Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Temukan Lalat hingga Buah Busuk, Puluhan Wali Murid SDN 4 Krandengan Protes Program MBG
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Temukan Lalat hingga Buah Busuk, Puluhan Wali Murid SDN 4 Krandengan Protes Program MBG
Banjarnegara

Temukan Lalat hingga Buah Busuk, Puluhan Wali Murid SDN 4 Krandengan Protes Program MBG

adminkbr
Last updated: 26 Januari 2026 13:06
By adminkbr
3 Min Read
Share
protes MBG
Sejumlah wali murid saat melakukan aksi penolakan MBG di Banjarnegara. (dok. Cahyono)
SHARE

PULUHAN wali murid SDN 4 Krandengan, Kabupaten Banjarnegara, menggelar aksi protes keras terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (26/1/2026) pagi. Aksi ini dilakukan setelah ditemukannya lalat hingga buah busuk pada MBG.

Contents
  • Ditemukan Lalat, Keong, Buah Busuk, hingga Ketupat Masih Terbungkus Plastik
  • Orang Tua Tegas Tolak MBG
  • BGN Turun Tangan, Janji Evaluasi Ketat

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diwarnai dengan penutupan gerbang sekolah serta bentangan poster berisi tuntutan perbaikan kualitas makanan. Para orang tua menyuarakan kekecewaan mendalam lantaran menu MBG yang disajikan kepada siswa dinilai tidak higienis dan membahayakan kesehatan anak-anak.

Ditemukan Lalat, Keong, Buah Busuk, hingga Ketupat Masih Terbungkus Plastik

Koordinator aksi, Erlin, menyebut protes ini merupakan akumulasi dari berbagai keluhan yang selama ini tidak mendapat respons memadai. Ia menilai makanan yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semarangkidul jauh dari standar kebersihan.

“Keluhan sudah berkali-kali kami sampaikan. Mulai dari temuan keong, lalat, makanan basi, buah busuk, bahkan ketupat yang masih terbungkus plastik ikut disajikan ke anak-anak. Ini sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Erlin di lokasi aksi.

Selain persoalan higienitas, Erlin juga menyoroti minimnya transparansi menu harian yang diterima siswa. Ia membandingkan dengan penyedia MBG di wilayah lain yang dinilai lebih terbuka dalam menyampaikan jenis dan kandungan makanan kepada wali murid.

“Anak-anak kami jangan dijadikan ajang bisnis. Kalau memang bergizi dan bersih, tentu kami mendukung. Tapi kalau begini, kami minta SPPG dievaluasi total atau diganti pengurusnya,” katanya.

Orang Tua Tegas Tolak MBG

Sikap tegas juga disampaikan Fani, salah satu wali murid lainnya. Ia menyatakan pihaknya menolak kiriman makanan MBG dari SPPG Semarangkidul hingga ada jaminan keamanan pangan yang jelas dari pemerintah.

“Kami sepakat menolak jatah MBG dari SPPG tersebut. Kami minta pemerintah segera mencarikan penyedia lain yang benar-benar memperhatikan kesehatan anak-anak,” katanya.

Para wali murid berharap program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi siswa tidak tercoreng oleh kelalaian oknum penyedia jasa yang mengabaikan standar kesehatan dan keselamatan pangan.

BGN Turun Tangan, Janji Evaluasi Ketat

Menanggapi aksi protes tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun ke lokasi untuk melakukan mediasi. Koordinator Wilayah BGN Banjarnegara, Irma Lusita, memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penyedia layanan MBG, khususnya SPPG Semarangkidul.

“Kami akan melakukan evaluasi secara ketat dan menyeluruh. Jika ke depan masih ditemukan keluhan serupa, tentu akan ada langkah tegas,” ujar Irma.

Menurutnya, evaluasi akan mencakup seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan makanan, penyusunan menu, quality control, hingga standar kebersihan dalam pengemasan sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di SDN 4 Krandengan dilaporkan telah kembali kondusif setelah dilakukan audiensi antara wali murid, pihak sekolah, dan perwakilan BGN.

Meski demikian, para orang tua menegaskan akan kembali menggelar aksi apabila dalam waktu dekat tidak ada perubahan nyata dalam kualitas makanan MBG yang diterima siswa.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.

Rutan Banjarnegara Tegaskan Komitmen Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Antisipasi Perbedaan 1 Syawal, PHBI Siapkan Dua Opsi Salat Idulfitri di Alun-Alun Banjarnegara
Diduga Curi Peralatan Bengkel Mobil di Banjarnegara, Pemuda Nyaris Diamuk Warga
7 Angkringan di Purwokerto Paling Recomended, Cocok untuk Kuliner Malam Murah Meriah Mulai Rp 1.000
Tips Olahraga Saat Puasa agar Tetap Bugar, Tidak Lemas, dan Terhindar dari Dehidrasi
TAGGED:MBG
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Keutamaan Bulan Syaban Amalan yang Dianjurkan di Bulan Syaban, Dari Puasa Sunnah hingga Malam Nisfu Syaban
Next Article Ikrar Pelajar Indonesia Baca Ikrar Pelajar Indonesia, Mendikdasmen Catat Sejarah Baru di Banjarnegara
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Terbaru

Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Tegal turut diisi dengan penyerahan bantuan renovasi kepada empat pondok pesantren.
Hari Santri 2026, 555 Ribu Santri Jateng Diajak Perangi Kemiskinan
Jateng
Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.