KABARBANYUMASRAYA.COM – Kopi lokal Banjarnegara hasil pemberdayaan petani di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu mendapat kesempatan menjangkau pasar korporasi melalui ajang InPower Fest 2.0. Produk binaan PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica tersebut dipasarkan melalui Paguyuban Mrica Corner dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PLN Indonesia Power di kantor pusat perusahaan, Jakarta.
Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah Kopi Sengkuyung, kopi konservasi yang dikembangkan bersama petani lokal Banjarnegara. Produk ini merepresentasikan upaya menghubungkan penguatan ekonomi masyarakat dengan pelestarian lingkungan di kawasan hulu DAS Serayu.
Keikutsertaan Mrica Corner dalam bazar perusahaan menjadi peluang untuk memperluas pengenalan produk lokal sekaligus membuka akses pemasaran bagi usaha masyarakat binaan PLN Indonesia Power.
Kopi Sengkuyung, Produk Lokal Berbasis Konservasi
Kopi Sengkuyung tidak hanya mengandalkan potensi kopi lokal, tetapi juga membawa nilai pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Pengembangannya menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan ekonomi petani agar berjalan seiring dengan upaya menjaga kawasan hulu DAS Serayu.
Melalui partisipasi dalam InPower Fest 2.0, produk kopi Banjarnegara diperkenalkan kepada lingkungan korporasi yang berpotensi membuka peluang pemasaran dan kolaborasi baru.
Selain Kopi Sengkuyung, Mrica Corner juga memasarkan beragam produk dari mitra binaan lainnya. Langkah ini memperlihatkan upaya UBP Mrica dalam mendukung pelaku usaha lokal agar memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan produk dan menjangkau konsumen.
Lewat Mrica Corner, PLN Indonesia Power Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, mengatakan pengembangan Mrica Corner merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun hubungan yang saling menguatkan antara kegiatan usaha, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Sengkuyung menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung upaya konservasi di hulu DAS Serayu,” ujar Wasis.
Menurutnya, pemasaran produk binaan dalam kegiatan korporasi diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap UMKM lokal sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan.
Melalui Mrica Corner, UBP Mrica mendorong mitra binaan untuk terus meningkatkan daya saing produk dan memperluas jangkauan pasar. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan manfaat ekonomi dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Pemberdayaan Ekonomi Sejalan dengan Pelestarian Lingkungan
Partisipasi Mrica Corner dalam perayaan HUT PLN Indonesia Power menunjukkan bahwa produk berbasis potensi lokal dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan manfaat program pemberdayaan masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
Pengembangan Kopi Sengkuyung diharapkan turut memperkuat peran petani lokal dalam rantai ekonomi sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pentingnya menjaga kawasan hulu DAS Serayu.
Melalui pengembangan usaha masyarakat dan perluasan akses pemasaran, PLN Indonesia Power UBP Mrica berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang selaras dengan pelestarian lingkungan.
Kopi Sengkuyung pun menjadi contoh bagaimana produk daerah dapat membawa nilai lebih: bukan hanya sebagai komoditas usaha, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
