KABARBANYUMASRAYA.COM – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Cilacap mulai menyiapkan atlet untuk menghadapi persaingan di tingkat Jawa Tengah. Salah satu upayanya melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Panahan yang diikuti 155 atlet di Lapangan Panahan Kusaeri, Sabtu (7/11/2026).
Ratusan peserta tersebut berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Cilacap. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi Perpani untuk memetakan kemampuan sekaligus mencari atlet potensial yang bisa memperkuat Cilacap dalam kejuaraan berjenjang.
Pembukaan Kejurkab dihadiri Wakil Ketua KONI Kabupaten Cilacap Budi Sadewo, perwakilan Lanal Cilacap, serta sejumlah instansi terkait. Prosesi pembukaan berlangsung secara simbolis melalui pelepasan anak panah oleh para tamu undangan.
Dalam kompetisi tersebut, panitia membagi peserta ke dalam empat kelompok usia, yakni 10 tahun, 13 tahun, 15 tahun, dan 18 tahun. Adapun tiga kategori yang dipertandingkan meliputi Standar Nasional, Recurve, dan Compound.
Penasihat atlet Perpani Cilacap, Candra Sugianto, menjelaskan kejuaraan tingkat kabupaten ini menjadi bagian dari tahapan pembinaan atlet. Perpani ingin mendapatkan gambaran kemampuan para pemanah sebelum menentukan atlet yang berpeluang mengikuti kompetisi tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, untuk hari ini Perpani Cilacap mengadakan event Kejurkab. Tujuannya untuk melakukan penyaringan atlet di tingkat kabupaten yang nantinya berjenjang ke Kejurprov atau tingkat provinsi,” kata Candra.
Dia mengatakan, Kejurprov Junior mendatang akan berlangsung di Jepara. Perpani berharap hasil penjaringan melalui Kejurkab dapat menghasilkan atlet yang siap bersaing membawa nama Kabupaten Cilacap.
“Jumlah peserta kurang lebih sekitar 155 atlet dari beberapa wilayah atau kecamatan di Kabupaten Cilacap,” ungkapnya.
Target Tembus Tiga Besar Jawa Tengah
Candra menilai kompetisi seperti Kejurkab penting untuk menjaga motivasi atlet. Selain mengasah teknik memanah, pertandingan juga melatih mental dan daya juang ketika menghadapi lawan.
Dia berharap para atlet tidak hanya mengejar kemenangan dalam kompetisi tingkat kabupaten, tetapi juga menjadikan pengalaman bertanding sebagai bekal menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
“Harapannya dengan adanya event ini, atlet-atlet Cilacap lebih semangat dalam berlatih dan gigih dalam bertanding. Sehingga ketika ada event di luar kabupaten atau tingkat provinsi maupun nasional, atlet-atlet Cilacap bisa membanggakan nama Kabupaten Cilacap,” ujarnya.
Untuk Kejurprov Junior di Jepara, Perpani Cilacap menargetkan prestasi di jajaran tiga besar Jawa Tengah. Candra mengaku optimistis dengan potensi atlet yang mengikuti pembinaan selama ini.
“Untuk raihan medali di event terdekat, yaitu Kejurprov, tentunya ada target. Yang jelas kita optimistis masuk di tiga besar provinsi,” tegasnya.
Tak hanya mempersiapkan atlet untuk Kejurprov, Perpani juga mulai melihat peluang jangka panjang. Salah satunya menyiapkan atlet agar berkesempatan mengikuti seleksi Pra-PON 2027 sebagai tahapan menuju kompetisi nasional di NTB-NTT.
Lanal Cilacap Ikut Fasilitasi Pembinaan
Perkembangan panahan di Cilacap juga mendapat dukungan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap. Dukungan tersebut mencakup pembinaan dan penyediaan fasilitas untuk menunjang aktivitas olahraga panahan.
Danlanal Cilacap yang diwakili Kaur Gakum Denpomal, Kapten Laut (PM) Imam Mahfud, mengatakan pihaknya turut mengambil bagian dalam mendukung kegiatan Perpani. Salah satu fasilitas yang menunjang aktivitas tersebut yakni Lapangan Panahan Kusaeri.
“Kami sampaikan dukungan Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap dalam kegiatan Perpani di Kabupaten Cilacap ini, salah satunya sebagai penasihat dan pembina, serta memberikan fasilitator. Contohnya yang ada di sini dalam bentuk lapangan panahan,” kata Imam.
Menurutnya, minat anak-anak dan generasi muda terhadap olahraga panahan menunjukkan perkembangan positif. Jumlah peserta yang mencapai 155 atlet dalam Kejurkab menjadi salah satu gambaran tingginya antusiasme tersebut.
Dia berharap kejuaraan panahan dapat berlangsung secara rutin sehingga pembinaan atlet berjalan berkelanjutan dan mampu melahirkan pemanah berprestasi dari Cilacap.
“Harapan dari Lanal, kegiatan ini tetap berjalan secara berkesinambungan ke depannya. Kegiatan ini sangat positif dan bagus sekali apabila sering dilaksanakan karena bisa menjadi motivasi bagi anak-anak generasi muda yang ada di Cilacap,” ungkapnya.
Atlet Bidik Persiapan Porprov 2030
Semangat mengikuti Kejurkab juga terlihat dari para atlet yang ingin terus meningkatkan kemampuan. Salah satunya Mira Ariyanti, pemanah divisi Compound Putri nomor 50 meter.
Mira menyebut kejuaraan ini menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda pertandingan berikutnya, termasuk Kejurprov Junior di Jepara.
Dia mengaku baru menekuni panahan selama tiga tahun. Meski demikian, Mira sudah merasakan pengalaman bertanding di Porprov dan berhasil membawa pulang medali.
“Ini pengalaman pertama saya. Kebetulan saya juga baru mulai memanah tiga tahun ini. Ini Porprov pertama saya, tentunya sangat berkesan dan alhamdulillah kemarin diberi rezeki juga mendapatkan medali, bisa kami bawa pulang,” tutur Mira.
Menurut Mira, atmosfer pertandingan Porprov terasa berbeda dibandingkan kompetisi lainnya. Sebab, setiap atlet tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mempertaruhkan nama daerah yang mereka wakili.
Dia berencana meningkatkan intensitas latihan dan memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya. Persiapan tersebut juga menjadi bagian dari target jangka panjang untuk menghadapi Porprov 2030.
“Rencana ke depan, kami tentu masih mengikuti berbagai pertandingan. Kita terus memperbaiki diri dengan selalu berlatih lebih rutin dan lebih intens untuk persiapan Porprov 2030 tentunya,” pungkasnya.
