PETANI Banjarnegara terima puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) disalurkan melalui kelompok tani, bantuan tersebut merupakan aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro.
Bantuan berupa traktor, rice transplanter, pompa air hingga pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Modernisasi petani Banjarnegara terus diperkuat. Ratusan petani Banjarnegara kini memperoleh dukungan berupa berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian.
Bantuan tersebut disalurkan melalui aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan sarana produksi bagi petani.
Beragam alsintan yang diterima kelompok tani meliputi 10 unit hand sprayer, 10 unit pompa air, delapan traktor roda dua, empat traktor roda empat, lima rice transplanter, lima power thresher, serta pembangunan empat titik Jalan Usaha Tani (JUT).
Dengan dukungan peralatan modern tersebut, proses pengolahan lahan, penanaman hingga panen diharapkan berlangsung lebih cepat, efisien, dan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Bantuan ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga mampu meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Darori Wonodipuro.
Mekanisasi Pertanian Jadi Solusi Efisiensi dan Produktivitas
Darori Wonodipuro menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian melalui mekanisasi agar petani mampu bekerja lebih efektif.
Menurutnya, penggunaan alat pertanian modern menjadi jawaban atas tantangan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian sekaligus meningkatnya biaya produksi.
Dengan adanya traktor, rice transplanter, hingga power thresher, petani tidak hanya dapat mempercepat proses budidaya, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat daya saing hasil pertanian Banjarnegara.
Alsintan Bantu Tekan Biaya Produksi Petani Banjarnegara
Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui penyaluran alsintan kepada kelompok tani di Banjarnegara.
Menurutnya, bantuan alsintan untuk petani Banjarnegara tersebut sangat dibutuhkan, mengingat sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga meningkatnya biaya upah buruh tani.
“Keberadaan alsintan ini sangat strategis karena dapat membantu petani mempercepat proses budidaya sekaligus mengurangi biaya produksi. Ini menjadi salah satu solusi untuk menjaga produktivitas pertanian di Banjarnegara,” kata Amalia.
Ia menambahkan, Banjarnegara selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan di Jawa Tengah. Karena itu, peningkatan efisiensi melalui mekanisasi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Penggunaan traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, pompa air, dan hand sprayer diyakini mampu mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan indeks pertanaman, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Pemkab Banjarnegara Perkuat UPJA dan Infrastruktur Pertanian
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Satpa Adi, mengatakan bantuan alsintan juga akan mendukung pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) di tingkat kelompok tani.
Melalui sistem tersebut, alsintan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama sehingga penggunaannya menjadi lebih optimal, efisien, dan berkelanjutan.
Namun demikian, Firman mengakui kebutuhan pembangunan sektor pertanian Banjarnegara masih cukup besar. Selain tambahan alsintan, daerah masih memerlukan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan sarana pra panen dan pascapanen.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, kami optimistis sektor pertanian Banjarnegara akan semakin maju, produktif, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Modernisasi Pertanian Perkuat Posisi Banjarnegara sebagai Lumbung Pangan
Penyaluran alsintan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.
Pemanfaatan teknologi pertanian tidak hanya diharapkan meningkatkan hasil panen dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkokoh posisi Banjarnegara sebagai salah satu sentra produksi pangan di Jawa Tengah.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sektor pertanian yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
