KABARBANYUMASRAYA.COM – Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mendorong pelajar untuk mengembangkan budaya literasi tidak hanya melalui kegiatan membaca, tetapi juga dengan menciptakan karya kreatif yang bermanfaat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Bazar dan Pameran Literasi yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara, Selasa (13/10/2026).
Menurut Amalia, literasi memiliki peran penting dalam memperluas wawasan, mengasah kreativitas, serta mendorong masyarakat untuk menuangkan ide dan gagasan menjadi karya nyata.
Ia menilai, kemampuan berliterasi tidak seharusnya berhenti pada aktivitas membaca dan memahami informasi. Lebih dari itu, literasi perlu menjadi sarana untuk mengembangkan potensi diri dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai bagi lingkungan sekitar.
“Literasi tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga bagaimana kita bisa berkarya. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah karya siswa dalam kegiatan pameran literasi ini,” katanya.
Karya Siswa SLB Tunjukkan Kreativitas Tanpa Batas
Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pameran tersebut adalah karya kreatif siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) di Banjarnegara. Mereka menampilkan beragam hasil karya, termasuk lukisan yang menjadi media untuk mengekspresikan ide, imajinasi, dan kreativitas.
Kehadiran karya siswa penyandang disabilitas tersebut menunjukkan bahwa pengembangan literasi dapat dilakukan melalui berbagai medium. Literasi tidak hanya berkaitan dengan buku dan tulisan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya seni dan bentuk ekspresi kreatif lainnya.
Pameran ini sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan kepercayaan diri, serta memperoleh apresiasi atas karya yang dihasilkan.
Beragam karya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa setiap pelajar memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui lingkungan pendidikan yang mendukung kreativitas dan kebebasan berekspresi.
Disarpus Banjarnegara Bangun Budaya Literasi
Bazar dan Pameran Literasi yang diselenggarakan Disarpus Banjarnegara merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat, terutama di kalangan pelajar.
Kepala Disarpus Banjarnegara, Arif Rahman, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Nyalakan Aksara, Bebaskan Karya”. Tema ini menjadi ajakan untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan ide, gagasan, dan kreativitas.
Menurut Arif, kegiatan bazar dan pameran literasi diharapkan mampu menarik minat pelajar untuk lebih dekat dengan dunia literasi. Dengan demikian, aktivitas membaca dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan kemampuan berpikir, berkreasi, dan menghasilkan karya.
“Dengan adanya bazar dan pameran literasi, Disarpus Banjarnegara berharap semakin banyak pelajar yang tertarik mengembangkan potensi diri melalui kegiatan literasi,” katanya.
Literasi Diharapkan Melahirkan Generasi Kreatif
Melalui kegiatan tersebut, budaya literasi di Banjarnegara diharapkan semakin berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Penguatan literasi juga diharapkan mampu mendorong pelajar untuk memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh menjadi gagasan inovatif dan karya yang bermanfaat.
Dengan semangat “Nyalakan Aksara, Bebaskan Karya”, kegiatan ini menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan menyerap informasi, melainkan juga bekal untuk membangun kreativitas, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
