PURBALINGGA, KABARBANYUMASRAYA – Keterbatasan bukan penghalang bagi Pramuka Tunarungu Aimar Nahsif Din Faizi untuk terus berkarya dan berprestasi. Siswa kelas X SLB Negeri Purbalingga itu justru berhasil menorehkan pencapaian membanggakan setelah terpilih menjadi satu-satunya perwakilan Kwarcab Purbalingga dalam kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) atau disabilitas Kwarda Jawa Tengah pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.
Pramuka penggalang penyandang tunarungu dan tunawicara tersebut akan membawa nama Purbalingga dan Jawa Tengah ke Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026.
Kabar tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif. Tak hanya memberikan apresiasi, Fahmi juga menyatakan komitmennya untuk membantu pendidikan Aimar hingga jenjang perguruan tinggi.
Aimar Dapat Dukungan Beasiswa dari Bupati Purbalingga
Bupati Fahmi mengapresiasi semangat Aimar yang tetap aktif belajar, berorganisasi, dan mengembangkan keterampilan meski memiliki keterbatasan pendengaran dan kemampuan berbicara.
Menurut Fahmi, kesempatan untuk belajar, berkarya, maupun berorganisasi merupakan hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.
“Ini sesuatu hal yang luar biasa, karena kesempatan berorganisasi dan berkarya harus dimiliki oleh seluruh elemen masyarakat Purbalingga,” kataya.
Dukungan tersebut tidak berhenti pada ucapan selamat. Fahmi juga menjanjikan bantuan pendidikan bagi Aimar apabila nantinya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kalau mau melanjutkan pendidikan nanti insyaallah kita bantu. Pokoknya kalau melanjutkan pendidikan sampai SMA dan seterusnya, insyaallah kita bantu memastikan Mas Aimar lulus sampai S1,” ujarnya.
Komitmen tersebut menjadi suntikan semangat bagi Aimar untuk terus mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Wakili Purbalingga di Jamnas XII 2026
Aimar akan bergabung bersama kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus Kwarda Jawa Tengah dalam Jamnas XII Tahun 2026.
Ajang yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, tersebut akan menjadi pengalaman penting bagi Aimar untuk bertemu dan berinteraksi dengan pramuka penggalang dari berbagai daerah di Indonesia.
Keikutsertaannya sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pramuka penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, belajar, dan berprestasi dalam kegiatan berskala nasional.
Bagi Purbalingga, keberadaan Aimar dalam kontingen Jawa Tengah menjadi kebanggaan tersendiri karena ia merupakan satu-satunya perwakilan dari Kwarcab Purbalingga untuk kontingen PBK Kwarda Jateng.
Persiapan Aimar Jelang Berangkat ke Cibubur
Menjelang keberangkatan, Aimar tidak sekadar mempersiapkan perlengkapan untuk mengikuti kegiatan Jamnas. Kondisi fisik dan kemampuan kepramukaannya juga terus dipersiapkan.
Bina damping Aimar, Pandu Jatmiko, mengatakan persiapan fisik dilakukan dengan latihan sederhana namun rutin.
“Untuk persiapan fisik, Aimar mulai lari dan jalan kaki. Materi kepramukaan juga terus diasah,” kata Pandu.
Latihan tersebut dilakukan untuk memastikan Aimar memiliki kondisi fisik yang cukup prima selama mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas.
Selain kesiapan fisik, kemampuan dan materi kepramukaan juga terus diperkuat agar Aimar dapat mengikuti kegiatan bersama peserta lainnya.
Tak Hanya Pramuka, Aimar Punya Banyak Keterampilan
Di balik keikutsertaannya dalam Jamnas XII, Aimar ternyata memiliki sejumlah kemampuan dan minat yang terus dikembangkan.
Di luar aktivitas Pramuka, Aimar telah mampu membatik dan menari. Ia juga memiliki ketertarikan terhadap sejumlah cabang olahraga, seperti renang, sepak bola, dan voli.
Beragam aktivitas tersebut menjadi ruang bagi Aimar untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun kepercayaan dirinya.
Keikutsertaan dalam Jamnas pun diharapkan semakin memperluas pengalaman dan pergaulannya. Berinteraksi dengan pramuka dari berbagai daerah akan menjadi kesempatan bagi Aimar untuk belajar tentang kemandirian, kerja sama, komunikasi, dan keberanian tampil di lingkungan yang lebih luas.
Aimar Buktikan Pramuka Terbuka untuk Semua
Kisah Aimar menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk menutup kesempatan seseorang dalam belajar dan berorganisasi.
Melalui Pramuka, Aimar mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi, membangun kemandirian, serta menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.
Terpilihnya Aimar sebagai bagian dari kontingen PBK Kwarda Jawa Tengah juga menjadi pesan bahwa gerakan Pramuka memberikan ruang bagi semua anggota, termasuk penyandang disabilitas.
Bagi Purbalingga, perjalanan Aimar menuju Jamnas XII bukan hanya tentang keberangkatan seorang peserta ke Cibubur. Lebih dari itu, Aimar membawa pesan bahwa kesempatan untuk berkarya, berorganisasi, dan meraih prestasi harus terbuka bagi siapa pun tanpa terkecuali.
*Ikuti media sosial kami.
