se-Banjarnegara turut menampilkan defile yang dilanjutkan dengan parade kontingen pembawa berbagai piala prestasi Pramuka.
Pramuka Harus Mampu Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Wakhid mengatakan Hari Pramuka tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui karya, keteladanan dan pengabdian.
Menurutnya, nilai Tri Satya dan Dasa Darma tetap menjadi pegangan penting bagi anggota Pramuka dalam menghadapi derasnya perubahan.
“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma tetap menjadi benteng dan pedoman utama bagi anggota Pramuka agar tetap tangguh menghadapi gempuran perubahan zaman,” kata Wakhid.
Ia menilai kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter, tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Hari Pramuka ke-65 Dorong Generasi Kreatif dan Mandiri
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua Pemerintah Republik Indonesia, khususnya terkait swasembada pangan, energi dan air.
Wakhid menegaskan, swasembada pangan tidak sebatas aktivitas pertanian. Generasi muda juga perlu menguasai keterampilan, teknologi, kewirausahaan dan kemampuan mengelola sumber daya.
“Swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk mengenali dan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” ujarnya.
Learning by Doing Dikembangkan Jadi Learning, Creating and Solving
Sejalan dengan perkembangan zaman, pendidikan kepramukaan juga dituntut semakin adaptif. Pendekatan learning by doing kini diarahkan berkembang menjadi learning, creating and solving. Artinya, anggota Pramuka tidak hanya belajar melalui pengalaman, tetapi juga didorong menghasilkan karya dan menemukan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.
Keterampilan, kedisiplinan, wawasan serta keberanian menerapkan gagasan di sekolah, keluarga, gugus depan maupun masyarakat dinilai menjadi bekal penting menghadapi masa depan.
Wakhid Apresiasi Pembina dan Jajaran Pramuka Banjarnegara
Pada kesempatan tersebut, Wakhid menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pembimbing Cabang, Kwartir Ranting, pembina, pelatih, andalan serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan Gerakan Pramuka Banjarnegara.
Ia berharap semangat Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk melahirkan pramuka Banjarnegara sebagai generasi muda yang berkarakter, inovatif dan mampu berdiri secara mandiri.
“Selamat Hari Pramuka ke-65. Mari mantapkan langkah untuk mewujudkan generasi emas serta Kabupaten Banjarnegara yang maju dan sejahtera,” katanya.
*Ikuti media sosial kami.
